
Enjoy It
Mungkin sikap dari Rizky itu sebagai bentuk dari pengalihan agar dia tidak merasa jenuh. Walaupun begitu aku tetap menerima nya sebagai sahabat.
Entah memang ada yang mengaturnya atau memang suatu kebetulan kami selalu berada di satu meja. Mulai dari kuliah tahun pertama sampai akhir kuliah.
"Ah iya Dean, lu tadi napa telat?"tanyanya dengan penasaran. Lanjutnya lagi ,"Untung pak Satrio yang ngajar pertama, kalau nga bisa berabe."ujarnya pada ku dan dia pun berdiri, "Yok kantin. Istirahat bro. Gua yang traktir sepuasnya..." dengan nada yang panjang
Mendengar kata traktir aku pun langsung bergerak cepat, sesampainya di pintu keluar ada orang yang menurut ku sangat..sangat menjengkelkan, dan orang itu adalah mahasiswa yang suka menindas mahasiswa yang lemah,tidak mempunyai kekuasaan yang cukup kuat. Yah biasalah para tuan muda kaya raya yang sok berkuasa.
Anak yang memimpin di depan bernama Renold Bima Raksa,dan kedua anak buahnya sebelah kanan bernama Fernando Beelzebub ,yang sebelah kiri bernama Albert Park.
Setiap Deano berpapasan langsung dengan mereka bertiga..akan selalu terjadi masalah baik itu kecil maupun besar.
Dan yang mencari masalah tentu saja si anak yang bernama Renold..serta dua orang anak buahnya itu.
Seperti yang terjadi saat ini, tapi karena melihat Rizky yang sedang bersama ku dia ketakutan, sebab kekayaan dan kekuasaan keluarga Kusuma lebih besar daripada kekuasaan keluarga Bima Raksa..
Renold tentu saja tidak cukup kuat untuk melawannya, tapi yang namanya Renold pasti akan kembali membalas dendam.
"Tunggu pembalasan gua,dan ingat ini jangan pernah gua ngeliat lu sendirian kalau nga lu kena akibatnya."ucap Renold memperingati Deano dengan nada mengancam nya.
Melihat Renold dan kawan-kawannya sudah agak jauh, Rizky yang dari tadi hanya diam saja akhirnya berbicara "Itu anak napa dah,nga ada di apa-apain marah. Sekali di hajar baru tau rasa huh!"ucap Rizky yang cukup kesal dengan tingkat sok berkuasa Renold.
"Dan juga lu kalau ada masalah minta bantuan gua,nga usah sungkan. Kita ini sahabat bro harus saling bantu membantu."
Aku yang mendengarnya pun terharu,"Ah lu memang sahabat gua yang terbaik, yok kantin gua dah lapar nih,lu juga bilang bakalan traktir gua kan?"tanya ku sambil mengusap perut ku yang kala itu para cacing sudah meminta makan.
"Yoi jadi lah masa gua ingkar janji. yok kantin sebelum makanan nya habis di pesan yang lain. Pesan sepuasnya gua yang bayarin"ucap Rizky dengan semangat.
Sesampainya di kantin, Deano dan Rizky tercengang melihat begitu banyak yang ada di kantin. Biasanya kantin ini tidak akan terlalu ramai pada jam istirahat pertama.
"Eh tempat nya udah pada penuh. Lu cari tempat duduk kosong buat kita biar gua yang mesan" kata Rizky, "Lu pesan apa bro?"tanyanya lagi.
__ADS_1
"Seperti biasa bakso ,es teh manis dan jangan lupa pelengkapnya" jawabku
Dia pun pergi dan aku mencari tempat duduk kosong.
Setelah melihat setengah menit akhirnya aku menemukan tempat duduk yang cocok, tempat duduk yang kosong itu ada di tengah-tengah.
Karena aku tidak melihat ada barang ataupun orang yang menempati tempat itu,aku pun mendudukinya.
Ketika aku akan menempatkan posisi yang nyaman, seketika ada perasaan aneh aku di tatap semua orang yang ada di kantin itu.
Karena rasa lapar dan lelah aku hanya mengabaikan tatapan itu. Kedudukan diriku lalu menunggu pesanan itu.
Tiga menit pun berlalu Rizky datang dengan membawakan makanan yang ku pesan dan yang dia pesan.
Bakso dan nasi goreng, minumannya mungkin akan datang sebentar lagi .
Di letakkan nya di meja dan memberikan pesanan yang aku minta.
"Nih bakso nya,kata di ibu kantin ada bonus lima biji bakso karena kita sudah sering bantu-bantu"
Rizky pun duduk dan berbicara,"Minuman sama yang lainnya entar lagi dateng tunggu aja"
Dan yah seperti apa yang dia katakan yang lainnya memang sudah datang dengan tepat waktu.
Pak Supri namanya di letakkan pesanan kami. "Monggo di makan,selagi masih anget. Yang kuat makan nya biar belajar nya lebih pintar"kata pak Supri berkata pada kami seperti menasehati anak kecil
"Bapak bisa aja,kita udah besar masa di perlakukan seperti anak kecil"
"Makasih yah pak udah di anterin" ucap kami berdua
"Bukan apa-apa ini mah. Ini memang tugas bapak. Bapak pergi dulu mau nganterin makanan yang lain,monggo di makan. Selamat menikmati.
Percakapan kami dengan pak Supri tidak terlalu di perhatikan oleh orang-orang yang ada di situ. Sebab mungkin mereka sudah terlalu lemas memperhatikan sekitar. Mereka hanya ingin makan dan minum.
__ADS_1
Ku nikmati bakso itu dengan mencampurkan saus,kecap dan cabai rawit tumbuknya.
Ku campurkan semua dan meletakkan bahan terakhir yaitu kerupuk rasa udang.
Setelah semuanya selesai aku tidak lupa berdoa supaya makanan ini baik.
Deano juga Rizky memakan makanan mereka dengan lahap.
Tinggal sesuap terakhir, tiba-tiba saja ada yang menepuk pundak mereka berdua,"Yoo kalian berdua selalu begini. Setiap kekantin tidak mengajak kami ikut" kata seseorang yang mempunyai suara cukup berat , mempunyai tubuh yang cukup atletis,bermata biru laut, mempunyai lesung pipi di sebelah kiri,dan berambut pirang. Dan namanya adalah Aland Chaiden orang keturunan Inggris Indonesia.
Dan di belakangnya ada dua orang yang cukup tampan satu bernama Adney pria berambut yang cukup panjang berwarna hitam keunguan. Tubuhnya yang juga atletis. Satunya lagi bernama Caldwell orang yang seketika di lihat adalah orang yang tidak mudah di dekati. Pria ini memiliki aura bangsawan kelas atas,mata hitam pekat yang membuat melihatnya membuat siapapun ketakutan serta yang cukup mempesona para wanita juga rambut hitam pekat yang membuat seseorang berpikir dia adalah penyendiri. Juga pria ini memiliki badan atletis.
Entah ada angin apa yang membawa mereka menjadi sahabat dekat dari Deano.
Mungkin karena mereka saling terkoneksi satu sama lain.
"Kita-kita kan beda kelas bro ya jadi masa kami menjemput kalian bak putri mahkota"kata yang keluar dari mulut Rizky yang cukup menggelikan.
"Iya juga sih,tapi kan bisa lu telpon. Itu ada alat canggih tapi nga di gunain,gimana sih"
Rizky yang mendengarnya hanya cengengesan
"Hidih, yang lu tau hanya cengengesan"ucap Adney
"Hehe,ya maaf bro namanya juga manusia pasti ada kesalahan nya...bla..bla
"Ah iya iya iya bos iya kita udah dengar,udah" ucap mereka bertiga kompak,karena mereka tau kalau sekali Rizky berceramah pasti tidak akan selesai-selesai dan akan berputar-putar di situ-situ saja.
Rizky yang tau siasat mereka bertiga pun cemberut"Huh lu pada ya ,gua mau ngomong sesuatu yang benar ,lu pada nga mau dengar. Ya udah"
Mereka bertiga Aland,Adney, Caldwell hanya tersenyum..jika mereka bersuara maka masalah itu akan semakin rumit.
Melihat suasana itu Deano sangat terharu bisa mengenal mereka berempat. Yang pasti dia akan membalas kebaikan mereka berempat jika dia sudah bebas dari hukumannya.
__ADS_1
Yoo all, see you next chapter :)