Wahyu Kedaton

Wahyu Kedaton
Awal cerita


__ADS_3

Tak menunggu lama,dua orang wanita cantik mendekat kearah taman,


Mereka berdua tersenyum satu dengan yang lainya seraya bergandengan tangan.


Mereka berdua adalah Putri ayu dan putri nya siti hapsari.


Raja agung mudra tersenyum puas menatap kedatangan istri dan anak nya itu,dia berjalan mendekat seraya berkata:


"Putri ku,kau kelihatan tambah cantik saja,"


"Mendekat lah kemari,ibu dan ayah mu akan menanyakan sesuatu padamu."


Siti hapsari yang mendengar pujian dari ayah nya itu tersenyum cerah,dia kemudian mendekati ayahanda nya,kemudian berkata:


"Ada apa ayah?pertanyaan penting apa yang ayah ingin tanyakan?"


Siti hapsari berkata manja seraya duduk di sebuah kursi sembari menggandeng tangan ibu nya.


"Begini nduk,utusan dari kerajaan kalinyamat menemui ayah,mereka datang kesini bermaksud ingin meminta kamu menjadi istri putra mahkota kerajaan kalinyamat."


"Hari ini ayah ingin mendengar jawaban dari mu,kalau menurut ayah,ayah setuju setuju saja,"


"Namun bagaimana dengan mu?"


Deg..jantung siti hapsari berdetak kencang,karena baginya tidak ada lelaki lain yang dia cintai selain kekasih nya raden braja mukti.


Dia dilema,harus menjawab apa atas pertanyaan ayah nya tersebut.


"Aku,aku tidak mencintai nya ayah."


"Aku sudah ada kekasih yang aku cintai."


Ucap siti hapsari dengan terbata bata.


"Lantas siapa lelaki yang kamu cintai itu.beritahu ayah dan ibumu." ucap ayahanda siti hapsari seraya tersenyum kecil menatap istrinya roro ayu.


"Raden braja mukti ayah." ucap siti hapsari singkat.


Plakkk...


Apa kau bilang??,braja mukti murid dari resi agoda itu,


"Ayah tidak setuju,ayah sudah bilang,jangan sekali kali berhubungan dengan nya,dia tidak sederajat dengan kita,"


ucap ayahanda siti hapsari seraya menampar wajah putri nya dengan keras karna marah.


Putri hapsari menangis sejadi jadi nya,tamparan dari ayah nya itu telah membuat nya sakit hati,

__ADS_1


Meskipun sebenarnya luka di pipi nya bengkak akibat tamparan itu


"Jika ayah tidak merestui ku,lebih baik aku mati."


"Aku juga telah mengandung anak nya,perlu ayah ketahui,aku telah menikah dengan kangmas braja mukti secara diam diam."


Dengan menarik nafas dalam dalam,putri hapsari melanjutkan.


"Tidak ada seorang pun yang dapat merubah keputusan ku."


Ucap siti hapsari seraya meninggikan suaranya,


"Lancang kamu."


"Anak tak tahu di untung,pergi kau dari sini,aku bukan ayahmu lagi."


Balas ayah nya sembari berteriak memalingkan wajah.


Roro ayu yang merupakan ibu dari putri hapsari sangat terkejut mendengar pernyataan dari putri nya itu,tanpa terasa bulir bulir air mata jatuh membasahi pipinya,dengan sesenggukan dia berkata:


"Nduk kamu sudah membuat ibu kecewa,apakah kamu sadar apa yang kamu lakukan itu adalah sebuah kesalahan."


Roro ayu memalingkan tatapan nya kearah suaminya seraya berkata:


"Kanda,coba pertimbangkan lagi,dia putri kita satu satu nya,"


"Ibu,ayah.."


"Maaf kan aku,"


"Aku memang salah,tidak sepatut nya aku menyembunyikan pernikahan kami."


"Namun kami saling mencintai,"


"Aku akan pergi dari sini,maafkan anak mu yang tidak berbakti ini."


Ucap putri hapsari berlari meninggalkan taman itu,tanpa menunggu jawaban dari ayah dan ibu nya.


Dalam hatinya dia berteriak kecewa dengan kedua orang tuanya itu.


"Dinda biarkan dia pergi,sampai kapan pun aku tidak akan merestui nya."


"pengawal.."


Ucap raja agung mudra berteriak memanggil pengawal nya.


"Hamba paduka,"

__ADS_1


ucap pengawal itu seraya berlari mendekat.


"Panggil patih madrin,perintah kan secepat nya bunuh pemuda yang bernama braja mukti."


"Dan kau kumpulkan prajurit tangkap resi agoda,bawa dia hidup hidup menghadap padaku."


ucap raja agung mudra memerintah,dengan sorot mata merah menahan amarah.


"Baik paduka,akan saya laksanakan."


ucap pengawal itu seraya berlari tanpa menoleh meninggalkan taman,


"Pemuda itu tidak akan pernah aku maafkan,dia harus mati,"


Ucap nya didalam hati.


Disisi lain,


Putri hapsari melangkah meninggalkan istana,dengan menutupi matanya yang basah karna air mata,dia berlari sekuat tenaga menuju kediaman resi agoda yang tak lain adalah ayah angkat dari suaminya raden braja mukti.


Jarak keduanya tidak terlalu jauh,hanya memakan waktu sekitar 30 menit jika berjalan kaki,


Sesampainya di kediaman resi agoda,putri hapsari segera mencari keberadaan suaminya raden braja mukti,


"Putri kenapa kamu menangis?''


sebuah suara mengejutkan nya,putri hapsari berbalik mencari keberadaan suara itu,


Dilihat nya wajah yang tidak asing lagi,suara itu berasal dari suaminya,tanpa menunggu kesadaran nya pulih,putri hapsari berlari memeluk suaminya,dengan sesekali menangis sesenggukan.


"Ada apa?ceritakan lah." ucap raden braja mukti pelan.


"Kangmas,ayah dan ibu sudah mengetahui keadaan kita,"


"Aku telah diusir dari istana."


Deg...braja terkejut mendengar pernyataan putri hapsari,dia hanya mengeluas elus punggung istrinya itu,


insting nya kuat,pasti keadaan buruk sebentar lagi akan terjadi.


Agoda yang tak sengaja mendengar itu segera menyahut dan berkata:


"Anakku braja pergilah secepat nya dari sini,bawalah serta istrimu hapsari,"


"Cepat lah,sebelu pasukan itu datang."


Raden braja mukti menganggukkan kepala mendengar saran dari ayah nya itu,dia kemudian memapah istri nya berkemas lalu segera meninggal kan kediaman resi asoka dengan terburu buru.

__ADS_1


__ADS_2