Tuan Pewaris Jatuh Cinta

Tuan Pewaris Jatuh Cinta
Pak Damar Si Pengajar Killer


__ADS_3

Badan Myta bergetar mendengarnya dan karena ketakutan yang luar biasa dia pun melarikan diri,Adney akan mengejarnya tapi Dean menjegatnya sebab dia tau perempuan itu akan memanggil atau juga melaporkan ke pengajar dan membalikkan fakta itu..


Dia tahu betul sifat Myta mantan kekasihnya seperti apa,


Kalau tidak senang dia akan marah pada orang lain, tidak suka maka dia akan membuangnya jauh-jauh, dia iri maka dia akan memberi pelajaran pada orang yang dia iri kan. Dan satu hal lagi, kalau menurutnya masalah itu tidak bisa di atasi maka dia akan mengadu kan, serta membalikkan fakta sehingga lawan yang tidak di sukainya itu akan tidak bisa lagi berkutik di hadapan kekuasaan dan kekuatan keluarganya yang luar biasa ,bagi orang awam serta bagi sebagian pejabat


Walaupun sifatnya yang seperti itu Dean tetap memakluminya dan tidak menegur, karena dia berpikir yang namanya wanita pasti akan begitu, itulah sebabnya yang membuat sifat Myta yang semakin menjadi-jadi.


_Flashback On_


Pernah sekali Dean menegurnya dengan keras karena Dean merasa perbuatan Myta sudah di luar batas


Karena Myta sifatnya yang sangat angkuh dan tidak suka di bentak, Myta pun menampar pipi Dean dengan keras dan berkata,"Kamu berani membentak ku,kamu jangan lupa kamu hanya lah kekasihku, jangan kamu pikir karena kamu adalah kekasihku maka kamu bisa semena-mena terhadapku. Baiklah karena kita memang tidak bisa saling memahami maka kita akan putus dan ingat ini aku akan membalas semuanya,kamu sebaiknya berhati-hati"ucap Myta di kala itu dengan mata merah dan suara nada sakit hati


Aku yang mendengarnya di kala itu sangat terkejut, raut wajahku sangat tidak baik dan mata lesuku yang seakan meminta maaf, ku tarik tangannya dan dia membalikkan badannya


ku kira dia akan terus menatap dan akan berbaikan tapi itu adalah akhir kisah cinta kami


Myta POV..


ku lepaskan tanganku dari genggaman tangannya yang kuat dan hangat, hati kecilku seperti berteriak 'jangan marah dan maafkanlah dia, bukannya kamu sayang padanya' juga ku lihat wajahnya yang lesu dan sangat menderita. Tapi karena ego yang sudah menguasai diriku, aku pun menarik tangan ku dengan keras dan itu adalah akhir cinta bersama dengan Dean.


_Flashback Off_


Melihat Dean yang melamun, Adney mengangetkan ku.


Adney berkata,"Tidak baik melamun di siang hari, nanti kemasukan baru tau rasa"dan memukul kepalaku

__ADS_1


"Adu..duh iya tau, terima kasih sudah membangunkan ku,oh iya sebelum orang-orang yang lain datang sebaiknya kita segera ke kelas, lagian bel akan bunyi sekitar lima menitan"


"Oh iya..ya cepat-cepat masuk, Pak killer yang akan mengajar..bisa habis kita kalau terlambat masuk saat di jam belajarnya." Kami pun berlari menuju kelas


Waktu lima menit itupun hampir habis. Saat kami sudah melihat ruangan kelas dan Dean serta temannya melihat Pak Damar yang di cap sebagai pengajar yang sangat disiplin, akan segera tiba di depan pintu ruangan itu.


Jika mereka keduluan maka mereka akan di hukum, dan yang katanya tidak akan segan-segan menghukum mahasiswa-siswi yang tidak taat aturan, juga yang tidak akan memandang bulu, baik itu yang kaya,miskin akan tetap di hukum dengan adil sesuai perbuatannya.


Karena itu mereka semua berlari dengan sekuat tenaga dengan harapan bisa masuk sebelum Pak Damar tapi sayang mereka tidak bisa memburu masuk..


Pak Damar sudah mendahului mereka, pupus sudah harapan mereka untuk masuk duluan.. karena memang tidak bisa lagi maka mereka akan menerima segala hukuman yang nantinya akan di berikan kepada mereka berlima


Dengan langkah pasrah dan nafas yang tersengal-sengal mereka berlima memasuki kelas, ketika sampai selangkah lagi akan masuk..ada yang memanggil nama salah satu dari mereka


Mereka terkejut bukan main dan terjatuh sehingga dengan tidak sengaja ikut menjatuhkan orang yang tadi memanggil


Bruakk..


Buku-buku yang lumayan berat pun terjatuh dan mengenai kepala Adney dan membuat kepalanya penuh bintang-bintang yang berputar-putar


"Aduh, kepala ku ada bintangnya. Sangat indah seperti mahkota"


Dean yang jatuh terkelungkup yang sebagian badannya masuk ke ruangan yang di penuhi orang, dua orang temannya yang terantuk dinding dan satunya lagi yang hanya berdiri dengan santai, orang itu adalah Caldwell


Author POV :Wow Impresif (Emoticon Kepala Batu)


Kejadian itu adalah hal yang paling memalukan, bagi mereka yang terkena musibah.Dan juga hal yang menakjubkan sebab, sekumpulan orang-orang tampan yang terjatuh, dengan cara yang cukup indah dari sudut pandang yang berbeda.

__ADS_1


Pelaku dari penyebab kejadian itu menatap heran dengan kejadian tersebut, dan berkata, "Para anak muda sekarang benar-benar, sangat bersemangat"


Dengan segera Dean dan teman-temannya bangun dan dengan cepat mengubah sikap mereka untuk agar tidak memperburuk keadaan


"Ah iya, ngomong-ngomong kita tadi mau ngapain ya. Oh iya kita kan mau belajar. Mari masuk dan menerima pelajaran dari pak pelajar dengan baik" ucap Adney dengan nada berpikir dan masih dengan kepala pusingnya untuk mencairkan suasana canggung itu


"Ah iya tadi sepertinya ada yang memanggil?. Ah maafkan saya Bu, saya tidak melihat anda di sini. Ngomong-ngomong Ibu tadi manggil?. Ibu mau membicarakan hal apa?"ucap Adney dengan nada sopan


Dean beserta teman-temannya heran dengan Adney yang masih bisa berbicara banyak dengan kesadaran yang sekarang. Tapi mereka bersyukur.


Ibu yang tadi mau menyampaikan sesuatu mengundurkan hal itu, dan untuk menyelesaikan percakapan itu, dia pun menjawabnya dengan berbohong


"Bukan apa-apa, Ibu hanya ingin melihat keadaan. Apakah semua murid sudah masuk ke ruangannya. Dan kalian kenapa tidak segera masuk!?" dengan nada sedikit marah


Dengan segera pun Dean masuk di ikuti yang lain tapi sebelum itu permisi ke Pak Damar yang sedang ada di kelas.


Pak Damar pun mengizinkannya


Mereka menghembuskan nafas lega, tapi sebelum mereka bisa bernafas dengan bebas mereka mendapatkan kejadian yang mereka sudah duga-duga sebelumnya


"Lima murid yang tadi, silahkan nanti ikuti bapak dan masuk ke ruangan bapak, untuk membicarakan sesuatu dengan sangat-sangat baik" ucap Pak Damar dengan nada dingin dan tegasnya di tambah senyum menakutkannya itu


Dean dan lima orang itu bergetar serta berkeringat dingin, dan mereka menjawab dengan nada pasrah "Baiklah Pak"


Para Anak-anak yang ada di dalam kelas berbisik-bisik serta mereka bisa melihat ada yang sedang menahan tawanya dengan sekuat tenaga.


Murid yang menahan itu tentu saja tidak akan tertawa di hadapan semuanya, apalagi ada Pak Damar yang sangat mendisplinkan bahwa, saat belajar di jam pelajaran apalagi saat di jam pelajarannya sendiri, tidak boleh ada yang bersuara, atau melakukan hal lain kecuali mendengar, menyimak,mencatat, dan menulis

__ADS_1


Kalau dia tertawa maka dia akan kena hukuman


__ADS_2