Wahyu Kedaton

Wahyu Kedaton
Patih madrin


__ADS_3

Raden braja Mukti bersama putri hapsari melesat dengan menggunakan kuda,pergi dari kediaman resi Asoka,tanpa tahu arah dan tujuan.


mereka berdua melaju secepat kilat kearah timur,pergi nya belum jelas,namun tujuan nya hanya satu yakni meninggalkan tempat itu menyelamatkan diri.


Bagaimana pun juga,kerajaan mudra tidak dapat menerima atas suatu perlakuan buruk yang dilakukan Raden braja Mukti terhadap putri nya,Siti hapsari.


Raja mudra menghukum Raden braja Mukti dengan tebusan nyawa nya.


Disisi lain,puluhan prajurit dari kerajaan mudra bergerak menuju kediaman resi Asoka,


Beberapa prajurit dengan menggunakan seragam tempur lengkap, menenteng kan senjata jenis tombak berjejer rapi di atas pelana kuda,


Dipimpin oleh seorang pemuda yang gagah perkasa yang bernama Patih madrin,dia merupakan ujung tombak salah satu kekuatan terbesar milik kerajaan mudra.


Lebih dari 300 pertempuran dilalui nya,Patih madrin tidak terkalahkan,bahkan banyak dari pasukan musuh harus tewas ditangan nya,


Nama besar nya tidak diragukan lagi di kerajaan mudra bahkan kerajaan Bintoro.


Seorang pemuda berbakat tinggi yang mulai meniti karir di kerajaan mudra dari nol,hingga menjadi orang kepercayaan raja agung rekno.dengan keahlian beladiri yang mumpuni,patih madrin merupakam salah satu pejabat penting di kerajaan tersebut,senjata andalan nya adalah panah dan pedang.


patih madrin sangat lihai menggunakan kedua jenis senjata tersebut.


kerajaan mudra


Raja mudra raden agung berteriak memanggil salah satu prajurit istana,


"Pengawal.."


"Apakah patih madrin sudah berhasil membunuh pemuda yang bernama braja mukti?"


Ucap raja mudra seraya berdiri dengan tatapan mata tajam.


prajurit istana segera berlari mendekati raja Nya,


seraya menunduk kan kepala nya, prajurit itu betkata:


"Maaf raja,patih madrin belum kembali ke istana."


"Dia bersama beberapa prajurit berkuda sedang mencari keberadaan pemuda itu."


Raja mudra menatap salah satu prajurit itu dengan sedikit menahan amarah nya,seraya memalingkan tubuh nya,raja mudra berkata:

__ADS_1


"Baik lah.kita tunggu patih madrin,"


"Kumpulkan 5 prajurit Telik sandi,kirim ke 5 penjuru,cari putri ku sampai ketemu."


"paksa dia pulang ke istana."


Prajurit itu mengangguk kan kepalanya tanda patuh,kemudian prajurit itu membungkukkan tubuh nya seraya berkata:


"Baik raja,sendiko dawuh,"


"Hamba akan membuat pengaturan."


Prajurit itu kemudian berlalu dari tempat dimana raja masih berdiri menjaga tatapan penuh dendam.


Ditempat lain.


kediaman resi Agoda


Patih madrin bersama 50 orang prajurit mendobrak paksa kediaman resi Asoka,


"Resi..."


"Keluarlah.."


Seorang pria paruh baya yang mempunyai usia sekitar 57 tahun berlari seraya menundukkan kepalanya,tanda hormat kemudian mulai membuka suara:


"Ya patih,"


"Ada apa patih madrin bersama pasukan datang kerah saya?"


Resi asoka mengerutkan dahi nya, pura pura tidak tahu mengenai permasalahan yang menimpa putra angkat nya,


Dia bersikap bodoh atas kejadian tersebut.


"Pak tua..dimana kau sembunyikan anak mu braja Mukti?"


Ucap patih madrin seraya berjalan mendekati resi asoka dengan langkah angkuh nya.


"Saya tidak tahu patih.saya tidak tahu kemana anakku pergi."


mendengar perkataan dari orang tua dihadapan nya itu,yang tak lain adalah ayah angkat braja mukti,patih madrin menampakkan sikap arogan nya,

__ADS_1


pundi pundi kemarahan muncul di kepalanya,karna baginya adalah titah raja merupan perintah yang wajib di patuhi.


"Kau jangan berbohong pak tua."


"Aku akan membunuh dengan tangan ku sendiri jika kau tidak jujur kepadaku."


"cepat katakan,dimana kau sembunyikan putra bodoh mu itu?"


Ucap patih sembari membelakangi resi asoka.


"Benar tuan patih,saya tidak tahu."


Belum selesai resi asoka berbicara,sebuah pedang bergerak dengan cepat ke arah nya,pedang itu secepat kilat mengarah ke leher resi asoka,


Resi asoka merupakan bukan orang biasa,dia merupakan seorang guru dipadepokan nya,


Nama padepokan resi asoka adalah padepokam trah gagatan.


Sang resi yang melihat diri nya dalam bahaya segera menghindari tebasan itu dengan bergerak mumundurkan langkah nya,


Niscaya jika resi asoka terkena serangan tersebut,dapat dipastikan resi asoka akan tewas seketika.


Melihat serangan tiba tiba nya gagal,patih madrin segera memerintahkan 10 orang bawahan nya untuk menangkap resi asoka,


"Prajurit tangkap orang tua itu,bunuh dia jika menolak."


ucap patih madrin mengintimidasi.


kemudian sekelebat bayangan prajurit bergerak mulai menyerang dari berbagai arah.


Resi asoka yang melihat bahwa dirinya dalam bahaya besar,segera mengendalikan fikiran nya,berusaha melawan.


Karna bagaimanapun di bertindak,dihadapan pejabat kerajaan itu dirinya pasti disalahkan,dan hanya dua pilihan nya yakni bertahan untuk hidup atau menyerah untuk mati.


Resi asoka memasang kuda kuda terkuat nya,


Pertempuran tidak seimbang pun terjadi.yakni satu orang melawan 10 orang.


Patih madrin berdiri di sudut ruangan itu menyaksikan pertempuran para pengikut nya,dia malihat peluang untuk melesatkan anak panah nya ketubuh resi asoka,agar orang tua itu tewas dalam sekali serangan.


****

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2