
"hmm pendekar nomor satu yah apakah aku bisa". Ucap xiao lin ia mengehembuskan nafas berat
Ia bersandar di pohon sambil merenungkan kata kata tersebut
Xiao lin memejamkan kedua matanya, dan mulai tertidur di bawah pohon rindang meskipun hari masih petang tapi mata dan hatinya terasa butuh istirahat
Di dalam hati nya yang paling dalam ia bertanya "apakah aku bisa".
"yah tentu saja kau bisa anak muda".suara misterius
"siapa itu!!! tetua dai?! Tidak mungkin tetua dai bisa membaca isi hati ku seperti buku, mungkin hanya perasaan ku saja". Ucap xiao lin di dalam hati, ia lalu kembali melemaskan tubuhnya dan kembali menutup kedua matanya
"perasaan mu kau pikir yang berbicara dengan mu ini hanya angin lalu". Suara misterius
"apa siapa itu!!!". Xiao lin terkejut ia membuka matanya dan bersikap waspada
Tiba tiba ada cahaya emas yang sangat besar muncul di hadapan nya semakin lama semakin besar dan akhirnya membentuk seekor naga berukuran sangat besar sedang menatap nya
Xiao lin terkejut, kedua kakinya tidak bisa di gerakan nya seolah berubah menjadi batu, tubuhnya melemas, dan pandangannya kabur, ia ingin berteriak namun tidak bisa,
"ah siapa aku, aku adalah harapan yang bisa membuat semua mimpi mu terwujud anak muda". Ucap sang naga itu
Tiba tiba naga itu terbang dan masuk ke dalam tubuh xiao lin
__ADS_1
"aaaarrrrkhhhhhhhhhhh", jeritan xiao lin yang merasakan kesakitan di seluruh tubuhnya, ia blm pernah merasakan sakit yang begitu sakit seperti yang di alaminya sekarang
Perasaan nya campur aduk, xiao lin merasakan tubuhnya di penuhi dengan energi yang tiada batasnya, ia merasakan sensasi panas seperti di bakar api, tenggelam di lautan yang luas, dingin seperti di hujani oleh berjuta juta salju, xiao lin juga merasakan dirinya seperti terbang di bawa angin, sakit tersambar petir, dan juga terhimpit oleh 2 gunung batu yang keras, ia juga merasakan di selimuti rerumputan dan tumbuhan,
semua itu terjadi dalam 1 detik kesakitan sesaat tetapi mematikan, rasa sakit yang tidak bisa di bayangkan oleh mahkluk hidup manapun, setelah itu xiao lin kehilangan kesadaran nya ia tak lagi merasakan tubuhnya, ia berada di sebuah tempat yang sangat gelap
"apakah aku sudah mati, apakah ini alam kematian maaf ayah maaf ibu aku tak bisa membalaskan dendam kalian, maaf bibi aku tidak bisa membalas budi mu, tetua dai,". Batin xiao lin
"kata siapa kau sudah mati"
"Siapa itu". Jerit xiao lin
"tak perlu teriak teriak aku bisa mendengar mu meskipun bicara di dalam hati sekalipun". Tiba tiba muncul sosok sepuh ia. Memiliki rambut dan janggut putih yang sangat sangat panjang dan memiliki satu tanduk berwarna emas di kepalanya
"aku bukan genjutsu ataupun ilusi yang tengah kau pikirkan anak muda kau berada di alam bawah sadar mu sendiri". Ucap sosok sepuh tersebut
"siapa kau sebenarnya apa yang telah kau lakukan pada tubuh ku". Ucap xiao lin sambil mengepalkan tangannya
"namaku adalah lao pao kalian bangsa manusia memanggil ku dengan sebutan dewa naga". Ucap lao pao
"lao pao?!, DEWA NAGA!!! Engkau sang legenda Dewa naga". Ucal xiao lin sambil ter engah engah ia kesulitan bernafas setelah tau siapa yang berada di hadapannya
"maafkan hamba leluhur hamba sudah bertindak kurang ajar", xiao lin sujud kepada lao pao dan meminta ampunannya
__ADS_1
"aiya kenapa kalian para manusia suka bersujud kepada sembarang orang". Dengus lao pao sang dewa naga iya mengangkat tangan nya dan tiba tiba tubuh xiao lin terangkat dari sujudnya
"tidak perlu bersujud kepada ku bersujud hanya kepada orang tua, raja, dan juga langit xiao lin kau akan menjadi penerus ku dan akan mewariskan kekuatan ku sebentar lagi dunia akan di selimuti kegelapan dan kau harapan bagi seluruh umat manusia kau harus terbang seperti naga dan selamat kan dunia", ucap lao pao sang dewa naga
"penerus?! Kegelapan!? Selamatkan dunia?! Apa maksud leluhur", ucap xiao lin terheran heran
"kau akan tau saat nya nanti terus lah berlatih sampai jumpa anak muda". Lao pao sang dewa naga tiba tiba menghilang seperti angin
"ah senior tunggu?!?arkh apa yang terjadi". Sebelum menyelesaikan kalimat nya tiba tiba xiao lin terbangun di atas ranjang nya ia di sambut dengan tamparan keras di pipinya
"aduh pipiku!!! xiao ning apa yang kau lakukan? Apa. Salahku? ". Rengek xiao lin pandangan xiao lin berubah ketika ia melihat wajah adik sepupunya itu memerah ini pertama kalinya ia melihat wajah xiao ning memerah, ia pun merasakan tangannya sedang memegang sesuatu yang sangat lembut seperti bakpau
"glek sepertinya aku sudah tau apa kesalahanku hhhe".xiao lin menelan ludah nya
"kalau sudah tau mengapa kau masih memegang nya RASAKAN INI!!! ".jerit xiao ning
Sebuah piring melayang indah dan mendarat dengan indah di wajah xiao lin,xiao lin pun tertidur kembali namun kali ini bukan di ranjang nya namun di pelukan xiao ning keduanya terjatuh dari ranjang ke lantai dengan posisi berpelukan
Xiao ning yang belum pernah sekalipun di peluk oleh seorang pria reflek menjerit dan menendang xiao lin sampai terpental ke ranjang nya lagi
__ADS_1