
"Tidak ku sangka yang datang malah bocah " suara samar-samar. sebuh sosok bayan putih keluar diantara tembok
"nak apa kau ingin menjadi tak terkalahkan" suara bayangan putih.
"hah ,tak terkalahkan ?" suara liyam , sambil melihat seksama
"ya menjadi tak terkalahkan" suara bayangan putih
"aku saja tak kenal kau" suara liyam
"haah , aku Ling yang dihormati dan yang terkuat " suara bayangan putih
"haah , Ling aku saja tidak pernah mendengar nama itu " suara liyam
"sudah lah waktu ku tidak banyak lagi " suara Ling
" haah waktu tidak banyak lagi ?,bukan aku sudah mati " suara liyam
" kau belum mati bocah kau hanya pinsan terkena ledakan " suara Ling
" jadi aku belum mati , lalu mengapa aku di sini " kata liyam
" haah tidak ku sangka penerus ku sebodoh ini , sudah lah waktu tidak banyak lagi aku akan memberikan sesuatu pada mu " kata Ling
( Ling \=pangeran Ling)
Ling mengayunkan tangan nya dan seketika keluar cahaya dan langsung mengarah ke kepala liyam . seketika kepala liyam langsung berteriak ke sakit .
__ADS_1
"ahaaaaah" suara teriakan liyam
" hmm tak ku sangka sudah ada orang yang lebih dahulu memberimu warisan " kata ling
"apa yang kamu berikan kepada ku , kenapa kepala ku sakit sekali "kata liyam
"nak, nama ku Ling, pangeran ketujuh dari kerajaan cadia aku memberi kunci altar bintang ,aku berharap kau bisa mengembalikan kejayaan manusia dan menyatukan merak semua "kata Ling
liyam kebingungan apa yang di kata pangeran ling .
"mengembalikan kejayaan manusia?" Kata liyam
"sekarang kau mungkin tak paham tapi aku yakin kau bisa melewatinya semua, waktu ku. hampir habis aku akan memberikan semua ingat ku pada mu , sebelum itu aku akan membuka lautan spiritual mu"kata pangeran Ling .
pangeran Ling mengarah kan tangan nya ke perut liyam dan membuka lautan spiritual nya .
"Haaa, semudah itu"Kata liyam
"Ya sudah selesai "kata pangeran Ling
Liyam pun mencoba merasakan aura spiritual nya.
" Hahahaha , akhir lautan spiritual ku terbuka " kata liyam
Pangeran ling tersenyum dan dia mulai menghilang.
" Nak waktu ku sudah akan habis , aku akan memberikan ingatan ku pada mu , tapi sebelum itu ingat kata-kata ku ,kau tidak boleh menunjukkan altar bintang ke siyapapun , di altar bintang banyak buku yang biasa kau pelajari baik itu belaik itu beladiri mau teknologi tak hanya itu altar bintang terhubung dengan semua altar dan yang menyimpan peradaban mereka masing-masing di sini kau juga bisa menemukan teknik beladiri dan langsung terhubung dengan lautan spiritual mu " kata pangeran Ling
__ADS_1
Pangeran Ling mendekati liyam dan meletakkan dua jarinya di kening liyam dan memberikan ingatannya
"Waktu ku sudah habis " kata pangeran Ling
Seketika cahaya terang bersih dan membuat liyam terbangun dan merasa kan banda nya masih terasa sakit
" Dimana ini "kata liyam , sambil mencoba berdiri . Seketika Kapala liyam sakit sekali yang membuat liyam tersungkur ke tanah .
Semua ingatan dan kenangan pangeran Ling mengalir di dalam pikiran liyam, sambil berteriak kesakitan .
"Aaaaaaaaaaaaa ahaaah " suara teriakan liyam
" Haah kepala ku mau meledak saja rasanya" kata liyam sambil memegang kepala nya , liyam berusaha berdiri dan jalan sambil menahan rasa sakit kepala nya.
Liyam terus berjalan di tengah hutan hingga dan menemukan jalan raya dan berjalan menuju ke selatan meju arah kota asal nya .
Liyam terus berjalan sampai dia tidak sanggup lagi dan terkapar di tengah jalan.
" Bruuum bruuum " suara mobil , mobil itu berhenti dan menghampiri Liyam yang terkapar di tengah jalan dan membawanya .
" Ayah apa kiat akan membawanya?" Kara seorang anak kecil
" Ya kiat akan membawanya pulang dan mengobati nya" kata ayah sangat anak.
" Lim angkat Anak itu ke mobil"kata ayah sangat anak
lim mengangkat liyam ke atas mobil nya , dan membawanya pulang kerumahnya .
__ADS_1