
Alice Xian adalah seorang gadis imut yang tinggal dikota B Alice lahir dikeluarga yang kaya meskipun namanya Alice Xian yang bermarga Xian tetapi dia adalah keturunan Yue. Alice lahir ditengah tengah perceraian antara ayahnya yang bermarga Yue dan ibunya yang bermarga Xian Alice tinggal bersama Nenek dan kakeknya yang bermarga Xian sehingga Alice diberi marga Xian. Setelah Alice berumur 3 tahun kakeknya meninggal karena serangan jantung lalu 2 tahun kemudian neneknya meninggal karena penyakit kankernya. Sejak saat itu Alice tinggal seorang diri dengan bergelimang harta warisan dari kakeknya.
13 Tahun kemudian....
Pagi hari tiba.
"Meskipun matahari slalu menyinari bumi tetapi bagiku dunia ini tetap gelap" Bisik Alice didepan jendela kamarnya.
Tok.. Tok.. Tok.. suara ketukan pintu.
"Nona apakah nona sudah bangun?Tante Mo datang untuk berkunjung Nona! Nona harap turun!.." Ucap salah satu pelayan dibalik pintu. Lalu berlalu pergi.
"Tante? Heh..Drama apa lagi yang akan dia buat!" Bisik Alice
Tuk.. tuk.. tuk.. suara langkah kaki dari tangga
"Alice putriku! Gimna keadaan kamu sudah lama bibi tidak menjenguk kamu maafin Tante ya!! Tante sibuk ngurusin Nina!! Oh ya gimana sekolah kamu? Lancarkan?" Kata tentenya dengan nada lembut
"Aku baik selama aku tidak diganggu oleh tamu tak diundang! Ahh.. aku tau Tante kesini ada maksud tertentu katakanlah aku tidak suka bertele-tele!" Ucap Alice
"Ahaha kamu ini makin dewasa saja! Tante kesini mau menawarkan sesuatu yang besar untukmu!" Sambil tersenyum sinis
"Katakan atau Tante pergi?" Ucap Alice singkat
"Alice sayang! Setelah Tante pikir pikir apa tidak sebaiknya kita bertukar rumah! Ahaha memang iya rumah Tante tak sebesar rumah mu tapi rumah Tante lumayan besar kan dan lagi bukan kah kamu mau bersekolah di kota A? Tante akan masukan kamu ke sekolah terbaik disana tante janji!" Ucap Nyonya Mo meyakinkan
'ucapan Tante ada benarnya aku disana bisa lebih leluasa untuk merintis masa depanku' bisik hati Alice
"Akan aku pikirkan lagi tawaranmu!" Kata Alice dengan nada dingin lalu meninggalkan ruang tamu
'Anak ini semakin dewasa semakin menjadi aku harus segera bertindak' gertak nyonya mo dalam hati
Alice pergi melangkah ke luar untuk bergegas pergi ke sekolah, Alice dikenal teman temannya sebagai orang yang baik pintar manis dan tentu nya imut tetapi dibalik itu terdapat sikap dingin, yang membuat seseorang yang baru mengenal nya akan menilainya sebagai orang yang sombong
Sesampainya di sekolah..
"Paman hari ini tak perlu di jemput sepertinya aku akan ada acara bersama teman dan ya aku harap saat aku kembali besok Tante sudah pulang ke rumahnya bukan apa apa aku hanya merasa tidak nyaman bila dekat dengan nya" jelas Alice pada pak supir
"Baik non! Tapi non apa yang harus saya katakan pada nyonya besar kalo nona tidak pulang ke rumah?" Tanya pak supir sambil membukakan pintu mobil
"Katakan saja aku ada acara bersama teman kalau Ibu marah katakan padaku biar aku yang menjelaskan!" Jelas Alice
Lalu Alice berlalu meninggalkan pak supir yang masuk dalam mobil dan bergegas pergi.
__ADS_1
#Kringg..(Bel berbunyi pertanda ujian telah selesai)
"Al apa kamu menerima tawaran kita?" Tanya salah satu teman Alice yaitu molly nue
"Ayolah Al ini terakhir kita ujian setelah itu kita lulus lalu saling berpisah" bujuk Yuna
"Oke aku ikut lagian aku juga udah tau ini pasti terjadi jadi aku tidak menyuruh paman untuk menjemput ku!" Jawab Alice
"Nah begitu dong kan Asik, yuk kita pergi jangan buang buang waktu!" Ucap Reza dengan semangat
selepas sekolah mereka pergi berganti pakaian di butik, meskipun demikian Alice adalah salah satu orang yang tak mengikuti alur orang lain dia memiliki pendirian sehingga dia hanya memakai Rok baju kaos putih polos memakai jaket dan sepatu putih tinggi.
"Al pake gaun aja la!" kata Molly dengan bersikap kekanak kanakan
"Kalian aja aku tidak suka gaun itu membuat sesak dan tak nyaman!" ucapnya dingin
Karena mereka merasa tak perlu memperpanjang masalah sepele mereka mengiyakan perkataan Alice, Setelah beberapa menit semua keluar dengan penampilan nya masing masih meskipun Alice tidak terlalu mencolok seperti yang lainnya tapi dia tetap percaya diri.
Lalu mereka bergegas untuk pergi ke salah satu Lestoran yang memang cukup terkenal dikota B
"Alice kamu baik baik saja kan?" Tanya Zeus
Alice hanya membalas dengan anggukan "kalo ada apa apa bilang sama aku" sambungnya
sesampainya mereka di Lestoran lalu memesan makanan dan memilih tempat duduk yang kosong dengan berbaur canda tawa mereka menyantap makanan
"Gays menurut lo setelah makan enaknya ngapain ya?" kata Reza dengan nada semangat
"Club malam" serentak Molly Yuna dan Minato menjawab yang diakhiri dengan gelak tawa
"Jadi gimna setuju?" Tanya Reza dengan semangat
"Gwe Molly sma Yuna sih setuju tapi ngak tau sma pasangan suami istri yang dipojok!" Jawab Minato dengan nada meledek
"Gwe sih gimna Alice aja!" Timbal Zeus yang melemparkan jawaban kepada Alice
"Sorry gays kalian ajah yang pergi aku ngak ikut sorry yah aku pergi!" kata Alice sambil mengambil tas dan handphone nya lalu bergegas untuk meninggalkan Lestoran, tapi Zeus memegang tangan Alice seketika Alice terhenti sekejap Alice memandang wajah Zeus dengan seksama
"Oke!! Kita ngak kemana kemana kita ngak jadi pergi!" ucap Zeus dengan tegas
"Zeus aku tidak melarang kalian pergi kemanapun aku hanya ingin pulang!" tegas Alice sambil melepaskan tangan Zeus
"Yaudah aku antar kamu ya!" bujuk Zeus
__ADS_1
"Ngak usah aku bisa telpon paman untuk menjemput ku" jawab Alice dengan nada datar
"Hey aku tau kamu marah kan kita ngak jadi pergi ko" Bujuk Zeus sambil memegang pipi Alice lalu menyuruh nya untuk duduk kembali
"Bener Al maafin Gwe ngak maksud ko beneran deh!" timbal Reza
Alice mengikuti apa yang diinginkan Zeus
'Aku merasa bersalah padahal kan bukan maksudku seperti itu harusnya aku tadi tidak langsung pergi!!' celetuk Alice dalam hati
"Zeus aku ngak enak sama temen teman apa lebih baik kita pergi saja ke club?" bisik Alice pada Zeus
"Ngak Al kita disini saja!!" Balas Zeus
"Tuan Zeus Erlangga! aku tidak sepenuhnya membosankan kan?" celetuk Alice sambil tersenyum
Mereka pun bergegas untuk pergi ke club dengan suasana penuh gelak tawa dan canda tawa
"Eh tunggu tunggu... mending kita ke club temen Gwe ajah" ucap Reza
"Kita kita sih terserah Lo ajah!" Timbal Zeus
"Yaudah bentar Gwe telpon dulu!" Ucap Reza sambih mengambil handphone di sakunya
#Tut.. Tut.. Tut..#
"Hallo Yohan ini Gwe Reza!!" sapa Reza pada seseorang disebrang telpon
"Eh Lo Za! Gimna kabar Lo? lama Lo ya ngak ke club Gwe" suara di sebrang telpon
"haha Gwe sibuk kemaren kemaren Gwe pokus ujian!" ucap Reza sambil tertawa
"Nah lo! trus gimna lancar?" tanya disebrang
"Gwe lulus! tapi Gwe Sekarang butuh hiburan buat ngerayain nya!"
"Tenang saja Club Gwe terbuka buat Lo!" ucap seorang disebrang telpon
"Oke Gwe kesana dalam beberapa menit!" kata Reza dengan semangat sambil memutuskan telponnya
#Tut..(Suara telpon tertutup)#
'Apa sebaiknya aku pulang aja, prasaanku sedikit tak enak' celetuk perasaan Alice 'Ngak jangan deh aku takut merusak kesenangan mereka' sambung perasaan Alice
__ADS_1
sesampainya mereka bergegas menuju ke dalam club setelah mereka masuk seorang pria menghampiri mereka