
(pagi 1 asrama)
Nazra memulai pagi dengan langsung mandi dia mandi sebelum anak yang lain nya bangun Karan dia tidak suka keramaian.
setelah semua keributan para siswa dn siswi di yang berebut kamar mandi telah selesai, mereka pun segera menuju kantin termasuk Narza.
"tch ramai sekali, hemm seperti nya aku akan membeli roti dan teh saja" setelah itu Nazra pun mencari tempat duduk yang kosong. sambil memakan roti yang sudah dia beli tiba tiba ada seorang laki laki yang memanggil nya.
"nona boleh kah saya duduk di bangku kosong ini??"
"ohh ya silahkan"
keadaan semakin canggung karna tidak ada sepatah kata pun yang di lontarkan kepada Nazra atau pun sang pria, akhirnya sang pria itu mulai berbicara.
"bolehkah saya mengenal anda?"
"ohh ya tentu"
dengan hormat laki laki itu pun memperkenalkan diri.
"perkenalkan Faris Alexa, Panggil saja Alex"
"saya Valentina Narza, senang bertemu dengan mu Alex"
Tak lama setelah saling memperkenalkan diri bel pun berbunyi dan jam pun menunjukkan pukul 09.30, alex dan Nazra pun langsung bergegas di kelas mereka masing-masing.
__ADS_1
saat sampai nya di kelas Nazra memilih tempat duduk di belakang. tak lama setelah Nazra masuk Miss Angel masuk, dia adalah wali kelas dari magic moon.
" oke anak-anak sekarang waktunya perkenalkan diri, miss akan memulai darii..... owhh ya dari gadis yang di belakang sana, silahkan maju sayang"
"tch sial kenapa harus aku" Nazra pun maju dengan perasaan yang tertekan.
"halo semua saya Valentina Narza, panggil saja Nazra senang bertemu dengan kalian"
"terimakasih Nazra silahkan kembali ketempat duduk mu"
ketika Nazra sedang menatap keluar jendela sambil mendengarkan nama siswa siswi teman sekelas nya, ada dua nama yang familiar ya itu Fera dan Alex.
"perkenalkan semua saya feranaa panggil saja Fera semoga dapat berteman baik"
"saya Farisa Alex senang bisa bertemu"
setelah semua murid memperkenalkan diri pelajaran pertama pun di mulai, "anak-anak karna hari ini hari pertama kalian masuk jadii Miss mau lihat kemampuan kalian masih masing, Miss akan tentukan sesuai absen ya"
yang pertama maju adalah Alex, ketika Alex mengayunkan tangan nya ada 6 buah pisau yang bisa di kendali Alex, tidak hanya itu Alex juga bisa mengendalikan petir yang memang terkenal mematikan.
setelah beberapa anak maju giliran Fera yang memungkinkan kekuatan nya, ternyata dia bisa mengendalikan angin mengunakan kipas yang ada di tangan nya.
akhirnya giliran Nazra yang maju, karna paman tidak memperoleh Nazra menunjukkan zowdia dan arowdia Nazra hanya mengeluarkan kekuatan medis dari ibunya Sinta. setelah memperlihatkan kekuatan nya pada teman kelas nya mereka pada berbisik-bisik kecuali Fera dan Alex. salah satu suara mereka ada yang terdengar ya itu "ihh bukannya sihir tingkat rendah kenapa bisa satu kelas dengan kita" "ihhh iya memalukan".
Nazra hanya terdiam sambil berjalan menuju bangku nya. pelajaran pertama pun selesai bel sudah berbunyi menunjukkan waktu istirahat, Nazra pun sedang bersiap untuk ke kantin, saat hendak berjalan menuju pintu keluar Tiba-tiba Fera menghadang .
__ADS_1
"Nazra ummm mau ke kantin bersama ku?"
"tidak" jawab Nazra dingin.
"ayolah aku ingin menjadi sahabat mu"
."aku tidak mau memiliki sahabat"
ketika mereka sedang berbincang-bincang tiba tiba sekelompok pembully itu datang dan membalas dendam, mereka melempari catu kepada Nazra dan Fera tapi karna sifat cekatan Nazra ia langsung membuat perisai dan segera menarik Fera keluar kelas.
"terimakasih kau sudah menyelamatkan ku, emmm maaf aku merepotkan mu"
"tidak usah di pedulikan, kau tidak terluka kan?"
"tidak terimakasih sekali lagi Nazra"
Melihat keadaan Fera yang sudah tenang Nazra langsung pergi begitu saja tapi lagi-lagi di tahan oleh Fera.
"apa yang kau inginkan?"
"aku hanya ingin dekat dengan mu manjadi sahabat mu, boleh kan Nazra?" Dengan penuh harapan di mata Fera
"ahgg terserah mu" Fera pun langsung menggenggam tangan Nazra dan berjalan bersama menuju kelas mereka, di sepanjang perjalanan Fera bercerita tentang dirinya dan dia bertanya bagaimana tentang Nazra.
"bagaimana dengan mu Nazra cerita kan tentang diri mu dan orang tua mu"
__ADS_1
"kau tidak perlu tau" Fera hanya terdiam dan situasi pun canggung
Bel ke-2 pun berbunyi dan mereka berdua bergegas menuju kelas mereka.