Wanita Seksi Idaman Kaisar

Wanita Seksi Idaman Kaisar
Bab 4


__ADS_3

Amanya berjalan keluar menuju kereta kuda yang sudah di siap kan Prajurit istana, semua mata tertuju kepada Amanya hari ini. Mereka semua berdecak kagum melihat kecantikan luar biasa dari Putri Amanya.


Amanya tersenyum melihat tatapan semua orang yang kagum dengan nya.


Yess.. Berhasil!


" Dengan aku secantik ini siapa yang akan menolak ku? Justru aku akan menyaksi kan sebuah Pertunjukan perkelahian antar Saudara karna diri ku xixixi " Gumam Amanya dalam hati terkikik geli, tak sabar melihat bagaimana respon Para pangeran ketika melihat nya.


Amanya duduk di kereta kuda nya, di susul Ema di depan nya. Amanya tampak diam menatap keluar jendela kereta. Ema tak bisa berpaling dari wajah cantik junjungan nya, Ema yakin dengan kedatangan Putri Amanya akan menjadi mala petaka, wajah secantik ini benar benar langka dan sulit di temukan di jaman seperti ini.


Ema takut Putri Amanya akan menjadi objek perebutan setiap Petinggi Kerajaan di dunia, dengan ada nya pertemuan ini, pasti akan menyebar rumor hingga ke negara lain nya.


" Nona, boleh kah aku bicara? " Tanya Ema menatap wajah cantik junjungan nya serius.


Amanya menoleh, " Kata kan sama Ema, apa perlu seformal itu kepada ku, biasa juga kau terlihat santai " Jawab Amanya separuh heran.


" Nona, dengan kecantikan anda yang melegenda ini, aku takut kau akan menjadi pemicu peperangan antar negara. Sebab banyak yang mengingin kan mu " Ucap Ema menunduk.


Amanya mengernyit, " Kau bicara apa Ema, jelas jelas kita sedang menuju kerajaan tetangga, dan akan menikah dengan salah seorang Pangeran. Apa ucapan mu itu tetap terjadi? Setelah aku menjadi istri orang mereka tidak mungkin mengejar ku lagi. Ayo lah tenang kan diri mu.. " Ucap Amanya terkekeh kecil.


Pelayan mungil nya ini sungguh sangat lucu, Amanya tidak merasa secantik itu sampai menjadi rebutan. Tidak masuk akal sekali.


Ema tampak masih tertunduk, Ucapan Amanya memang benar, hanya saja tidak menutup kemungkinan hal itu terjadi. Siapa sih yang tidak ingin mendapat kan gadis secantik ini? Hanya orang yang tidak waras saja yang menganggap Amanya tidak cantik, bahkan hewan pun mengakui kecantikan Putri Amanya.

__ADS_1


Cukup lama perjalanan berlangsung, hingga kini mereka sampai di sebuah desa.


" Nona, kita akan istirahat di sini dulu. Besok akan melanjutkan perjalanan kembali " Amanya mengangguk saat seorang Prajurit memberitahu apa yang terjadi.


Para rombongan kerajaan turun dari kereta kuda nya, begitu pun dengan Amanya, gadis itu kembali menyita perhatian hingga warga desa juga pengunjung lain nya.


Mentri tersenyum melihat Putri nya yang sangat cantik bak dewi, kecantikan Amanya sama seperti Almarhum Istri sah nya dulu, sangat cantik dan berkarisma.


Amanya tersenyum manis melihat tatapan di sekeliling nya, oke jaga imaje biar makin populer hehe..


-----


Kini Amanya telah duduk di kasur yang sudah di sedia kan di penginapan. Amanya menatap sekeliling penginapan yang dia tempati. Bahkan tempat ini lebih kuno dari kamar nya.


" Nona " Panggil Ema.


Amanya menoleh, " Ada apa Ema? "


"Nona sudah di tunggu Mentri untuk makan bersama " Amanya tanpak terdiam kemudian kembali menatap Ema.


" Kata kan aku lelah, bawa kan saja makanan ke dalam kamar ku "


Ema mengangguk kan kepala nya dan berjalan pergi, Amanya bangkit dan membuka jendela penginapan yang terbuat dari kayu.

__ADS_1


Menatap pemandangan pasar dari ketinggian. Yah, tepat sekali hari ini pasar malam, jadi banyak pedagang pedagang luar datang untuk menjual dagangan nya. Amanya ingin turun dan mencicipi makanan makanan aneh di sana, hanya saja Amanya tidak tahu cara nya, sebab Amanya tidak punya jubah penutup untuk penyamaran diri nya nanti.


Tak lama Ema kembali masuk kedalam kamar Nona nya, meletak makanan di atas meja.


" Nona, makanan sudah di siap kan. Apa Nona akan makan sekarang? " Tanya Ema menatap Punggung Amanya, gadis itu terus menatap.keluar penginapan membuat Ema sedikit heran.


" Nona baik baik saja? "


" Hmm.. hanya saja aku ingin turun, banyak sekali makanan makanan yang ingin aku cicipi. Tapi aku tidak punya alat untuk menutup identitas ku " Ucap Amanya melas.


Ema tersenyum, " Maksud nona Jubah? " Amanya menoleh menatap Ema.


" Memang tidak ada, tapi Nona bisa memakai cadar untuk menutupi wajah cantik Nona " Ucap Ema menunjuk kan kain berwarna hitam senada dengan baju milik Amanya.


Amanya tersenyum kemudian mengambil kain tipis itu, " Kau sungguh cerdas Ema, dari mana kau dapat kan kain ini? " Tanya Amanya antusias.


" Gorden "


Amanya membulat kan mata nya dan menatap gorden kamar yang berwarna hitam, kain penggantung nya telah hilang. Amanya seketika menghela nafas, apa begini cara pelayan menyikapi junjungan nya? Memberikan kain pintu untuk cadar Junjungan nya.


Sungguh tidak sopan.


Tbc

__ADS_1


__ADS_2