
"Jadi kau menyembunyikan kehamilan mu dariku ?"
Qila berdiri dari sofa tubuh nya terasa kaku dengan perlahan Qila berbalik , matanya bertatapan dengan mata damian yg menyorot nya tajam kepadanya.
"Kenapa kau menyembunyikan kehamilan mu dariku?" Damian mengulang pertanyaan nya dengan mata yg terus menatap nya tajam.
"Apa kau peduli?" Qila berusaha terlihat berani di depan damian dia tidak ingin damian menganggap nya lemah .
" jelas karena kau mengandung anakku" damian menekan setiap ucapannya.
" anak ini bukan anakmu "
"Lalu jika bukan anakku,anak siapa dia?"
Qila tidak menjawab dia terus bergeming di tempatnya,Qila takut apalagi Damian yg seakan ingin memakannya hidup-hidup.
" Aku tau anak yg kau kandung adalah anakku, karena aku yg pertama dan yg mengambil keperawanan mu dan selama itu kau tidak keluar rumah sekalipun jadi bagaimana bisa dia bukan anakku?" Damian menatap sambil menyeringai.
Qila masih tetap saja diam , sampai beberapa saat kemudian dia mendapatkan sebuah ide supaya terbebas dari Damian.
" Aku punya penawaran untukmu" Qila mengajukan sebuah penawaran kepada damian.
"Penawaran apa yg kau maksud?" Tanya damian dengan mata yg menyorot semakin tajam .
" kita menikah hanya Karena sebuah perjodohan karena orang tuamu yg membantu perusahaan keluarga ku, bagaimana kalau kita bercerai dan hidup masing-masing ,kau tidak mencintaiku dan muak denganku dan kau bisa mencari perempuan yg kau cintai dan aku akan pergi dari hidup mu untuk selamanya dan anggap lah kita tidak saling mengenal satu sama lain" jelas Qila
"ITU TIDAK AKAN PERNAH TERJADI SYAQILA LAUREYLEN NADHIRA ALEXSANRIUS " karena marah Damian membentak Qila .
Tubuh Qila menegang dengan muka yg berubah pias dan tubuh yg bergetar, dia tidak pernah di bentak sebelum nya dan saat pertama kali ada yg membentak nya hatinya sakit.
Perlahan - lahan air mata Qila turun di susul dengan tubuh yg bergetar hebat.
__ADS_1
Ilustrasi
Damian tersadar atas apa yg dia lakukan pada Qila , Damian merasa marah ketika Qila menawarkan penawaran tersebut dan tak sengaja membentak nya .
Melihat Qila menangis dengan muka pucat serta tubuhnya yg bergetar, Damian menarik Qila kedalam pelukannya.
Ilustrasi
" maaf .... maaf...... maaf saya karena membentak mu " Damian merasa bersalah, apalagi Qila yg tak berhenti menangis.
Qila terus menangis dengan waktu yg cukup lama , sampai ia merasakan perutnya yg kram dan sakit.
"Argggghh......." Qila terus meremas perut nya , sampai semua nya gelap .
🍃🍃🍃🍃🍃
Damian pov
" Argggghh......." ia melihat Qila yg kesakitan sambil terus meremas perutnya membuat nya khawatir dak panik .
"Qila "
"Qila "
"Qila "
" Qila dengarkan saya ,mana yg sakit Qila " ia terus memanggil nama Qila dan menepuk-nepuk pipinya supaya Qila sadar sampai akhirnya Qila tergeletak pingsan di pelukannya.
( Anggap aja seperti i ini yahhh)
__ADS_1
Damian semakin khawatir saat melihat Qila pingsan, kemudian dia membawa Qila dengan ke dalam rumah dengan muka yg sangat panik .
" CEPAT PANGGIL KAN DOKTER"
Para maid dan pengawal yg mendengar tuanya berteriak pun segera menghubungi dokter, mereka pun khawatir apalagi melihat nyonya mereka yg pingsan.
" baik tuan " jawab seorang maid .
" APA KALIAN TULI CEPAT PANGGIL KAN DOKTER"
"Dokter dalam perjalanan tuan"
"SURUH DOKTER ITU CEPAT "
Damian terus berteriak, sambil membawa Qila ke kamar nya ,dan meletakkan Qila dengan hati-hati
Seolah-olah Qila adalah barang yg rapuh dan pecah jika dia tidak meletakkan dengan lembut.
Damian pov end
🍃🍃🍃🍃🍃
Setelah di periksa oleh dokter, dokter mengatakan bahwa Qila shok dan mengakibatkan perutnya kram dan pingsan.
Dokter pun menyarankan agar Qila tidak banyak pikiran, karena itu berpengaruh pada kehamilan nya , selain itu tidak ada yg serius dengan Qila .
( anggap aja kamar biasa)
Damian terus menjaga Qila yg belum sadar , entah kenapa ia begitu khawatir saat Qila pingsan padahal sebelumnya dia tidak memperdulikan Qila dan terus mengabaikan nya .
Tapi setelah kejadian kesalahan satu malam dia selalu memikirkan Qila , apalagi saat mengetahui Qila hamil dia merasa senang dan marah saat Qila mengajukan penawaran yg meminta nya menceraikan nya .
Hari sudah mulai malam tapi Qila belum bangun, membuat damian khawatir dan menanyakan kepada dokter, menurut dokter Qila belum bangun karena pengaruh obat jadi tidak ada yg perlu di khawatir kan .
__ADS_1
Damian terus menjaga Qila sampai ia terlelap dan tertidur sambil duduk dengan tangan yg menggenggam tangan Qila .