Tuan Pewaris Jatuh Cinta

Tuan Pewaris Jatuh Cinta
Adney Anak Cerewet


__ADS_3

Bel istirahat kedua pun berbunyi dan segera akan memasuki ruangan Pak Damar, entah apa nanti yang terjadi kepada kami


Beberapa saat setelahnya Dean dan temannya berdiri di depan ruangan Pak Damar


Tok..tok..tok


Mendengarkan suara ketukan itu, seseorang yang ada di dalam pun merespon, "Silahkan masuk, pintunya tidak di kunci"


Ku langkahkan kaki ku ke dalam dan melihat sebuah ruangan yang lumayan luas


"Oh kalian, silahkan duduk" ucap bapak itu pada kami. Mereka pun duduk


Belum sempat untuk menarik nafas, suara yang bertanya dan terdengar tegas berkata, "Kalian sudah tau apa kesalahan apa yang telah kalian perbuat?"


Jantung ku berdetak tidak karuan karena terlalu takutnya, "Ta..tahu Pak, kami tidak akan mengulangi kejadian yang seperti itu. Kami minta maaf sesungguh-sungguhnya" jawab mereka dengan serempak


"Karena kalian berlima sudah mengakuinya dan juga sudah berjanji, Bapak akan memaafkan kalian untuk kali ini saja. Jika kalian terlambat lagi, maka kalian akan tahu apa akibatnya"


Jantung pun kembali berdetak normal, seolah dia tahu bahwa sudah bebas dari hukuman


"Baik Pak, terima kasih sudah memaafkan kami." menunggu instruksi selanjutnya dari bapak itu


"Baiklah, kalau begitu silahkan keluar dan istirahat dan ingat sesudah bel berbunyi langsung masuk ke kelasnya, jangan bapak lihat kalian masih berada di luar kelas"


"Sekali lagi terima kasih Pak" kami akan segera sampai sedikit lagi di depan pintu, mendengar suara dan lagi-lagi jantung kami berdetak tak karuan.


Memutar badan dan melihat yang tadi bersuara

__ADS_1


"Begini, bapak ada tugas sebentar. Begini bapak kan akan masuk ke kelas sebelah. Tolong kalian ambil buku di gudang untuk nanti di bagikan ke mahasiswa nanti" hati pun lega mendengarnya


Dan dengan segera kami keluar, untuk menghindari jika-jika nanti bapak itu berubah pikiran atau menyuruh lagi hal lain.


Beberapa menit pun berlalu dan kami segera masuk ke ruangan kelas yang tadi di perintahkan dengan membawa buku-buku.


Berhubung karena sebentar lagi bel berbunyi, sudah banyak mahasiswa yang masuk ke ruangan dan yah mereka tidak menyangka akan melihat pemandangan dan kejadian yang tidak akan mereka lupakan, yaitu melihat para mahkluk-mahkluk ganteng sedang berada di kelas mereka dan memegang buku.


Obsesi mereka terhadap kejadian itu sangat besar terutama para perempuan. Ada yang berkata, 'kejadian ini harus di saksikan dan teruskan kepada para anak cucuku bahwa para senior yang rupawan mengunjungi kelas kami dan juga mengantarkan buku-buku.


Itu memang sangat berlebihan, yah yang namanya juga obsesi pasti akan tidak masuk akal.


Ada juga karena hal itu menjadi bersemangat dan giat dalam belajar. Itu adalah hal baik.


Tapi ada yang lebih mencengangkan yaitu ada seseorang yang berkata akan memajang buku itu dan merawatnya dengan baik juga tidak akan pernah menyentuhnya.


Sampai lah mereka di depan pintu ruangan mereka. Dan segera memasuki ruangan. Menuju kursi masing-masing dan setelahnya ku duduk kan diriku di bangku yang cukup nyaman setelah sekian lama berdiri.


Oh iya berhubung kami adalah sahabat, kami jadi duduk bersama di satu baris.


Itu merupakan pemandangan yang sangat indah.


Tapi jangan salah sangka itu sempurna, karena masih ada juga yang menurut mereka itu tidak terlihat indah.


Karena bagi mereka yang tidak menyukai Dean, sangat tidak cocok bersama dengan empat orang sahabatnya.


Para anak orang berkuasa dengan anak miskin serta pecundang, yang sedang duduk bersama. Menurut mereka itu sangat-sangat tidak pantas untuk Dean. Mereka merasa jijik dan muak.

__ADS_1


Karena ada seseorang yang benar-benar jengkel dengan hal itu akhirnya, angkat bicara dan berkata, "Oh sekarang sangat mudah ya duduk bersama para orang-orang kelas atas. Mata ku sungguh tercerahkan dengan hal itu. Lihatlah mari kita belajar dari orang-orang ini" ucapnya yang menurut Dean sangat menjengkelkan. Dan juga sifatnya yang seperti berbaik hati tapi nyatanya sangat busuk.


Orang-orang di sekitar pun mendengarkan dengan seksama. Ada yang hanya diam, mengernyitkan dahi, dan terkikik.


Tidak tahan lagi dengan hal-hal menjengkelkan lainnya akhirnya, Adney yang sedari tadi menahan diri berbicara dengan keras, "Kalian yang hanya bisa membicarakan orang dan menjelek-jelekkannya padahal tidak tahu apa-apa, lebih menjijikkan dari sampah"


"Juga yang terkikik, kalian sebaiknya bercermin dan melihat diri kalian bagaimana. Jangan hanya bisa menertawakan padahal dirinya sendiri sangat-sangat menggelikan."


"Dan kalian, untuk yang hanya diam mendengarkan, atau yang tidak peduli. Sebaiknya segera perbaiki sifat itu. Karena manusia yang seperti itu bukanlah manusia. Juga itu bukanlah ajaran moral yang telah di ajarkan kepada kita mahasiswa. Kita harus peduli dengan lingkungan sekitar jangan hanya mementingkan diri sendiri. Manusia tidak bisa hidup sendirian. Karena dalam buku sudah tertulis, tanpa sesama manusia tidak akan menjadi manusia. Itu hanya akan menjadi seonggok daging berbentuk, tak berotak, dan akan cepat mati." ucapnya dengan lancar, tegas, dan yang mendengarnya sangat ketakutan.


Semuanya pun terdiam dan tidak berani berbicara. Beberapa menit telah berlalu dengan suasana hening, takut jika mereka membuat keributan, mereka akan mendengar kata-kata nasihat yang amat sangat panjang itu.


"Huh!!.Karena kalian hanya bisa diam, itu bagus. Sekali ku ingat kan untuk kalian. Ingat dan pahami yang tadi kukatakan. Jangan masuk sebentar lalu keluar lagi" lanjutnya


Karena kesal, juga tenggorokannya yang kering akibat sudah banyak berbicara panjang lebar. Dia pun duduk dan meminta minum. Dengan segera ada minuman datang dengan secepat angin. Adney pun meminumnya dengan sekali tegukan. Dia pun merasa lega.


Kata-kata bijak nya tadi sangat-sangat membuat banyak terdiam


Mereka sangat terpesona dengan tuan muda Adney.


Karena hal itu jugalah yang membuat para gadis-gadis, menjadi semakin tergila-gila terhadap Tuan Muda Adney.


Selesailah Adney meringankan dahaganya


Dean dan lainnya yang sedari tadi diam, akhirnya berbicara "Hebat bro. Aku kagum padamu. Kata-kata mu yang menusuk membuat banyak orang terdiam. Dan juga haha..dia mendapatkan gadis-gadis yang sangat tergila-gila dengan nya. Bukankah itu menyenangkan." mereka semua pun tertawa


"Haha..itu hal biasa. Oh iya Dean sebagai orang yang di tindas hanya berdiam diri. Kenapa tidak membalas perbuatan mereka. Biar mereka tahu membicarakan orang, menjelek-jelekkan, tidak baik" tanyanya yang membuat semua orang memandang Dean.

__ADS_1


Bulu kudukku berdiri melihat tatapan menyelidik mereka. Dan karena tidak tahan lagi dengan tatapan itu, akhirnya dia berbicara, "Bukan saatnya, tapi yang pasti mereka akan di beri pelajaran satu persatu. Tinggal menunggu waktu yang tepat. Bersabarlah. Dan terimakasih atas kata-kata bijaknya Tuan Muda Adney" jawabannya dengan senyum agak dingin


__ADS_2