
...######...
"Rubyyy ... Rubyy sayang bangun" bara yang terlewat panik berusaha membangunkan ruby dengan menepuk nepuk pelan pipinya berharap ruby segera bangun.
saat sedang fokus memikirakn sesuatu ia di kagetkan dengan gumaman ruby menyebut bundanya, seluruh badannya bergetar hebat ruby menangis dalam tidur nya.
ia yang merasa khawatir berinisiatif membangunkan istrinya itu .
Saat ini Bara dan ruby masih di dalam mobil menuju perjalanan ke rumah nya, jarak dari rumah sakit ke rumah nya agak lumayan jauh, bisa di tempuh sekitar 40 menitan. maka dari itu ruby meminta ijin sang suami untuk tidur sebentar ia meminta saat sampai rumah untuk membangunkannya.
"hahhh" ruby membuka matanya lebar, dadanya terasa sesak jantung nya berpacu dengan hebat.
"heyy tenang ada aku ,just a nightmare its okay" tenang bara kepada ruby bara membawa ruby kedalam pelukannya menyalurkan kehangatanmya dan menenangkannya.
ruby berpikir apakah ini ingatan masalalu ruby sagita, jiwa asli pemilik tubuh ini tapi mengapa? ada apa dengan masalalunya? Dan ada apa dengan bundanya.
"maaf mas aku menganggetkan mu" ruby dalam dekapannya mendongakan kepala menatap bara yang sedang menatapnya dengan raut khawatir.
Saat ini di dalam mobil hanya ada bara ruby dan supir, mereka berpisah mobil dengan jacob, karena saat berangkat mereka menggunakan mobilnya masing masing.
"ada apa dengan ruby, mengapa ia samapai trauma seperti itu, dan ada masalah apa ruby dengan bundanya" batin ruby memikirkan mimpinya tadi
"jangan melamun, jangan terlalu di pikirkan kau baru saja sembuh" ucap bara sambil mengelus surau sang istri.
Ruby tersentak mendengar ucapan bara, ia tidak sadar sedang melamun sedari tadi. Ia hanya tersenyum menatap sang suami sebagai balasannya.
Tidak terasa akhirnya kedua pasangan ini sampai di rumah nya. Rumah nya masih terbilang sepi, belum ada sanak keluarga yang datang, karena acaranya akan di adakan sore hari sedangkan sekrang jam masih menunjukan pukul 11.00.
dan untuk keluarga sang mertua mamah bara mereka tadi menelponnya tidak bisa mengantar sampai rumah, karena tiba tiba ada urusan mendadak katanya.
bara dan ruby pun keluar dari mobil dengan di bukakan pintunya oleh sang supir
__ADS_1
"terimakasih pak" ucap ruby sambil tersenynm ramah ke pada sang supir.
Supir yang di beri senyuman dan ucapan terimkasih pun merasa kaget. Setaunya majikannya ini tidak pernah bersikap ramah kepada para pekerjanya. dan kali ini pertama kali nya supir melihat senyum sang nyonya yang sangat cantik.
"sama sama nyonya" balsnya sambil menundukan kepalanya .
mereka berdua berjalan ke arah pintu utama.
ruby merasa kagum dengan rumah nya. Ini terlalu magah baginya bahkan ternyata bara lebih kaya dari orang tuanya. Di dunia nyatanya ruby memang kaya dan mempunyai rumah yang besar tapi tidak sebesar ini.
Betapa beruntungya ruby sagita jiwa asli tubuh ini mempunyai suami sekaya bara se perhatian bara se ganteng bara .
ya ampun kalo tau ada cowo sperti ini ruby mau tuh nikah muda walau di umur 17 sekalipun, betapa bruntung nya ruby menempati jiwa ini jadi gak susah susah mencari spek dewa kaya bara ini pikir ruby.
Cklekk
Suara pintu utama terbuka, bara lah yang membukanya. ruby keasikan melamun sampai tidak sadar sudah masuk ke dalam rumah.
Tapi akan terasa indah jika rumah ini di isi dengan suara canda tawa anak anaknya kelak dengan bara.
Berbicara tentang anak, ruby gak habis pikir ia bertransmigrasi ke tubuh orang hamil ."hahh gua aja belum pernah ngerasain bikinnya tau tau udah hamil ajaa" batin ruby . Sambil tersenyum geli
"kenapa senyum senyum?" tanya bara melihat ruby ia merasa aneh mengapa istrinya senyum senyum sendiri.
"akuu lagi ngebayangin rumah besar ini nanti di isi anak anak kita, kayaknya rumah nya bakal nyaman penuh tawa" jelas ruby sambil membayangkan semuanya, ia tidak tahu apa yang membuatnya menerima takdir ini malah dia sangat menanti bayi nyaa.
Bara yang mendengar ucapan ruby pun merasa bahagia, apakah ruby betul betul sudah berubah, bara juga gak sabar menantikan bayi nya.
Bara pun membawa ruby kedalam dekapannya ia memeluknya erat dan mengecup pelipis ruby.
#####
__ADS_1
Jam sudah menunjukan pukul 13.00 sebentar lagi pestanya akan di mulai. Sebenernya ruby ruby merasa gugup apa yang harus ia katakan nanti jika bertemu keluarganya, dan dia harus bersikap seperti apa, ruby sangat bingung apalagi terhadap bunda nya .
Ruby saat ini sedang di dalam kamar mereka, sruby memutuskan untuk satu kamar dengan bara, bara sendiri dengan senang hati menerimanya.
Ruby sudah selesai mandi sekrang ia sedang duduk di depan cermin mengeringkan rambutnya dengan hairdryer dan bersiap make up lalu mencari outfit simple .
sedangkan bara ia sedang di ruang kerjanya, katanya ada hal yang harus ia beresi dulu setelah itu baru ia menyusulnya untuk bersial.
"dewasa banget ya gue sekarang" ruby menghela nafas panjang ia tidak tahu bagaimana takdir nya jika tidak tersesat di dunia novel ini . Ya pasti mati lah.
"udahh syukur gua gak jadi mati ya walaupun masuk ke dunia fiksi, gimana ya kabarnya anyaa gua kangen banget sama anyaa"
"huaaaa anyaaaaa ruby kangeun anya" teriak ruby ia sedih saat mengingat anya sababatnya di dunia nyataa.
Cklekk
Tiba tiba pintu kamar terbuka menampilakn sosok pria jangkung yang tampan.
"anya siapa..?" tanya bara penuh selidik menatap ruby.
"anyaaa ,anya temen ku temen skolah aku dulu hehehe" jawab ruby dengan cengengesa.
"oh iya mas bara mau pake baju apa?nanti aku siapin biar aku pilihan yang cocok dan sesuai dengan baju aku, biar samaan" tanya ruby. Ia pun melanjutkan make up nya yang sempat tertunda. ruby sengaja belum memilih outifnya karena ia akan memilihnya sekalian dengan baju bara agat nanti bisa mencocokannya.
"kenapa gak bilang mau couplean biar aku pesenin di butik langganan aku"
"gak usah. pake baju yang ada aja, jangan mubadzir, lagipula acara kecil kecilan doang kan"
Bara heran apakah amnesia bisa merubah sikapmya juga, sebenernya saat di rumah sakit ia masih bimbang dengan perubahan sikap ruby, ia hanya takut saat ruby mengingat semuanya ia akan bersikap kembali ke semula.
Tapi apa salahnya kita mencoba buat ruby sayang kepadanya, jadi saat nanti dia ingat semuanya setidaknya ia mempunyai rasa cinta kepadanya dan tidak bisa meninggalkannya. Sungguh bara sangat menyayangi ruby, ruby cinta pertamanya, dan semua orang tidak mengetahui nya bahwa bara jatuh cinta pada pandangan pertama kepada ruby saat umurnya masih smp.
__ADS_1
Tbc