Warisan Sang Naga

Warisan Sang Naga
Hati yang terluka


__ADS_3

"Hari ini langit tampak cerah, namun tidak secerah perasaan ku, sepuluh tahun diriku menderita, sepuluh tahun aku hidup sendiri tampa ada yang melindungi, dan kenapa banyak sekali orang yang tidak menyukaiku kenapa banyak sekali yang tidak menganggapku hidup, bila ini cobaan dari langit aku menerimanya". Batin xiao lin


Xiao lin sedang duduk di atas pohon ia memandang benua yang begitu luas, benua ini bernama benua estera tempat tinggal bagi seluruh mahkluk hidup, tempat yang harusnya di anggap rumah oleh manusia tapi tidak dengan xiao lin


"TAPI MENGAPA COBAAN INI TIADA HENTINYA, MENGAPA HARUS AKU DARI RIBUAN BAHKAN JUTAAN MANUSIA YANG HIDUP MENGAPA HARUS AKU". Jerit xiao lin


Tampa ia sadari air mata nya menetes membasahi kening nya


Xiao lin merasa putus asa dan berniat mengakhiri hidup nya namun ia merenungkan nya kembali


"tidak ada janji yang harus aku tepati janji membalas dendam akan ku balaskan dendam mu ibu, ayah".di dalam kata kata tersebut terdapat kesedihan yang mendalam karna xiao lin sadar ia hanya sampah yang tidak memiliki karakteristik dan bakat ilmu beladiri

__ADS_1


"tapi apakah aku bisa".ucap Xiao lin dengan nada rendah bahkan hampir tak terdengar


Tiba tiba terdengar suara langkah kaki dari belakangnya xiao lin yang mendengar langkah kaki tersebut cepat cepat menghapus air matanya


"Tentu saja kau bisa mengapa tidak bisa". Ucap Salah satu pria sepuh yang tampak berumur tua


"tetua dai". Xiao lin turun dari atas pohon dan memberikan hormatnya kepada pria tua tersebut


"perlu kau ketahui nak memang tidak ada yang bisa merubah takdir tapi bukan berarti tidak bisa kalau ayah mu masih hidup pasti dia akan mengucapkan hal yang sama kepadamu". Ucap xiao dai salah satu dari tetua tertinggi keluar xiao


Tetua dai terbatuk batuk mendengar nya tak dia sangka bocah berumur 10 tahu yang berada di hadapannya pandai dalam berbicara bahkan lebih pandai dari pada dirinya yang kini telah berusia 54 tahun

__ADS_1


"ah lin'er aku tak pandai bicara tapi percayalah hidup mu itu tidak sia sia aku yakin kau bisa membalaskan dendam mu dan menjadi pendekar nomor 1 di keluarga, jangan sia siakan hidup mu jangan sia siakan pengorbanan kedua orang tua mu". Ucap tetua dai


"andai saja aku tidak terlahir di dunia ini kedua orang tua ku pasti akan hidup bahagia"


Xiao lin merasa sangat bersalah atas kematian kedua orang tuanya, mereka meninggal karna berusaha menyembuhkan racun mematikan yang berada di dalam tubuh xiao lin, namun sayang meskipun racun nya berhasil di sembuhkan nyawa keduanya melayang


"jangan berkata demikian lin'er, kebahagiaan yang paling berharga yang di miliki tetua fang'er dan sepupu wei'er adalah memiliki dirimu kau adalah kebahagiaan bagi mereka berdua". Ucap tetua dai


Mendengar kata kata tersebut xiao lin kembali meneteskan air mata nya ia berusaha menahan nya namun tidak kuasa


"hahaha lin'er pria sejati itu tidak boleh menangis di hadapan orang lain kau harus kuat seperti ayahmu". Ucap tetua dai sambil tertawa lepas

__ADS_1


"hahahaha kau benar tetua dai lelaki sejati tidak boleh menangis aku akan buktikan bahwa diriku bisa menjadi pendekar nomor 1 dan membanggakan kedua orang tuaku". Ucap xiao lin ia menghapus air matanya dan tersenyum hangat kepada tetua dai, ia sangat berterima kasih karna hanya tetua dai lah yang mengerti perasaan nya


"hahahaha baiklah berusahalah tunjukan kepada semua orang bahwa kau bisa lin'er semoga saja aku belum menjadi tulang saat kau berhasil menggapai impian mu itu". Ucap tetua dai ia tersenyum lebar merasa bangga karna dapat memberi pencerahan kepada anak dari sahabatnya itu, tetua dai pun meninggalkan xiao lin sendirian


__ADS_2