
DEG
Saat Qila membalikkan badannya,dia melihat Damian berjalan ke arahnya dengan mata yg menatapnya tajam , dengan stelan kantor yg masih melekat di tubuhnya dengan kancing baju teratas dua yg terbuka, dan rambut yg berantakan tidak membuatnya mengurangi ketampanan seorang Damian dan malah menambah kadar ketampanannya.
Beberapa saat Qila terpesona akan ketampanan seorang antagonis yg akan membunuhnya , dan tersadar kembali setelah Damian ada di depannya.
" apa menurut mu aku tidak akan menyayangi anakku ?" Damian kembali mengulang pertanyaannya saat sudah berada di depan Qila .
" mungkin saja , karena kau begitu membenci diriku " Qila menjawab dengan berani.
"Damian apakah kita tidak bisa menjadi suami istri pada umumnya?" Qila bertanya dengan suara bergetar dan mata yg sendu .
" aku tidak sudi jika pun kau mengandung anakku,aku tidak sudi untuk mengakuinya sebagai anakku " setelah mengatakan itu Damian pergi dan keluar dari rumah menggunakan mobilnya.
Qila memegang kepalanya yg berdenyut sakit saat dia melihat ingatan Qila yg asli , bukan hanya kepalanya saja yg sakit tapi hatinya juga ikut sakit akan perkataan Damian dalam ingatan milik Qila .
Qila terus saja memegang kepalanya yg sakit seperti tertusuk,dia juga merasakan sesuatu mengalir dari hidungnya.
Darah.
Qila mengelap darah yg ada di hidungnya dengan tangan nya sendiri, dengan pandangan yg mulai memburam ,dia berusaha tetap menjadi kesadarannya.
Damian yg awalnya akan marah pada Qila tidak jadi saat ia melihat Qila memegangi kepalanya dengan muka yg kesakitan dan darah yg mengalir di hidung Qila membuatnya khawatir.
__ADS_1
"Qila ............. Qila.................Qila .............."
Damian berusaha memanggil Qila yg terus memegangi kepalanya dan mengelap darah dengan tangannya.
Qila yg melihat Damian memanggil-manggil nama dirinya dan dengan muka yg kentara khawatir ,dan berusaha menggapai dirinya.
Tapi Qila berusaha untuk menghindari Damian dan terus berjalan mundur ,Qila yg tadinya akan memanggil para maid pun tidak jadi karena sekarang yg ada di taman hanya ada dia dan damian saja.
Mungkin karena fokus pada kedatangan Damian sampai dirinya tidak menyadari bahwa damian tadi menyuruh para maid dan pekerja lainnya untuk pergi.
Damian semakin mendekat ke arah Qila yg sedang berusaha untuk kabur darinya.
Qila yg melihat Damian semakin dekat pun menjadi waspada takut jika Damian akan menyakiti dirinya dan anaknya.
"Kenapa kau terus menghindariku ?"akhirnya setelah terdiam Damian mengeluarkan suara beratnya.
"Dulu kau membentaku , mencaci,dan menghina karena aku berusaha dekat dengan mu? "
"Lalu saat aku tak mengganggu mu lagi kau malah menanyakannya? Apa kau sedang membuat lelucon tuan Damian" Qila menatap Damian dengan tajam dan benci.
Qila berusaha mati-matian untuk tak mengumpat di hadapan Damian karena ia masih sayang akan nyawanya.
Setelah mendapatkan ingatan Qila yg asli membuatnya semakin ingin menjauh dari sosok seperti Damian, suami mana yg mencaci istrinya sendiri? Suami mana yg membentak istrinya karena berusaha menjadi istri yg baik? Suami mana yg berkata menghina istrinya sendiri?.
Meskipun Qila yg asli belum memberikan seluruh ingatannya,tapi dia tau sakitnya jadi Qila .
__ADS_1
Tak di anggap keluarganya,di siksa keluarganya sendiri,di jodohkan dengan pria kejam , mempunyai suami yg tidak mengganggap nya dan tak ada yg perduli akan dirinya.
Apakah dunia emang suka bercanda itu ,jujur sebagai reta ia begitu miris melihat hidup Qila , mungkin jika dia yg menjadi Qila ia sudah mengakhiri hidupnya dari dulu ,tapi sekarang ia yg menjadi Qila tapi dia akan berusaha untuk tidak menyerah karena ada hal yg harus ia pertahankan.
Melihat Damian yg diam saja Qila memilih pergi, karena kepalanya masih sakit meskipun sedikit,ia sudah membersihkan mimisan nya tadi mengunakan tangan.
Qila berjalan meninggalkan Damian yg diam mematung mencerna apa yg terjadi,dia tak tau mengapa ia begitu terganggu akan sikap Qila yg berubah.
Di mana Qila yg selalu mengganggunya? Yg suka mencari perhatiannya? Entah kenapa hatinya sesak saat Qila melihat dirinya dengan benci , tidak ada lagi binar dalam matanya saat melihatnya dan Damian tidak menemukan cinta di dalam mata Qila yg ada hanya sorot mata benci dan kecewa.
Qila tetap melanjutkan langkahnya menuju kamarnya, tubuhnya terasa lelah apalagi sekarang ia sedang berbadan dua .
Tapi sebelum ke kamarnya Qila berjalan ke arah dapur dan mengambil es krim yg ada di kulkas, karena cuaca hari ini yg sedang panas jadi ia butuh yg segar-segar.
Saat sudah sampai di kamarnya dan menghabiskan es krimnya ,Qila berjalan memasuki kamar mandi dan mandi sebentar saja .
Qila keluar dari kamar mandi dengan baju berwarna pink yg panjang sehingga celana pendeknya tidak terlihat.
Qila berjalan menuju ke tempat tidurnya dan merebahkan tubuhnya,dia akan tidur sebentar untuk merilekskan pikiran nya .
Qila mulai memutar musik nya , sambil mendengarkan musik ia mengelus -elus perut nya .
__ADS_1
Bayangin pake baju pink
Mungkin karena lelah dan mengantuk ,Qila sudah memejamkan matanya dan dengan musik yg terus berputar.