
Amanya terdiam, otak nya berfikir keras, di dalam novel yang Amanya baca dulu, tidak seperti ini konsep nya.
Bahkan pangeran Eren tidak sebaik dan seramah ini kepada nya, wajah nya dingin dan mencengkam. Tidak ada aura ketertarikan sama sekali kepada nya, tapi ini..
" Apa kau benar benar Pangetan Eren? " Tanya Amanya bingung.
" Tentu, memang nya siapa lagi yang ada di hadapan mu ini? Arwah? " Tanya Pangeran Eren tersenyum geli dengan pertanyaan polos Amanya.
" Masa sih, rumor yang aku dengar, kau tidak ramah dan murah senyum seperti ini. Kau itu terkenal dingin dan kejam, suatu hal yang sangat mengejut kan ketika aku bertemu dengan sosok yang lain dari yang di rumor kan " Ucap Amanya jujur.
Pangeran Eren tersenyum, " Mungkin yang kau kata kan benar, tapi seiring berjalan nya waktu, kau akan tau sifat ku yang sebenar nya " Ucap Pangeran Eren santai.
Amanya hanya diam.
" Oh ya, mungkin kau baru bisa sampai ke kerajaan kami dua hari kemudian, aku harap setelah waktu itu kau tidak melupakan wajah ku. Karna aku akan menolong mu di sana " Ucap Pangeran Eren yang membuat Amanya menaik kan satu alis nya.
" Dengan cadar yang kau pakai? Oh yah, pasti aku tidak akan mengenali yang mana Pangeran Eren di kerajaan itu " Ucap Amanya protes.
Pangeran Eren terkekeh, kemudian membuka cadar nya dan tersenyum manis.
Amanya tertegun, pupil mata nya sedikit membesar. Pria yang di rumor kan kejam dan dingin itu ternyata sangat tampat, di tambah sifat ramah dan murah senyum nya ketika bersama Amanya, membuat gadis itu semakin tertarik.
" Kau sudah mengenali wajah ku? " Tanya Pangeran Eren mencolek hidung Amanya untuk menyadarkan gadis itu kembali.
Amanya kaget dan mengedip kan mata nya berkali kali, membuat Pangeran Eren tersenyum gemes.
" Ku pastikan kau akan menjadi milik ku, tunggu saat itu tiba " Ucap Pangeran Eren membuat Pipi Amanya sedikit bersemu.
Sungguh orang orang di dunia kuno seperti ini malah terlihat gantle dan tak tertebak. Walau Amanya sering di godain cowok cowok di dunia moderen, namun Pria satu ini menggoda nya dengan cara lain. Membuat hati Amanya tergelitik, dan pipi nya bersemu merah karna malu.
__ADS_1
Ahh pangeran impian, gak gak.. apa apaan itu! Gak mungkin Amanya suka sama pria kuno! Tidaakk.. apa kata dunia cuy!
Amanya menggeleng geleng kuat dengan dengusan kecil, menepuk nepuk pelan kening nya agar semua fikiran tak masuk akal itu pergi menjauh dari otak nya.
Pangeran Eren sedari tadi memperhatikan Amanya menjadi semakin gemes, " Apa kau suka bersikap aneh seperti ini? "
Amanya melirik, " Pangeran- "
" Panggil saja Aku Eren "
" Kesan nya tidak sopan bukan? "
" Khusus untuk mu, aku bebas kan "
Amanya terkekeh geli, ada aja kelakuan pria ini yang membuat diri nya merasa teristimewa kan.
" Apa hal itu juga harus aku jawab? Apa sikap ku beberapa menit ini tidak membuktikan sama sekali? "
Amanya hanya diam, membuat Pangeran Eren mengalah dan menjelas kan semua nya.
" Yah, aku memang tidak suka berhubungan dengan wanita, tapi bukan nya aku tidak suka dengan wanita. Jujur aku memang belum pernah merasakan menyukai wanita lebih dari seorang teman, tapi.. ketika aku melihat mu, semua nya berbeda. Daya tarik mu, aku tidak bisa mengartikan nya, bisa di kata kan.. aku suka pada pandangan pertama " Ucap Pangeran Eren jujur, apa ada nya.
Amanya mangguk mangguk ngerti, " Boleh aku refisi gak ucapan nya Eren? Yang ada itu, Cinta pada pandangan pertama, bukan suka pada pandangan pertama " Ucap Amanya memperbaiki.
" Tidak, memang benar kata kata ku yang awal. Karna cinta dan benci itu berbeda tipis, aku tidak mau mencintai mu kalau ujung ujung nya membenci mu, lebih naik aku menyukai dan menyayangi mu dari pada harus mencintai mu. Cinta, hanya untuk membuat orang sakit hati "
Amanya tertegun sekali gus takjub dengan pemikiran aneh itu. Yah lulus lah dari uji coba, gak papa yang penting gak di jadiin istri kedua atau di madu.
" Kau beneran belum punya istri? " Tanya Amanya, ada rasa ragu di benak nya.
__ADS_1
" Saat kau pergi ke istana besok, kau bisa melihat nya sendiri, apa aku sudah punya wanita atau belum.. aku di didik bukan untuk berbohong, sebagai Raja masa depan aku di pantang kan untuk berbohong. Lagi pula, kalau aku belum juga menikah yang ada posisi Pangeran mahkota ku di cabut, dan di berikan keadik kedua ku " Ucap Pangeran Eren menatap langit yang penuh bintang.
Amanya mengerti itu, karna menurut novel yang dia baca, Pangeran Eren memilih menikah dengan sembarang gadis agar posisi nya tidak di geser.
Tunggu, ada yang mengganjal dari semua ini.
" Eren, kau tidak menggunakan ku untuk menetap kan posisi mu kan? " Tanya Amanya sedikit was was, ya walau pun Amanya berharap hanya sekedar itu saja, agar tidak di sentuh oleh pria itu.
Pangeran Eren diam, tidak ingin menjawab atau pun menyangkal, membuat Amanya bingung sendiri.
" Jadi yang aku katakan benar? " Tanya Amanya sedikit tersenyum, menutupi rasa lega nya di dalam hati.
" Kau memang gadis bodoh Anya " Ucap Pangetan Eren tiba tiba mengatai Amanya.
" He? Bodoh? Apa maksud mu? Dan itu, Anya? Nama ku bukan Anya! " kesel juga lama lama ngomong sama Pangeran super duper teliti seperti dia.
Pangeran Eren merubah posisi nya menghadap Amanya, menatap gadis itu lekat lekat.
" Bukan nya aku sudah kata kan tadi? jujur saja aku tidak suka mengulang kata kata, jadi cukup sekali saja aku tidak mau ada pengulangan, biarkan otak mu bekerja lebih baik! Dan ya.. nama mu Amanya kan? Apa salah nya aku panggil separuh nama mu, Anya? "
Amanya terdiam, menggaruk alis nya canggung.
Benar benar ni pangeran, bisa aja nyekak omongan si Amanya ratu rocos.
----
Auk ah bang Gelap! - Amanya.
Tbc
__ADS_1