Transmigrasi To Young Mother

Transmigrasi To Young Mother
25.drama pagi


__ADS_3

...####...


" bundddd..." teriak seorang anak kecil dari arah kamar atas yang sibuk kesana kemari mencari sesuatu sambil menenteng 1 sepatu dan tas di gendongannya.


"sayanggggg...." lagi dan lagi teriakan seorang lelaki memanggil dengan pakaian yang terbilang berantakan dasi yang masih belum terpakai. Kameja yang masih di keluarkan.


Lelelaki ini bukan lelaki yangu sebelumnya berteriak tetapi lelaki ini adalah bara suami ruby.


Sedangkan yang pertama suara anak bara dan ruby yaitu gerald.


Tak terasa 7 tahun telah berlalu kini gerald anak bara dan ruby sudah menginjak umur 7 tahun ia sudah duduk di bangku kelas 2 sekolah dasar.


 Gerald memang masuk sekolah lebih muda umur 6 tahun ia sudah masuk kelas 1 sd alesannya karena saat gerald pintar yang harusnya umur 4 tahun ia masih paud ,tapi ia malah di masukan ke tk besar.


Saat ini di dapur sekumpulan orang tengah memasak ada sebagian yang menyiapkan.


Ruby yang asik memasak dengan para pembantunya seketika terjengkit kaget mendengar teriakan dari suaminya dan anaknya.


"ck, kenapa si mereka ribut banget" decak ruby yang meneghentikan acara memotong sayurannya.


"samperin dulu non kayaknya lagi butuh sesuatu, biasanya kalo pagi pagi manggil gini hihihi" cekikik bibi


Ruby pun tertawa mendengar penuturan bibinya memang fakta ini sering terjadi di setiap pagi kalo mereka neriakin nama ruby pagi pagi berati ada sesuatu yang menghilang, dan nanti setelah ruby yang mencari nya ada tuh di depan mata.


"yaudah bi sebentar ya aku ke atas dulu" ucap ruby sambil berjalan ke arah kamar mereka di lantai 2.


..........


"kenapa si nak teriak teriak hem?" tanya ruby di ambang pintu, ia memang memasuki kamar anaknya terlebih dahulu bukan apa apa karena gerald masih kecil kalo bara kan memang sudah tua jadi seharusnya bisa sendiri juga.


" bundaaa sepatu aku mana, kenapa cuma satu? " tanya gerald dengan wajah cemberut menahan kesal.


" udah di cari bener?"


"udah di cari sama gerald bun, tapi masih gak ketemu"

__ADS_1


"yakinnn?"


" yakin bund" ucap gerald mengganggukan kepalanya mantap.


Sedangkan ruby hanya menggelang kan kepalanya sambil tersenyum.


" awas ya kalo bunda temuin" ruby pun segera menggeledah kamar gerald dan mencari kemana hilangnya sepatu.


Hap


pandangannya tertuju pada kolong meja belajar anaknya.


ia pun menghampirinya dan mencoba mengambilnya.


"ini apaa? Ini bukan sepatu?" tanya ruby sambil meenteng satu barang yang sedari tadi anaknya cari di depan wajah gerald


Sedangakn gerald hanya menggaruk kepalanya yang tak gatal dan tersenyum tanpa dosa.


" ya maaf bund tadi bnerean gak ada kok"


" kamu ini bunda kan udah bilang kalo naro barang itu di tempatnya, ya kamu naro sepatu di kolong meja belajar ya gak bakal ket...


" SAYANGGGGG.." teriakan bara memotong ucapan ruby.


Ruby dan gerald yang mendengarnya menutup telingnya .


"bund sana smaperin ayah berisik tau ihh udah tua juga"


ruby hanya meringis mendengar ucapan anak terhadap bapaknya. gerald ini meamng anak yang cerdas ia gampang menilai karakter seseorang walaupun baru pertama kali bertemu.


" yaudah gih kamu beres beres lagi, pake sepatunya bentar lagi kamu berangkat"


Ruby segera berlari ke arah kamar bara menghampirinya.


"iya iyaaa ini aku ada ih kamu teriak teriak mulu huh huh" ucap ruby dengan nafas yang terengah engah ia tadi berlari saat kekamar agar segera sampai kamarnya..

__ADS_1


"saayang tolong pasangin dasi aku sama rapiin kameja aku" ucap bara dengan tanpa dosanya ia berbicara.


sedangkan ruby ia hanya bisa menahan kekesalannya.


ruby pun menghampiri bara dan merapihkan kemeja dan memasangkan dasinya.


Setelah selesai acara drama antara anak dan ayah akhrinya mereka bertiga pun menyantap sarapan yang sudah di hidangkan mereka makan secara lahap.


Setelah selesai memakan makannya merekapun ayah dan gerald berdiri dari duduknya dan akan beranjak pergi


" sayang aku berangkat dulu yah, kamu ati ati di rumah kalo ada apa apa kamu telepon aku" ucap bara dengan ruby yang mencium tangan bara.


CHUP


bara mencium kening ruby lamat interaksi ini memang sering mereka lakukan setiap pagi.


"aku juga bund pergi sekolah dulu" ucap gerald mengambil tangan ruby dan menyaliminya di balas kecupan di kening gerald.


"iya kalian ati ati yah, sayang bawa mobilnya jangan negbut" ucap ruby


" dan kamu jangan nakal yah di sekolahnya" lanjut ruby berbicara kepada gerald.


"siapp boss" ucap keduanya.


Akhirnya mereka berdua pun pergi melenggang meninggalkan ruby sendiri.


Dan ruby hanya menatap sendu ke arah mereka yang semakin lama semakin menghilang.


" gak nyangka gue nisa bertahan lama di dunia fiksi ini, dimana gue ngalamin fase kehamilan 9 bulan fase ngurusin anak smpe anak gue sekarang udah masuk sekolah.


rasanya gue mau ngucapin banyak banyak makasih sama tuhan yang udah ngasih kesempatan kedua gue .


Dan gue juga mau minta maaf sama kalian semua atas semua kebohongan ini dan semoga ruby jiwa ini ia bahagia selalu. .


Tolong tuhan jangan pisahin kami, aku bara dan gerald, semoga kita semua selalu bahagia" ucap ruby dalam hati ia masih melihat ke arah depan tamannya walaupun bara sudah memasuki mobilnya dan mulai berjalan.

__ADS_1


Tbc


__ADS_2