Wasted Child Tranmigration

Wasted Child Tranmigration
3


__ADS_3

Happy reading


“mommy’gumamnya


“hiks ka-kak jahat hiks”mendongak menatap revan dengan kesal dan emosi


Tersadar dari keterdiamannya


“siapa"’tatapannya berubah dingin.


‘ih serem.tapi ganteng banget’batinya


Lea berkedip polos menata revan.


Revan yang melihat tatapan lea tersenyum seperkian detik merubah raut  wajahnya kembali dingin


“kenapa kau bisa kesini?”menatap lea dengan tajam


“ndak boleh ya?” ucap lea dengan polosnya


Mendekati lea dan mencengkram dagu lea sedikit kuat


“kau tidak takut dengan ku”menatap mata lea


“ndak tuh kan kakak olang bukan hantu kalu sama hantu baru lea takut”


Jawaban lea membuat hatinya sedikit tersentuh,ingatnya hanya sedikit! Karena selama ini jika dia di sekolah teman-temanya selalu menata takut ada dirinya seolah ia adalah sesuatu yang sangat menakutkan untuk di lihat.jadi karena itu ia semakin membatasi diri dalam pergaulan tai berbeda dengan anak kecil yang didepannya ini ia memandangnya engan polos tanpa ada rasa takut akan dirinya.


“kau cadel?”


“kau cadel?”


Lea yang mendengar apa yang diucapkan oleh revan mendorong bahu revan dengan pelan


“lea ndak cadel,tapi belum bisa bilang “r”aja”ucanya dengan kesel.


Revan yg mendengarkan itu terkekeh pelan,hahh,banyangkan sikulkas 2 pintu ini terkekeh ini sungguh membagongkan harus diabadikan nih.


“ihss napa ketawa ndak ada yang lucu ya”ucap lea kesal


“sama saja kau cadel,huruf r pun kau gk bisa ucapkan”


“hiks,hiks kakak jahat”lea menangis


“NONA” teriak ema


Sejak tai dia anak dan khawatir terhadap nanya yang tidak kelihatan sejak tadi


Membuat ia ketakutan mengigat perkataan tuannya


“saya tidak ingin melihat wajah anak ini jangan sampai saya melihatnya atau kau tau akibatnya!!”


Melihat lea bersama tuan mudanya dia menggigil ketakutan


Revan memandang dingin seseorang yang berteriak itu


“ma-af tuan muda jangan hukum nona tuan muda ,ini saya yang salah tuan muda tolong hukum saya saja”ema bersujud memohon kepada revan


Revan yang melihat hal itu mengern


yitkan dahinya


‘ada apa ini sebenarnya’batinnya


“Bangun apa maksudmu"


Masih dalam posisi bersujudnya


“ma-maafkan saya tuan muda,saya lalai menjalankan tugas saya menjaga nona agar tidak memasuki mansion wiston“ucap tak berani menatap wajah tuan mudanya


Degg


‘bayi itu’batin revan menatap lea dengan tatapan kebencian


“kau !,kau anak itu,kau penyebab mommyku meninggal ,kau dasar pembunuh!”marah revan sambil mendorong tubuh lea dengan kuat.


Lea yang mendapat perlakuan seperti terdiam kaku seketika.ia meringis kesakitan dalam hati karna kaki nya terbentur dengan kuat dengan lantai.

__ADS_1


‘sssth aish,sakit sekali,oke kita akan bermain drama yg menyenangkan’batin aleara


“nona! Nona gk papa”ema langsung menghampiri lea dengan khawatir dan langsung mengecek keadaan nonanya


“e-ma “ucap lea yang masih termangu


Revan Pun terdiam apa yang telah dia lakukan sama lea di menatap tangannya ,tapi setelah itu ia langsung merubah raut wajahnya datar


“pergi kalian di hadapan saya!!”ucapnya dengan dingin


“ba-baik tuan muda”ema langsung pergi membawa lea dari hadapan tuan mudanya


“ayo nona” membawa lea pergi yang masih menatap revan dengan tatapan sayu yang dibalas dengan tatapan dingin oleh revan


Sementara itu di ruang makan


“bang arvin kita ke depan yuk”ajak laura kepada arvin


“malas “ucap arvin dengan dinginnya


“abang ayok kita ke depan ,sekali-kali gerakkan badan abang”ucap laura sambil menggoyang-goyangkan tangan arvin


Srek


Arvin melepaskan tangannya dengan sedikit kasar


“tidak sopan !


“maaf abang”memalingkan wajahnya


Leon membanting sendok di tangannya


Prank


Membuat arvin dan laura terkaget menatap leon


“berhenti membuat ulah di pagi hari “


“kalian bukan anak kecil”menatap anaknya satu persatu lantas pergi meninggalkan mereka.


“andai mommy masih ada


pasti keadaan tidak seperti ini”gumam laura


prank


“aku membenci pembunuh itu,aku sangat-sangat membencikan” melempar sendok yg ada di meja makan


Arvin berjalan menuju kamarnya selalu seperti ini hanya ada kedinginan dan kesunyian didalam keluarganya.


Membuatnya frustasi,arvin mengambil beberapa pil obat tidur dari lacinya dan meminumnya .


sudah dua tahun ia mengonsumsi obat itu tana ada siapapun yang tau


Memandang dirinya dari pantulan cermin


“mommy Arvin kangen”dengan mata yang memerah menahan tangis


“jika nyawa bisa ditukar aku ingin bayi itu yang mati bukan mommy!! mengepalkan tangannya dan melangkah menjauhi cermin


Iapun merebahkan dirinya di kasur dan mulai memejamkan matanya karena reaksi obatnya sudah bekerja.


“mommy datang ya


di mimpi arvin”ucapnya lirih


Leon berjalan menuju ruangan kerjanya menurus berkas-berkas matanya memancarkan emosi.


Para bodyguard yg berjajar menundukkan pandangan mereka.


Membuka dan menutup pintu dengan membanting cukup keras.


Terduduk menyandar di pintu


“aku merindukanmu sayang”mengusap wajahnya kasar


“aa yg harus aku lakukan dengan keluarga kita?”

__ADS_1


"Jika bisa aku ingin menyusulmu”


"Tai aku takut kau membenciku karena meninggalkan anak-anak kita”


"Kenapa kau kau membuatku harus berjanji ini semakin sakit sayng”menyentuh dadanya


“aku membenci kelahiranya”


“karenanya kau lergi dariku”


Perasaannya saat ini hancur seandainya ia bisa memutar waktu,maka ia akan melakukanya saat ini juga


Jika bisa di tukar dengan uang untuk mengembalikan waktu maka ia akan lakukan tak peduli jika uang habis


Sesampainya Lea dan Emma di gudang.


“apa ada yang terluka sayng?”raut wajah khawatir namak tulus dari Emma membuat Lea yang melihstnys tersenyum.


“lea baik,ema””merinngis memegang perutnya


“nona masih lapar?maafkan ema”menatap sendu lea ia tak memiliki makanan untuk diberikan.


“ema ndak salah tai pelut lea yang salah”


“masa makan loti aja ndak


kenyang.”menepuk perutnya pelan


“cabal ya nanti lea makan lagi tapi kelja dulu bial dapat uang”


Emma yang mendengarnya nampak terharu


“sayang kamu masih kecil, waktumu digunakan untuk bermain bukan bekerja” mengelus surai lea


“setelah emma mendapatkan gaji kita beli makanan yang banyak.”


“emma janji.”


Lea mengangguk.


“Lea haus ingin minum dulu.” Memasuki Gudang


Emma mengikuti lea masuk.


Melihat Lea meminum tiga gelas air guna menahan lapar.


Memeluk tubuh kecil Lea


“Kamu anak yang baik dan kuat.”


Seorang maid masuk ke Gudang


“Emma kamu disuruh kerja bagian dapur sekarang.”


“Mmmh iya.”


“Nona jangan kemana-mana dulu ya, Emma pergi dulu.”


“Okeh Emma.” Tersenyum


Setelah ditinggal,


Setelah itu, Lea menatap sekeliling ruangan ada beberapa kotoran debu yang masih menempel di lantai.


Dari pada diam lebih baik menggerakan badannya, karena Lea tak terbiasa di dunianya dulu hanya berdiam diri.


Lea pun mengambil sapu yang tergeletak di bawah lantai.


“Semangat” berseru untuk dirinya sendiri sambil memegang sapu.


Disaat ia melakukan tugasnya ia teringat dengan keluarga pemilik asli tubuh


“Mereka hidup di rumah mewah bagaikan istana, sedangkan anak ataupun adiknya tinggal digudang.” Menggelengkan


“Bagiku kejam, eh gak deng… tapi sangat-sangat kejam.”


Jangan lupa tinggalkan jejak

__ADS_1


__ADS_2