Wahyu Kedaton

Wahyu Kedaton
Akhir dari resi Agoda


__ADS_3

Suasana mencekam terjadi di kediaman resi asoka,


Pertarungan ini menurut nya sangat dirugikan,beberapa ruangan rusak parah karena terjangan prajurit yang dibawa oleh patih madrin,


Tak elak resi asoka banyak terkena sabetan pedang bahkan tusukan tombak dari para prajurit kerajaan mudra,


Saat ini resi asoka dapat menumbangkan 6 prajurit,bahkan ada beberapa yang tewas terkena sabetan pedang nya,


Disisi lain,seorang pemuda menggunakan panah bersiap menembakkan anak panah nya ,jika peluang kelemahan nampak pada pergerakan resi asoka.


Tanpa dipungkiri,jumlah yang tidak seimbang membuat resi asoka tersudut,hingga beberapa kali terpojok oleh serangan prajurit prajurit itu.


Hingga pada akhir nya,ketika sebuah tebasan panjang dari salah satu prajurit mengenai bahunya,seberkas cahaya melesat dari ruangan yang sama dari pertarungan itu telak mengenai dada resi asoka hingga menembus ke jantung nya.


Resi asoka terkapar ke tanah seraya mengeluarkan seteguk darah.


Ternyata kilatan cahaya yang tepat mengenai dada resi Asoka adalah senjata jenis anak panah dengan mata panah runcing yang dilesatkan oleh patih madrin.


Tak ubah nya sebuah daging,anak panah itu berhasil mengoyak tubuh resi asoka hingga tersungkur kelantai tak berdaya.


"Masih mau bermain lagi,atau menyerah pak tua?"


Ucap seorang pemuda seraya berjalan nendekati resi asoka,pemuda itu tak lain adalah patih madrin.


Sembari memicingkan matanya,patih madrin mendekati resi asoka dan menginjak dengan kaki kanan nya tepat di dada resi asoka yang sedang terluka,


Darah segar mengalir dari tubuh resi itu,rasa sakit tak tertahan kan menyeruak,hingga mulut resi asoka,mengalir darah segar keluar tak terkendali.


Dengan nafas tersengal sengal,resi asoka mencoba bertahan.Namun pijakan dari patih madrin bertambah kuat dan kuat.


"Cepat bunuh aku,jika kau berani.!"


ucap resi asoka dengan nafas berat.


Ha.ha.ha..

__ADS_1


"Kau begitu naif pak tua.kau memilih menyelamatkan nyawa bocah bodoh itu dari pada melindungi nyawa mu sendiri."


"Pengorbanan yang sia sia".


Ucap patih madrin seraya menusukkan pedang nya ke tubuh resi asoka,hingga resi asoka tewas dengan berlumuran darah.


"Bawa tubuh nya ke istana,biar paduka raja menyaksikan kematian nya."


"Prajurit bakar rumah ini sampai tak tersisa."


Ucap patih madrin lantang,seraya menyeret tubuh resi asoka keluar dari ruangan itu.


Beberapa saat kemudian,rumah resi asoka sudah rata dengan tanah,semua nya menjadi abu hingga tidak meninggalkan bekas sedikit pun.


patih madrin dan para prajurit nya yang tersisa melesat kembali ke istana,dengan tubuh resi asoka berada di atas kuda salah satu prajurit itu,


Jasad nya dibuat tersiksa sedemikian rupa hingga tidak dapat dikenali.


***


"Paduka patih madrin dan prajurit nya sudah tiba di istana,"


"Cepat suruh dia melapor pada ku."


ucap raja agung mudra seraya berdiri dari tempat duduk nya menuju ruang sidang istana.


"Baik paduka,hamba patuh."


ucap pengawal itu sambil berlalu dari ruangan itu,meninggalkan raja agung mudra yang tengah menunggu kedatangan patih madrin.


Suara derap langkah kali memasuki istana,


Patih madrin dengan membawa tubuh resi asoka disaksikan oleh para prajurit yang tersisa menapaki langkah masuk ruang persidangan istana.


"Hamba menghadap paduka,"

__ADS_1


ucap patih madrin seraya menundukkan kepalanya,tanda penghormatan yang tinggi.


"Aku terima hormat mu."


"Katakan hasil nya,"


Ucap raja agung mudra memerintah.


"Bocah itu berhasil melarikan diri sebelum kami tiba di sana paduka,"


"Rupanya dia tahu lebih dulu mengenai rencana paduka raja"


Raja mudra yang mendengar perkataan patih nya itu merasa amarah nya naik,


Tangan kanan nya menggebrak meja yang berada di sebelah nya hingga hancur tak tersisa.


"Paduka,namun hamba berhasil membunuh resi Agoda,dia menghalang halangi penangkapan kami terhadap braja Mukti anak nya,"


"Maka dengan berat hati kami membunuh nya,setelah resi Agoda melakukan perlawanan terhadap kami."


Ucap patih madrin tegas,seraya tetap menunduk kan pandangan nya.


Raja mudra yang mendengar ucapan dari bawahan nya itu sedikit gembira,alih alih gagal membunuh anak nya,namun berhasil membunuh ayah angkat nya.


"Patih,perkuat telik sandi."


"Kirim sebagian telik sandi kita mencari keberadaan pemuda itu."


"Dalam 2 hari,aku ingin braja Mukti mati,dan temukan putriku,bawa dia kehadapan ku dengan hidup hidup."


Ucap raja agung mudra,dengan sangat tegas,seraya berlalu meninggalkan tuang sidang istana dengan langkah kokoh tanpa penyesalan.


"Baik paduka raja,hamba akan melaksanakan titah paduka."


Ucap patih madrin seraya berbalik meninggalkan ruangan itu.

__ADS_1


"Bakar tubuh resi asoka,jauhkan dari istana."


Ucap patih madrin memerintah kepada beberapa prajurit yang berada tepat dibelakang nya.


__ADS_2