Wahyu Kedaton

Wahyu Kedaton
Akhir dari pelarian


__ADS_3

Keadaan di kerajaan mudra memanas akibat tersiar kabar mengenai kepergian putri semata wayang nya,


Beberapa opini masyarakat di wilayah kerajaan menyebar dengan cepat,sebab musabab pertikaian antar keluarga pun menjadi topik utama pembicaraan dikalangan para rakyat tersebut,bahkan pembesar kerajaan mudra ikut andil dalam praduga yang di alami oleh putri hapsari


Disisi lain,


Raden braja mukti beserta putri Hapsari semakin menjauh dari kekuasaan kerajaan mudra,


Mereka berdua memacu kuda nya melewati persawahan panjang keluar dari wilayah mudra,


Bahkan tak elak,raden braja mukti melibas perbukitan melintas jalan penuh liku liku ,mereka tidak akan berhenti sampai merasa aman dari kejaran pasukan kerajaan.


Hingga sampailah mereka berdua di sebuah bukit yang mempunyai dataran tidak terlalu luas,


Raden braja mukti meningkatkan kewaspadaan,dia melihat banyak kerumunan semak belukar ataupun pepohonan yang tinggi,namun bagi raden braja mukti dan putri hapsari,sisi lain tempat ini sangat teduh dan tenang.


"Putri,bagaiman kalau kita berteduh di sini sebentar,"


Ucap braja mukti seraya menarik pelan kuda nya.


"Baik lah, aku juga sudah sangat lelah,"


Ucap putri hapsari menimpali,

__ADS_1


"Kita akan ber istirahat di bawah pohon itu,"


Raden braja mukti berkata seraya menunjuk sebuah pohon yang cukup rindang tidak jauh dari tempat mereka berdua berhenti.


Sebuah pohon yang yang begitu lebat,dengan daun kecil bergumbul,semerbak daun nya menutupi cahaya terik matahari,


Begitu asri dan sejuk.


Konon nama pohon itu adalah pohon beringin,pohon berakar serabut yang sudah terkenal mempunyai kandungan banyak air,hingga mempunyai kesan adem.


Putri hapsari hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju,seraya melihat lelaki yang di cintai nya lekat lekat.


Tanpa menunggu lama kemudian mereka berdua turun dari kuda,berjalan mendekati pohon beringin tersebut,


Raden braja mukti membuka percakapan seraya mengusap peluh yang membasahi dahi putri hapsari.


"Maaf kan,semua kesalahan ku yang membuat mu menderita,"


Braja mukti menatap nanar wajah wanita yang dicintai nya tersebut,dia sangat sadar efek yang akan di derita mereka berdua karna telah melanggar perintah dari raja mudra,yakni ayahanda dari putri hapsari,


Mendengar perkataan dari lelaki tampan yang berada tepat dihadapan nya,putri muda sedikit meneteskan air mata,seraya menggelengkan kepala,


"Tidak,raden,ini sudah menjadi resiko kita yang harus kita tanggung,"

__ADS_1


"Buah cinta kita telah menetap di hati,selayak nya kita harus saling menjaga,saling menyayangi seperti janji yang pernah kita ucapkan,"


"Raden,aku tidak ingin berpisah dengan mu walau sehari,tidak akan yang dapat memisahkan cinta kita,"


Ucap putri hapsari seraya memegang kedua tangan raden braja mukti,yang saat ini tengah berdiri tepat didepan nya,


Tanpa sadar kedua nya pun berpelukan,suasana haru dan intim menambah benih benih cinta yang kian bersemi diantara kedua nya,


"Raden,bagaimana kalau kita menetap disini,kita membuat rumah sederhana,dan tinggal disini,hidup sederhana dan mengasuh anak kita,"


Ucap putri hapsari seraya memeluk erat pria muda tersebut,


Terukir senyum di pipi raden braja mukti mendengar perkataan dari wanita muda yang sangat dicintai nya tersebut,sambil menepuk punggung wanita muda itu,prabu braja mukti lun berkata,


"Baik lah,aku setuju,kelihatan nya kita sudah meninggalkan jauh kerajaan mudra,kita bisa hidup tenang disini,"


"Jauh dari hiruk pikuk kota,dan kejaran dari prajurit mudra,"


"Kita akan memulai hidup baru kita di bukit ini,"


Prabu braja mukti menatap erat kekasih nya tersebut,seraya melepaskan pelan pelukan nya,


Rasa optimis menyelimuti hati nya,angan angan nya untuk hidup besama kekasih yang di cintai nya terwujud sudah,meski saat ini banyak rintangan yang masih belum jelas pada akhir nya,

__ADS_1


Namun sedikit nya,prabu braja mukti mengerti,apa itu artinya cinta dan pengorbanan.


Harapan nya saat ini sangat sederhana,yaitu meninggalkan masa lalu dan hidup sederhana menjauhi kerajaan mudra,yang saat ini masih mengejar nya


__ADS_2