Two Star Battle

Two Star Battle
tertimpa puing-puing bangunan


__ADS_3

" apa yang di sini pak " kata Li Yam


" kota di serang oleh monster" kata (bapak itu) dan tak lama bapak itu tewas karena telah kekurangan darah.


Tiba ada ledakan besar yang terjadi di dekat sana yang mengakibat Li Yam terpental dan tertimbun oleh puing-puing reruntuhan bangunan yang ada di dekat sana .


Li Yam keluaran dari reruntuhan dengan susah payah.


" ahh " kata Li Yam sambil memegang bahu sebelah kiri yang berdarah.


Tiba-tiba ada segerombolan monster datang menghampiri Li Yam di sebalik puing-puing reruntuhan .


" ahrg Aarhg " suara nafas monster di belakang puing-puing tak lama. Monster itu mendekati mayat bapak yang tergeletak di dekat sana, dan tak lama para monster berkumpul di dekat mayat itu dan memakan nya dengan sangat beringas dan Barbara.


Li Yam sambil menahan rasa sakit berusaha berdiri sambil melihat keluar, dan melihat para monster berkerumun sambil memakan mayat bapak tadi.


Li Yam langsung berbalik dan langsung berlari dari sana , tapi sayang Li Yam tersandung dan menarik perhatian para monster . Para monster langsung menoleh dan melihat ke arah Li Yam . Li Yam yang panik langsung berlari dengan kencang tak tau arah, dengan spontan para monster langsung mengejar Li Yam.


Li Yam terus berlari ke arah barat , Li Yam terus berlari tak tau arah dan terus berlari kearah barat dan berteriak minta tolong. Li Yam terus berlari sambil menahan rasa sakit di sekujur tubuh nya.

__ADS_1


Li Yam yang sudah kehabisan tenaga terjatuh dan mulai kehilangan ke sadar dan memikirkan bah perjalanan hidup cuma sampai di sini .


Tak lama ada sebuah cahaya data meliputi tubuh Li Yam dan membetulkan kubah pelindung transparan. Li Yam yang setengah sadar melihat seorang wanita berdiri di depan dan bertarung dengan para monster dan di bantu oleh beberapa orang.


Li Yam perlahan menutup mata dan kehilangan kesadarannya.


Li Yam mengambang di ruang hampa ( alam bawah sadar) Li Yam melihat cahaya yang ada diatasnya dan berusaha menggapainya , perlahan tubuh Li Yam terus kebawah sambil menutup mata .


Tiba tiba Li Yam terbangun dari tidurnya dan napas yang terngeah-engah.


" kau sudah bangun " kata Abbrar


" sudah diam Kana ni roti " kata Abbrar sambil memasukkan roti kedalam mulut Li Yam dengan kesal.


Li Yam kesulitan bernapas karena terlalu banyak roti di dalam tenggorokan dan langsung menelan nya semua roti yang ada didalam mulutnya dan langsung duduk dan meminum semua air yang ada di samping nya .


" apa kau mau membunuh ku " kata Li Yam dengan suara yang tengah


" sudah lah seharusnya kami meninggalkan kau saja di sini, kita seharusnya berangkat tadi pagi Karana kau belum sadar keberangkatan di undur " kata Abbrar sambil membungkus kembali roti yang tersisa

__ADS_1


" apa yang terjadi selama aku tertidur" kata Li Yam


" tak ada kecuali ibu menelpon mu 17 kali" kata Abbrar


Li Yam langsung berdiri dari tempat tidur langsung mencari handphone


" dimana letak handphone ku " kata Li Yam


" tu di cas " kata Abbrar


Li Yam langsung mengambil handphone dan mencoba memanggil ibu nya


" sudah lah kau tidak bisa menelpon sekarang, tak ada sinyal " kata Abbrar


Abbrrar lalu melempar tas nya Li Yam dan memberikan ke pada Li Yam


" sudah lah cepat kita kumpulkan " kata Abbrar.


Li Yam dan abbrar berjalan keluar dari tendangan.

__ADS_1


__ADS_2