Transmigrasi Ke Raga Istri Antagonis

Transmigrasi Ke Raga Istri Antagonis
PERSELISIHAN


__ADS_3

02.10


Mata Qila perlahan terbuka dengan sempurna dia melihat seluruh penjuru kamar yg terasa asing menurut nya ,saat akan bangun dia menyadari bahwa tangan nya di genggam erat oleh seseorang ,dia melihat siapa yg menggenggam tangan dan damian lah orangnya.


Dia berusaha melepaskan genggaman tangan Damian saat sudah terlepas di barusaha untuk buat bangun dari tempat tidurnya dan berniat keluar dari kamar yg ia tempati sekarang.


Damian yg merasa pergerakan di samping nya pun membuka matanya dan dia melihat Qila sedang berusaha untuk berdiri.


" kau masih sakit jadi tinggal lah di kamar kusampai kau sembuh" Damian berbicara dengan suara yg khas orang bangun tidur dan dengan muka yg datar.


Qila terkejut saat melihat Damian bangun dan berbicara dengan nya dengan muka yg datar , apalagi saat Qila tau bahwa kamar yg ia tempati adalah kamar Damian.


" tidak terima kasih aku akan pergi ke kamar ku sendiri " Qila berusaha berbicara dengan terlihat berani di depan damian.


" kau akan tetap di sinih dan pergi saat sudah sembuh tidak ada penolakan" Damian berbicara dengan menekan setiap nada bicaranya.


"Aku sudah sembuh jadi akau akan pergi sekarang " Qila tetap pada pendiriannya, karena jika dia berlama-lama dengan damian sama saja akan mempercepat kematiannya.


Qila berusaha untuk berdiri saat dia sudah berdiri entah kenapa selalu tubuhnya terasa lemas hingga akhirnya tubuhnya oleng ,Qila menutup matanya bersiap-siap ketika tubuhnya akan jatuh.



(Anggap aja lagi berdiri)


          

__ADS_1


Perlahan Qila membuka matany saat tidak merasakan sakit,tapi dia merasakan tangan kekar memeluk pinggang nya dengan erat saat melihat ke atas dia melihat Damian yg yg menatap dengan sangat tajam dan tangan Damian yg menahan pinggang nya agar tidak terjatuh.


" Apa kau berniat mencelakai anakku ?" Damian menatap nya dengan tajam dengan suara yg serak .


Qila tersadar saat mendengar suara Damian dan yg membuatnya marah adalah damian yg menuduh nya mencelakai anak yg dia kandung.


" Kau hampir mencelakai dirimu sendiri dan anakku" Damian berbicara dengan suara yg rendah.


" Aku tidak berniat mencelakai anakku,dan anak yg ku kandung bukan anakmu dia hanya anakku" Qila menekan setiap nada bicaranya.


" lalu apa yg kau lakukan barusan? Kau hampir jatuh jika aku tidak menahan mu "


" tidak bisakah kau diam dengan tenang di sinih "


 


" APA PEDULI MU ,DIMANA DAMIAN YG SELALU MEMBENTAK KU DAN BERKATA KASAR ?? KENAPA SEKARANG KAU SEOLAH-OLAH KAU KHAWATIR KU DAN ANAKKU YG KU KANDUNG"


" KAU BAHKAN TAK PERNAH MEMPERLAKUKAN KU KAYAKNYA SEORANG ISTRI,JIKA KAU TAK BISA MEMPERLAKUKAN KU SEBAGAI SEORANG ISTRI, MAKA PERLAKUAN AKU LAYAKNYA MANUSIA "


" APAKAH SULIT UNTUK MU MEMPERLAKUKAN KU LAYAKNYA MANUSIA?"


Damian terus bergeming dengan mata yg terus menatap Qila yg sedang menangis dan mengeluarkan seluruh unek-unek nya selama ini .


Setelah tangisan Qila mereda ,Qila menatap Damian yg memperlihatkan nya dari tadi .

__ADS_1


" Aku hanya ingin meminta sesuatu padamu"


" silahkan "


" Aku ingin kita BERCERAI " Qila menekan kata cerai pada Damian.


"ITU TIDAK AKAN PERNAH TERJADI " Damian menekan setiap perkataan nya dengan mata yg menatap tajam Qila .


Setelah mengatakan itu Damian langsung pergi keluar dari kamarnya dan mengunci pintunya agar Qila tidak bisa keluar dan pergi ke ruang kerjanya.


Qila yg melihat Damian mengunci kamar nya pun berjalan ke arah pintu dan berusaha membuka nya tapi hasilnya nihil karena pintu di kunci dari luar .


BRAK


BRAK


BRAK


BRAK


" DAMIAN BUKA PINTU NYA "


" DAMIAN"


"DAMIAN"

__ADS_1


" DAMIAN BUKA PINTUNYA BRENGSEK "


Qila terus memukul-mukul pintu sambil terus memanggil nama damian karena hasilnya nihil dan Qila yg mulai lelah apalagi sekarang ia sedang mengandung membuat nya mudah kelelahan. ia berjalan ke arah kasur dan merebahkan tubuhnya kembali mungkin dia akan keluar kamar Damian setelah pagi saja,Qila mulai menutup matanya dan terlelap kembali.


__ADS_2