
Alex pun langsung dengan Lahap memakan masakan Karin sampai tidak bersisa, disela\-sela dia makan sesekali air matanya meluncur keluar untungnya hanya dirinya sendiri diruangan itu. lalu terdengar suara ketukan pintu dipertengahan Alex makan, lalu Alex berseru ''Ya masuk'' ternyata Rio yang masuk untuk menandatangankan berkas.
Rio pun mendekati Alex yang sedang makan dengan lahap nya, Rio bertanya gimana enak Alex kemudian mengangguk ''coba deh lu rasain masakan buatan nya pasti lu bakalan kaget ''Alex berujar.
Rio pun Antusias segera mengambil piring untuk mencicipi masakan yang dibuat oleh Karin, lalu Rio membulat kan matanya sambil berkata ''masakan ini rasanya mirip dengan masakan ibu mu Lex'' Tante Sinta....ya Tante Sinta adalah ibu kandung Alex dulu sewaktu liburan sekolah mereka kadang dikirim ke Surabaya oleh Tuan Suhendra untuk mengobati rasa kangen Alex.
Sinta selalu memasak masakan yang berbeda setiap hari nya selama mereka liburan sekolah di Surabaya dan kebetulan ikan tongkol pindang dang cabe gendot sering dibuatkan, karena Alex dan Rio suka masakan pedas.
__ADS_1
Lalu Alex pun berkata,......''Ibu kangen ya masakan ibu'', gue kangen nyokap ''oh iya Rio gue tadi dapat kabar kalau perusahaan Om Dian ayah tirinya Alex bangkrut.
Rumah mereka disita dan gue gak tau kakak dan nyokap gue tinggal dimana sekarang, Rio bertanya '' Lu tau darimana'' dan Alex pun menjawab Pak Kirman mantan supirnya mama yang telpon soalnya tadinya dia mau ngajak nyokap gue tinggal untuk sementara waktu dirumahnya akan tetapi sesampainya pak Kirman didepan rumah nyokap gue rumahnya sudah di segel bank.
Dia pun nggak tau mereka pindah kemana dan yang bikin gue sedih lagi mas Bowo, tega ninggalin kakak gue dalam keadaan hamil besar dan menurut pak Kirman '' mas Bowo ninggalin kakak gue karena tau perusahaan om Dian bangkrut'' dia takut ikut ditagih rentenir-rentenir yang memberikan pinjaman sama om Dian.
pinjaminya lunas, termasuk nyawa taruhannya.
tadi gue nangis denger berita itu dari pak Kirman, gue gak tau Karin denger apa enggak nya Tapi yang pasti dia liat gue nangis kemudian Alex berkata '' gue luapin emosi gue ke dia, dia gue bentak ,gue hina hampir aja gue kelepasan mau nampar dia.
__ADS_1
gue takutnya dia denger pembicaraan aku sama pak Kirman, dia kan orang baru gue juga belum tau orang nya kayak gimana takutnya dia "ember" ngomong ke yang lain. gue gak Sudi kalau sampe ada orang yang ngejelek-jelekin kakak gue satu-satunya.
Sebenarnya gue kangen bokap Ama nyokap kumpul bareng lagi, tapi takdir berkata lain Alex berkata sambil berkaca-kaca.
lalu Rio berkata '' yang gue liat Karin nggak gitu orangnya dia emang ceria, supel tapi untuk [ ember]..... kayaknya enggak deh. dia kerja buat bantu kedua orang tua nya, meringankan beban orang tua nya, jadi gue pikir dia nggak mungkin ngurusin hal-hal yang seperti itu apalagi ikut campur urusan orang lain.
Alex diam termenung mendengarkan penuturan nya... soalnya tebakan Rio selalu benar, karena pergaulan Rio lebih luas dibandingkan Alex yang senang menyendiri dan hanya Rio lah teman sekaligus sahabat satu-satunya.
__ADS_1