TRANSMIGRASI ?!

TRANSMIGRASI ?!
latihan


__ADS_3

Ini hanyalah fiksi


____________________________________________


Afika terkejut karena yang mengayunkan panah tajam adalah kakak pertama.


Matanya yang tajam sampai menusuk ketulang tulang afika.


"apa yang sebenarnya terjadi?"kata afika berusaha untuk tenang.


"kita akan berlatih"jawab sang kakak ke dua.


"Huh"


"baiklah"


"di novel tentu saja ada halaman ini jadi aku akan lebih mudah melawan kedua orang ini"batin afika yang percaya diri sekali atau bisa disebut 'narsis'.


"kita akan mulai dari sekarang, siapa yang akan melawan putri afika"tanya sang pelatih, sang pelatih bernama alger zody , panggil saja alger.alger adalah seorang pelatih atau teman belajar, ia datang dari keluarga zody.Ia juga seorang kapten.


Berambut hitam pekat, warna mata nya ungu sedikit gelap, ia berumur 18 tahun.


"saya yang akan melawannya"jawab lantang dari pangeran ke dua.


"baiklah"


"huft tenang lah afika kamu pasti bisa"batin afika yang sedikit panik tapi ia ingat-ingat terlebih dahulu halaman ini.


(selama bertahun-tahun karena ia selalu dibenci makannya afika mulai mencari jalan keluar agar saudara dan keluarga nya akan percaya kepada diri nya sendiri sampai afika pun ikut latihan dikarenakan ingin mendekatkan diri nya tapi malah kena ibas ia luka parah karna dua orang itu dan itu juga masalah afika karena ia sesudah ia dibenci afika tambah menjadi tertutup itu lah yang membuat orang yang menuduh nya tambah leluasa").


"saya ingatkan tidak diperboleh kan menggunakan senjata kita hari ini akan melatih mana' kalian bertiga"kata alger sang pelatih yang membuat mereka tertuju kepada nya.


"baiklah!"


mereka berdua seperti aba-aba ingin berlatih.


"baiklah segera lakukan latihan kalian!!"tegas sang pelatih dan melihat kedua orang didepannya.


"small winds!!"


Terbentuk mana' bewarna putih keputihan ditangan pangeran kedua yang menjadi bulat seperti angin.


Wushh!.


Sebuah angin kecil yang berbentuk bulat dengan jumlah yang lumayan banyak mulai mengarah ke afika.


Dengan mudah afika menghindari karena ia tahu akan kekuatan ini akan dilakukan oleh pangeran kedua.


"wow! Lumayan juga kamu menghindar"kata pangeran febri yang mulai mengeluarkan mana'nya yang berbeda.


"coba kalau ini!!"


"white smoke!!"


Terlihat kabut kabut asap yang bewarna putih terang yang menutupi ruangan latihan.


"uhuk! Uhuk! hei febri jangan menggunakan kekuatan ini"kata pangeran rahman yang hampir kehabisan nafas karena diruangan tersebut ventelasi nya hanya sedikit.


"the wind blows!"kata pangeran rahman yang mengeluarkan mana'nya untuk menghilangkan kabut asap diruangan dikarenakan adek nya.


Sebuah angin yang cukup kencang berhembus untuk menghilang kan kabut asap yang sangat ingin membuat orang lain mati kehabisan napas.


"wind sword!!"kata pangeran febri yang ternyata sudah berpindah tempat di samping afika.


"huh!?"


Afika membelalak matanya antara terkejut dan merasakan seperti ada aliran yang mengalir keseluruh tubuhnya dan entah kenpa semakin aliran itu semakin deras tubuh nya semakin bersinar.


"blue wind sword!"kata afika tanpa sadar nya ia menyebutkan kata kata itu ia tiba-tiba teringat mantra mantra menggunakan mana' beberapa hari lalu sesudah ia disini.


Sying!

__ADS_1


Sebuah pedang yang bersamaan ingin mengayunkan pedang nya masing masing.


"ap-"


"Repel the blue wind sword!"kata afika yang meramal mantra nya lagi untuk menggunakan pedang mana'nya.


Belum sempat febri ngomong ia sudah terhepas kebelakang karna mana' afika yang tiba-tiba.


Duukk!!!


Kepingan-kepingan dinding mulai berjatuhan febri sudah sampai kedinding dan tubuh nya menghantam dirinya sendiri.


Semua orang yang ada di ruangan tersebut pun rahang nya mulai terjatuh dan mata nya yang membelalak kaget.


Secara bersamaan kedua orang yang melihati pertarungan yang bida dibilang kecil pun menoleh ke pelaku yang sudah menghantam kan orang kedinding.


Afika membuka matanya dan kaget karena ia dilihati seperti itu, ia berpikir ia sudah mati karena pangeran itu setelah ia melihat pangeran kedua yang terhantam kedinding pun mulai tau suasana nya.


"ah! Maafkan aku telah .elakukan kesalahan yang mulia pangeran"kata afika yang menunduk.


"aku terpaksa seperti ini karena takut tiada kalau aku pemeran utamanya mungkin saja aku akan memertawakan mu!"batin afika yang sudah acak-acakkan.


"serangan yang bagus"kata alger yang terlihat kagum kepada afika.


"jangan pura-pura pingsan anda"kata pangeran rahman yang mendekati panheran febri yang sedari tadi tidak bergerak.


"wow! Belajar dari mana kamu"kata pangeran febri yang mengangkat kepalanya dan melihat afuka dengan tatapan biasa saja.


"entah lah"kata afika yang mengangkat bahu nya sebagai tanda tidak tau.


"sebelum kamu menggunakan mana' apakah ada sesuatu terjadi kepada anda"kata alger yang menatap afika dan kedua tangannya saling bergandengan kebelakang badannya.


"umh....tadi sebelum aku menggunakan mana' ada sesuatu mengalir di badan ku dan entah kenapa badan ku tadi sedikit bersinar"jujur afika dan memasang tampang polos agar tidak dicurigai.


"baiklah sekarang pangeran pertama yang akan berlatih terhadap mu"kata alger dan mengisyaratkan pangeran rahman untuk maju.


"Baiklah"


Tatapan ingn meangsa mangsa nya terlihat di mata pangeran rahman.


"mari lawan aku"kata pangetan rahman tapi membuat.


"ya"


Aba-aba pun dimulai lagi.


"typhoon arrow arrow!!"


Sebuah panah yang mulai menancap ke seluruh ruangan, panah itu sangat banyak sampai sampai dua orang tersebut menggunakan pelindung agar tidak mengalami cedera sedangkan afika?.


"wind protector!"


Sebuah pelindungan yang terbuat dari afika pun mulai melindungi diri nya dari serangan panah.


Afika pun tersenyum seperti merencanakan sesuatu.


"hm.....pakai mantra mana itu aja kali ya"batin afika.


"hurricane sword!!"kata pangeran rahman yang berlari mendekati afika sambil memegang pedang dari mana'nya sendiri.


Zatkz!!....


Perlidungan afika pun hancur berkeping-keping karena pangeran rahman yang menyerang perlidungannya secara brutal.


"windsurfing!"kata afika yang meramal mantra nya lagi tapi kali ini beda ia membuat benda seperti papan seluncur tapi bisa terbang.


Tap.


Afika menaiki papan itu dan terbang keatas sekalian untuk menyerang pangeran kesatu dari atas.


"A mighty blue wind sword!!"kata afika yang turun dari atas ke arah pangeran rahman sambil mengayuhkan pedangnya.

__ADS_1


Taks!!!.


Pedang yang mereka pakai bertemu satu sama lain.


Pertarungan itu semakin brutal.


Waktu demi waktu menit demi menit detik demi detik, afika melalui pertarungan yang disebut latihan sebenarnya ia setiap jam diberi waktu oleh pangeran kesatu, sejam ia akan diberi waktu 10 menit untuk menghirup udara.


5 jam berlalu pertarungan itu sudah selesai.


"sialan ini bukan latihan tapi pertarungan"batin afika yang kesal karena ada sedikit luka sama seperti pangeran pertama yang juga luka luka.


"baiklah kita akhiri latihan ini"kata sang pelatih yang kayanya tekanan batin.


"WOI!! INI KALIAN LATIHAN KEK GIMANA COBA, HANGUS NI RUANGAN!!"teriak pangeran febri yang ternganga karena ruangan latihan yang sering ia pakai hangus.


"bukan urusan ku"kata pangeran rahman dengan enteng ia berjalan keluar.


"huh?"


🌪🌪🌪🌪🌪🌪


"sialan dia!"kata afika.


Terntata afika sudah kekamarnya ditemani pelayannya yang menatap nya datar.


"sudah lah tak usah diungkit ungkit"kata pelayan tersebut.


"hei kau kira enak!!"kata afika yang terlihat marah.


"akh"


Ringis afika yang terlihat kesaktian karena afika di obati pelayannya.


"bisa sabar ga sih!?"


"baiklah maafkan aku"


"Hm....."


Afika pun menoleh ke arah jendela yang sudah mulai menjelang siang hari atau sore hari.


Pelayannya sudah keluar disuruh oleh majikkannya ia tidak diperbolehkan masuk sebelum afika menyuruhnya masuk karena afika ingin waktu sendiri.


"kumohon kembali kan aku....".


Kata afika dan merebahkan dirinya.


Afika lun tertidur sebelum ia betul-betul tertidur afika mengucapkan kalimat yang mungkin tidak akan terkabulkan.


"aku ingin pulang....."


.


.


.


.


.


.


.


.


.....


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2