Two Swordplay

Two Swordplay
CPT #4


__ADS_3

(2025)


Nazra sudah berumur 16 THN dan umur nya sudah bisa masuk ke asrama sihir, Baron mendaftarkan Nazra di kota lain yang jauh dari desa yan di tempati Nazra dulu karna Baron yakin orang -orang di sana akan langsung memanggil Sura untuk menyegel nya.


Hari pertama Nazra masuk ke asrama sihir, asrama Magic Gems dan hari pertama Nazra meninggalkan Baron untuk menuntut ilmu.


Nazra pamit pada baron sebelum pergi "paman Nazra pamit untuk menimba ilmu di Magic Gems"


"hati hati Nazra gunakan kekuatan yang di turunkan ayah mu itu dengan baik dan ingat apa yang paman ajarkan selama ini pada mu"

__ADS_1


Narza pun pergi berjalan menuju asrama itu. sesampainya di asrama itu Nazra bertemu seorang perempuan yang sedang di bully sontak Nazra langsung berteriak


"HENTIKAN APA YANG KALIAN LAKUKAN DENGAN WANITA ITU!!"


"SIAPA KAU BRANI MENANTANG KAMI!"


Mereka langsung menyerang Nazra jumlah mereka lumayan banyak sekitar 6 orang, tapi karna Nazra tidak boleh menunjukkan kekuatan nya itu karna di khawatir kan ada salah satu orang dari desa nya yang pasti mengenal kekuatan nya itu karna hanya keturunan dari ayah nya saja yang dapat mengendalikan kekuatan itu, akhirnya Nazra hanya mengunakan kekuatan dari ibunya untuk membuat perisai untuk melindungi Nazra dan wanita itu, seketika Nazra langsung menghempaskan mereka karna kekuatan mereka terhalang perisai yang cukup kuat mereka terpental karna kekuatan mereka sendiri yang terpantul dari perisai Nazra. karna Nazra yakin bahwa pertarungan ini tidak akan di menangkan dia karna hanya mengunakan kekuatan dari ibunya dia langsung menggendong wanita itu dan lari ketempat yang lebih aman.


wanita itu pun mengenal kan diri kepada Nazra karna merasa canggung "emmm perkenalkan aku Fera senang bertemu dengan mu emmm?"

__ADS_1


"Nazra", Nazra menjawab Fera dengan dingin.


setelah luka Fera sembuh Nazra langsung berdiri dan pergi dari tempat itu. tak lama ada sebuah pengumuman nomor kamar Nazra pun langsung bergegas menuju lapangan.


setelah Nazra tau nomor kamar asrama Nya tak di sangka dia bersebelahan dengan Fera betapa senangnya Fera bertemu dengan Nazra kembali tapi Nazra tetap acuh dan tidak peduli dengan Fera.


malam ini Nazra merasa sangat tidak nyaman dengan lingkungan asrama karna terasa sangat bising dan mengganggu Nazra akhirnya Nazra memutuskan untuk turun dan pergi keluar mencari ketenangan.


Di perjalanan Nazra bertemu seorang laki laki di dekat danau asrama laku laku yang bermata biru sedingin es menatap nya dengan tatapan dingin. saat Nazra menjauh dari tempat sang pria itu tiba tiba ada suara ledakan yang dahsyat dari arah gerbang sekolah, Nazra yang penasaran langsung menghampiri tempat dari sumber suara itu, ternyata ada seekor naga yang sedang menyerang penjaga asrama. Dengan sigap Nazra langsung menyerang nya tapi tiba-tiba ada seorang laki laki yang berlari secepat kilat bak petir yang menyambar. ternyata itu laki laki yang dia temui di danau, kabut pun seketika menutupi pandangan tapi karna kelebihan mata Nazra yang di turunkan dari ayah nya dia dapat melihat dalam kondisi gelap sekali pun, Karena ada kabut yang cukup tebal Nazra langsung memanggil zowdia dan langsung menyerang dengan sekejap mata sebelum kabutnya hilang jiwa sang naga sudah ada dalam zowdia, setelah jiwa naga sudah masuk ke dalam pedang Nazra langsung pergi dari tempat kejadian.

__ADS_1


Nazra sangat puas karna kali pertama dia menangi zowdia sang penelan jiwa "heh tidak buruk, kerja bagus zowdia"


__ADS_2