
Hari-hari ku di mulai dengan sangat gembira. karena aku di kenal dengan seseorang yang periang dan mudah untuk berbaur dengan lingkungan itu sebabnya kemanapun aku pergi aku selalu menemukan banyak teman. tetapi pada suatu hari aku sedang bersantai dengan teman ku yang bernama livy karena dia adalah sahabat ku sejak kecil itu sebabnya aku selalu bersama dengan nya sejak kami lulus sekolah bahkan sampai sekarang kami berkuliah kami selalu bersama.
Tetapi ketika suara dering di handphone ku berbunyi aku melihat ibu ku menelfon entah apa yang akan di bicarakan ibu dengan ku.
Perbincangan antara aku dan ibu;
Halo ibu ada apa ibu menelfon ku,
seketika aku terdiam mendengar nada bicara ibu yang seperti menahan sesuatu dalam kata2 nya..
Lalu aku segera berkata ibu. aku akan segera pulang,
Apa ibu baik-baik saja? Ibu apa yang terjadi? tetapi tanpa menjawab sambungan telefon langsung terputus
tut.tut.tut.tut.tut.
__ADS_1
Ketika aku dalam perjalanan dalam fikiran ku mulai berfikir apa yang sebenarnya terjadi aku harus segera tiba di rumah agar aku tau apa yang terjadi,
tetapi ketika aku sampai di rumah rumah. ibu langsung memeluk ku dengan erat, membuat aku bingung entah apa yang sebenarnya terjadi...
Tetapi ketika ibu berbicara aku yang sedang dalam kebingungan langsung tersadar karena mendengar ibu mulai bicara..
Bel ibu minta maaf karena ibu terpaksa harus mengatakan ini kepadamu tetapi jika bela tak mau bela boleh menolak.
aku yang sedari tadi sudah merasa frustasi karena kebingungan aku pun segera berkata.,
Apa pun yang ibu katakan aku akan menerima itu bu...
suara tangisan ibu seketika langsung pecah..
Ibu katakan apa saja aku akan setuju ini demi menyelamatkan keluarga kita ibu tolong jangan membuat ku bingung.
__ADS_1
Ibu yang masi dalam tangisan nya langsung berkata..
Orang itu mau kau menikah dengan nya dan orang yang akan menikahi mu itu adalah orang yang di kenal dengan orang yang begitu dingin.
aku tiba2 langsung terdiam mencerna apa yang ibu katakan..
ibu melanjutkan lagi kata2 nya; Bel Orang itu mau menikah dengan anak gadis yang ada dalam keluarga kita mana mungkin mereka akan menikah denga dela yang masi duduk di bangku sekolah menengah pertama...
Tetapi pada saat aku berfikir bahwa mereka adalah keluarga yang ku miliki dan mereka telah mebesarkan ku bahkan pada saat mereka memungut ku mereka tetap baik padaku walaupun tujuan mereka mengambil ku karena tujuan mereka untuk pancingan agar mereka memiliki anak tetapi mereka tetap baik padaku dan membuat ku dan dela sama seperti saudara kandung mungkin. saat ini aku harus membalas mereka aku tidak akan membiarkan keluarga ini hancur..
ibu yang masih dalam tangisan nya..
ibu kumohon tenang lah aku akan menikah dengan orang yang akan menyelamatkan perusahaan keluarga..
***Bel* maafkan ibu kamu harus melakukan ini hanya untuk keluarga kita ibu janji bel setelah semua baik2 saja ibu akan membawah mu pulang**...
__ADS_1
Ibu tenanglah aku Bela yang ibu dan ayah besarkan Bela Flous aku pasti bisa menjalani apa yang harus ku jalani..
Walaupun sebenarnya dalam hati ku HARUS ada kata2 TERPAKSA KU JALANI APA YANG HARUS KU JALANI....