Two Swordplay

Two Swordplay
CPT 1#


__ADS_3

Di malam yg dingin hujan deras di sertai Guntur terdengar suara tangisan bayi perempuan yang akan merubah hidup orang-orang di sekitar nya


Valentina Narza (15-1-2010)


Narza adalah anak dari Sinta dan Azkar mereka sepasang kekasih yang sangat amat di segani kedua nya sangat di hormati di desa mereka karna memiliki kelebihan yang luar bisa.

__ADS_1


Sinta dapat menyembuhkan seseorang hanya dengan menyentuh tubuh nya orang yg memiliki luka atau penyakit akan sembuh seketika ketika tangan Sinta mengeluarkan cahaya berwarna hijau yang sangat indah seperti Aurora.


Azkar memiliki kekuatan turun merurun dari keluarga nya yaitu dua pedang yang memiliki kemampuan yang luar biasa pedagang itu adalah zowdia dan arowdia. Zowdia adalah pedang yang dapat menelan jiwa jiwa jahat dan pedang yang sangat ganas karna aura negatif dari pedagang itu sangat kuat orang terkena sayatan dari pedagang itu akan langsung terserap jiwa nya dan akan mati dengan jiwa yang masih terperangkap dan menjadi kekuatan untuk pedagang zowdia, pedagang ini dapat di panggil di mana pun sang pengendali mau dengan mengayunkan tangan kiri sang pengendali pedang itu akan langsung keluar dari sebuah portal jiwa. Arowdia berbeda dengan zowdia pedang arowdia memang tidak sekuat zowdia tapi dia memiliki kelebihan untuk mengembalikan jiwa yang telah mati untuk kembali ketempat asal nya (arwah yang tersesat) pedagang arowdia akan terpanggil dengan mengayunkan tangan kanan sang pengendali dan akan terbuka portal astral.


Nazra sudah berusia 6 THN hari ini adalah hari ulang tahun nya yang ke 6 Keluarga Nazra berdatangan ke rumah Nazra untuk mengucapkan selamat pada gadis kecil itu. Tapi ada yang membuat orang tua Nazra gelisah karna kakak ipar yang terkenal dengan sihir menyegel nya akan ikut merayakan pesta buah hati nya yang ke 6 ini. Azkar dan Sinta saling bermusuhan dengan kakak ipar nya yaitu Sura dan Mirna karna selalu membuat masalah pada kehidupan Azkar dan Sinta bahkan mereka segan melukai Sinta saat sedang hamil.

__ADS_1


Sura pun datang ke pesta itu dengan Mirna dan kedua anak nya yaitu Risma dan Hanif Risma yang masih berusia 8 THN dan Hanif yang masih berusia 2 thn. Risma sangat akrab dengan Nazra dan sering untuk mengajak Nazra menginap di rumah nya itu lah yang di khawatir kan orang tua Nazra karna hubungan antara orang tua mereka sangat tidak baik apalagi Sura adalah pribadi yang kejam dan sangat keras, tapi mau bagaimana lagi Azkar dan Sinta tidak bisa menolak permintaan putri kecil nya itu.


Pesta berjalan dengan lancar dengan pengawasan Sinta dan azkar Putri kecil nya sangat bahagia mendapatkan banyak hadiah "papa lihat aku dapat boneka beruang dari kakak Risma cantik kan" ayah nya hanya tersenyum kepada putri kecil nya itu. Saat sedang sibuk membuka dan menata nata barang yang di dapat kan Nazra tiba-tiba saja orang kepercayaan azkar yaitu Baron berteriak memberikan peringatan pada azkar untuk segera kabur membawa anak istri nya azkar yang panik dan kebingungan lantas bertanya "Apa yang terjadi Baron kenapa berteriak seperti itu aku harus lari dari apa"


Baron yang sangat panik langsung menarik mereka bersembunyi sambil berkata" tuan anda di amuk warga karna di tuduh menumbalkan bayi salah satu warga untuk kepentingan diri sendiri" sontak azkar berhenti sambil berteriak "KAU GILA BARON MANA MUNGKIN AKU MELAKUKAN NYA!" Karna teriakan itu warga pun menemukan mereka berempat dan langsung mengancam azkar, Sinta dan Nazra untuk menyerahkan diri kepada warga untuk di segel. Mendengar kata kata warga itu Azkar mengelak "apa salah saya mengapa saya istri saya dan anak saya harus di segel?" Sepasang suami istri pun menjawab nya dengan tangisan dan emosi "kau yang membunuh anak kami dasar penyihir kau patut untuk di segel!!" Azkar yang kebingungan langsung bertanya "apa bukti dari perbuta yang anda bicarakan tadi" istri dari sepasang suami istri itu pun menjawab "kemarin aku melihat ada seseorang yang menusuk bayi ku dengan pedang hitam dengan berlian ungu di tengah nya dan pemilik pedang itu adalah kau sang ahli pedang Azkar!! Pedang mu itu pedang zowdia yang menelan jiwa anak ku!!" Azkar yang kebingungan hendak menjelaskan bahwa ini hanya salah paham tetapi di potong oleh Sura kakak ipar nya "sudah lah Azkar penyihir jahat seperti mu patut untuk di segel, kau sudah terlalu banyak bicara sekarang akan ku mulai penyegelan nya!!".

__ADS_1


__ADS_2