Upik Abu Vs Sultan

Upik Abu Vs Sultan
Masih dibawah pengawasan sang tuan muda


__ADS_3

 


Setelah menatap wajah kami berdua, sang tuan muda berkata kerja yang bagus tapi ingat kamu masih dalam pengawasan saya besok datang lebih awal dan kerjakan pekerjaan seperti yang saya perintahkan tadi.


Kerjakan pekerjaan tersebut selama dua puluh delapan hari kedepan, nasib kamu diperpanjang atau tidak kerja disini ada ditangan saya mengerti ujar sang tuan muda, Karin yang hanyalah Upik abu ini hanya bisa mengangguk\-angkukan kepala menuruti perintah sang tuan muda.


Kemudian sang tuan muda berkata kembali sekarang sudah larut malam pulang lah, karin dan pak Rahmat pun pamit undur diri meninggalkan sang tuan muda yang masih berdiri didepan pintu masuk perusahaan sambil menatap kearah mereka.


Sesampainya di mess karin mengetuk pintu ternyata tidak dikunci karin pun segera masuk, Karin mendapati ke empat teman nya sedang duduk sambil memperlihatkan muka cemas.

__ADS_1


Mereka menghampiri sambil memberikan seribu pertanyaan yang karin tidak dapat jawab satu persatu karin hanya bisa menjawab iya... ..iya aja hanya itu yg bisa karin ucapkan saking lelahnya , selepas melakukan pekerjaan yang baru saja karin selesai kerjakan.


Karin merasa bersemangat karena ternyata mereka sangat peduli dengan keadaan karin ada yang membuatkan teh manis, mie instan dan tak lupa mereka pun memijit badan karin hingga Karin pun terlelap tidur saking lelahnya.


Itulah yang dinamakan teman rasa saudara pahit manis dilewati bersama tanpa mengharapkan balasan atau imbalan apapun, keesokan paginya mereka biasa bangun jam empat subuh untuk mandi menghindari antrian para senior dan untuk sholat berjamaah.


Setelah itu mereka berlima sarapan pagi biasanya jam tujuh pagi mereka sudah stand by di depan pintu masuk, hari ini karin berangkat lebih awal dikarenakan tugas Karin banyak yaitu membersihkan kembali satu gedung perusahaan.


 

__ADS_1


Karin pun melihat-lihat ke arah pos security mana tau masih ada pak Rahmat sambil meminta kunci gedung untuk dibuka dan dibersihkan, akhirnya karin menemukan pak Rahmat sedang duduk sambil menulis buku mutasi atau buku serah terima dari petugas jaga malam ke petugas jaga pagi karin pun menghampiri pak Rahmat.


Kemudian Karin menyapa '' selamat pagi pak Rahmat'', pak Rahmat tampak terkejut Karin hanya bisa cengengesan melihatnya pak Rahmat berkata aduh hampir aja jantung saya copot neng...neng ngagetin orang tua aja sambil tersenyum ke arah karin.


Karin pun langsung berkata takut buang waktu percuma supaya kerjaan cepat selesai lumayan kan kalau kerjaan lebih awal diselesaikan akan ada banyak waktu untuk beristirahat, '' ini pak saya mau minta kunci gedung '' karena biasanya kepala cleaning servis pak Anwar menitipkan kunci gedung dipos satpam.


Lalu pak Rahmat berkata gedung enggak dikunci kok neng dari semalam tuan muda nggak pulang beliau tidur disini, lalu karin berpamitan kepada pak Rahmat untuk segera bekerja soalnya sang tuan muda sudah lebih dulu stand by dikantor.


Karin pun bergegas menuju loker untuk menyimpan tas kemudian membawa peralatan untuk membersihkan tiap ruangan yang ada di gedung ini, dari lantai satu sampai lantai dua Alhamdulillah dapat dikerjakan dengan lancar tanpa hambatan apapun.

__ADS_1


Awalnya karin berpikir kerja menjadi karyawan biasa bukanlah hal yg sulit, tapi apa daya dijaman sekarang yang serba susah ini ijasah SMA hanya bisa diterima kerja sebagai office girl dikota seperti Jakarta ini.


__ADS_2