
Hidup tanpa hadirnya seorang ayah,mungkin itu adalah hal pilu yang mungkin dirasakan setiap orang.
Begitulah sebaliknya dengan Dinda.
Dinda adalah seorang anak yang sejak dari rahim bunda sampai menjejal cahaya di pelupuk mata yang tak pernah melihat sosok gagah dan tampan yang disebut oleh orang-orang dengan sebutan "ayah".
Begitulah Dinda yang sembari dari bayi sampai sekarang berumur 20 tahun masih bertanya-tanya....?
Where are you ayah?
Dimana kamu ayah?🥺
Dinda rindu pelukan ayah🥺
Dinda ingin kehadiran ayah🥺
Dinda ingin dimanja dan disayang seperti teman-teman Dinda yah,,,🥺
Apakah ayah merasakan hal yang sama seperti Dinda rasakan yah?🥺
Begitulah setiap hari yang keluar dari pikiran Dinda. Dia selalu bertanya dan bertanya.
Pagi hari ini adalah genap Dinda berumur 4 tahun. Dia dengan sikap manis dan lucunya sempoyongan bangun tidur langsung menghampiri bunda tercinta yang bergelimpukan sedang memasak di dapur.
Yaa benar,Dinda sekarang tinggal bersama bunda tercintanya. Seorang bunda yang berjuang untuk membesarkan gadis kecilnya ini.
Dinda POV: bundaaaaaaa...bunda dimana?ihiii bundaaaa dimanaa..?
Begitulah Dinda dengan tingkah lucunya memanggil-manggil bundanya.
Bunda : iyaa Dindaa,bunda lagi di dapur. Sinilah sayang..!
Begitulah jawaban bunda dari dapur ketika di panggil anaknya.
Dinda langsung menghampiri bunda dan merengek ingin dimasak in udang goreng sama tahu makanan kesukaannya😊.
Dinda : bunda oh bunda masak in Dinda udang sama tahu goreng yaaa,Dinda lapar😁..
Bunda : nggk mau bunda masak in Dinda ihiii kan Dinda bau belum mandi,masa iyaa bangun tidur langsung menghampiri bunda ke dapur sihh nakk.
Begitulah kata bunda sama Dinda anaknya.
Dinda mangut- mangut mengiyakan perkataan bundanya. Dia langsung berlari-lari kecil dan langsung mengambil handuknya untuk segera mandi.
Biarpun umurnya masih kecil untuk masalah kebersihan dirinya Dinda terbilang mandiri ya ges yaa😁 dia sudah bisa berani sendiri untuk mandinya, biarpun sesekali nanti dipantau bunda yaaa.
Setelah mandi Dinda langsung pergi ke kamarnya untuk berganti pakaian dan dibantu oleh bundanya.
Dan Dinda sembari merapikan penampilannya. Setelah itu ia langsung jungkrak jungkrak berlarian ke pamannya mintak di gendong,ini kebiasaan dinda ni tiap pagi mintak di gendong pamannya.
Yapp,Dinda tidak hanya tinggal dengan bundanya tapi juga dengan pamannya. Setelah kakek nenek Dinda meninggal bundanya yang dahulu merantau dan bekerja memutuskan pulang ke kampung halamannya untuk menjaga adiknya yang sekarang bersekolah SMP kelas 7. Ya tidak lain dan tidak bukan adalah pamannya yang begitu sayang dan gemas dengan tingkah mungil Dinda.
Paman : Dinda sini paman gendong😊Dinda mau jajan nggak sini paman jajanin.
Dinda : horeee,,.sambil jingkrak-jingkrak kesenangan dijajanin oleh pamannya.
Bunda : Dinda makan duluuu nanti jajannya!
Dinda : iyaa bunda Dinda jajan dulu ya selesai jajan Dinda langsung makan.
Segeralah Dinda dan pamannya pergi ke warung kecil untuk membelikan Dinda jajanan kesukaannya.
Setelah menjelang ba'da zhuhur bunda langsung memutuskan ingin pergi ke pasar membeli sayur dan lauk pauk untuk persediaan di rumah. Dan tentunya saja Dinda pasti akan ikut kemanapun bundanya pergi
__ADS_1
Dinda : bunda,bunda..Dinda ikut yaaa,dinda mau beli mainan dan ikat rambut serta penjepit rambut🥺ya bunda,kan udah nggk bagus punya dinda🥺😭.
Dinda sambil memohon dan meminta untuk diajak pergi oleh bundanya.
Bunda : iyaa baiklah putri ku yang paling bunda sayang😊.
Sesampainya di pasar bunda langsung membeli kebutuhan dapur dan juga membelikan yang diinginkan oleh Dinda tadi.
Tapi tidak jauh dari ujung pasar ada 2 pria yang memperhatikan bunda dan Dinda. Entah siapa lah mereka yang sedari tadi memperhatikan bunda dan Dinda tersebut.
Dinda : bunda,bunda 2 orang pria tersebut siapa ya? Kok nengok in kita terus. Jangan- jangan mau culik Dinda ya bunda😭Dinda kan takut,iiiii.
Bunda : udah Dinda. Mungkin perasaan mu saja,udah,udah kita pulang yuk.
Dinda : oke de bunda.
Padahal di dalam hati Dinda sudah mulai merasa takut tapi supaya bunda tidak khawatir Dinda kembali ceria dan tidak memikirkannya.
Ketika bunda dan Dinda mau naik kendaraan ojek untuk menghantarkan mereka pulang, tiba-tiba tangan bunda dicegat oleh 2 pria tersebut. Bunda ingin berteriak tiba- tiba ditahan mereka untuk diam dan tenang.
Pria 1 : Maaf sebelumnya telah menakuti ibu dan anak ibuk, sebenarnya kami tidak bermaksud jahat dan hanya ingin berkenalan saja terutama teman saya yang satu ini.
Pria 2 : ehee maaf yaa sudah bikin takut kamu dan anakmu,perkenalkan nama saya Wawan dan ini teman saya Cakra.
Jadi sebenarnya saya tadi sudah memperhatikan kamu dan anakmu dan saya merasa tertarik dan jatuh hati pas pertama kali melihat kamu dengan anakmu. eh saya beraniin diri dehh pengen kenalan biarpun kita belum sama kenal sih,ehee.
Cakra : iya ni si Wawan pengen kenal banget sama kamu ehee.
Bunda : ealah kirain tadi mau merampok kami mas,maaf ya tadi sempat suuzon juga sama mas-mas berdua.
Kedua pria : ya nggk papa to de, namanya juga nggk kenal ya biasalah jadi salah paham.
Wawan : ngomong -ngomong nama kamu siapa dek kalau mas boleh tahu?.
Bunda : kenalin mas nama aku Yani dan ini anakku Dinda mas.
Wawan : yooo.yuklah yani,Dinda kita ke warteg sana yuk mas yang belanjain tenang, ehee.
Bunda : ehee nggk usahlah mas kami langsung pulang ajlah ya udah ditungguin adek juga ni di rumah.
Dinda : bunda,bunda kita pulang aj yaaa.
Bunda : iyaa nak,kita pamit sama oomnya dulu ya.
Wawan : ee dek janganlah pulang dulu setidaknya minum ajlah kita dulu dek kalau nggk makan.
Cakra : iya benar tu de Yani kata si Wawan.
Bunda : kapan-kapan ajalah ya mas.
Wawan : ok lah dek,kalau gitu mas minta alamat rumahmu ya mau silahturahmi dan mau ngenal kamu lebih lanjut,boleh kah?
Bunda : Yo boleh mas,ini mas alamatku.
Wawan : ok makasih ya dek,hati-hati pulangnya.
Setelah menjelang seminggu setelah itu Dinda yang biasanya ceria tiba-tiba murung dan nggk mau disuruh makan.
Bunda : Dinda oh Dinda makan nak Yo makan kamu udah dari tadi pagi nggk makan-makan nanti kamu sakit nak.sinilah bunda suapin yaa nak.
Dinda : nggk mau bunda,hihihiii(Dinda sambil menangis) Dinda takut bundaaa🥺
Bunda : kamu takut kenapa Dinda?
Dinda : Dinda takut bunda dekat sama oom-oom kemaren,Dinda takut nanti bunda nggk sayang dinda lagee,hihihihihi(Dinda menangis)
__ADS_1
Bunda : kamu ni mikir apa to Dinda,ya nggklah Dinda mana mungkin bunda nggk sayang sama kamu karena oom itu,to kita kan belum terlalu kenal bagaimana oom tersebut Dinda,jangan mikir yang aneh-aneh de Dinda . Udah-udah kamu makan lage yaa.
Dinda : iya bunda janji ya sama dinda,bunda nggk dekat-dekat sama oom itu.
Bunda : Iya Dinda bunda janji sama dinda🥰.
2 Minggu setelah itu tiba-tiba oom Wawan datang bersama Cakra dan ingin berencana serius sama bundanya Dinda.
Wawan dan Cakra : assalamualaikum Yan,Yani.
Bunda : waalaikumslm,ehee mas Wawan dan mas Cakra.silahkan masuk mas.
Wawan dan Cakra: iya iya Yani terimakasih ya.
Bunda : ada apa ya mas datang kesini ya?
Cakra : jadi gini Yan,Wawan ini ada niat baik sama kamu dia ingin memperistrikan kamu Yan.
Bunda : hah,yang benar mas,,,maksudnya gimana ni mas?
Emang mas tahu kalau aku ini udah nggk ada suami dan Dinda udah nggk ada ayahnya mas.
Cakra : tahu Yani.itu kami tahu juga dari teman kamu yani
Jadi teman kamu inilah yang awal mula menjodohkan kamu sama Wawan Yani. Si Wati namanya.
Bunda : Oalah si Wati ini ada-ada yaa,main jodoh" in orang aja,haha(bunda sambil tertawa)
Yo aku buatin minum dululah ya mas,nanti aku ceritain mas gimana jadinya.
Wawan dan Cakra: ok Yani, terimakasih ya.
Menjelang beberapa menit setelah itu Dinda pulang sembari lari- lari kecil ke rumah karena habis main diluar sama teman- temannya dan terkejut ada oom Wawan dan oom Cakra di rumahnya.
Wawan dan Cakra : ehe ada Dinda,sini Dinda duduk dekat oom.
Dinda : nggk mauu,ihii(sambil cuek dan berlari ke kamarnya).
Bunda : ehe Dinda udah pulang ya mas,maafin ya mas Dinda emang begitu sikapnya kalau kenal sama orang baru mas.
Wawan dan Cakra: ya nggk papa dek dimaklumin juga.
Bunda : ini diminum dulu mas airnya.
Wawan dan Cakra: ok mksh ya de Yani.
Bunda : sama-sama mas,jadi gini mas sebenarnya aku udah menjanda sejak dari 5 tahun lalu mas dan belum ada kepikiran mau cari pengganti ayah Dinda sih mas,masih mau fokus-fokusnya jaga Dinda.
Wawan : iya de, mas sudah tahu dari ceritanya Wati,karena dari cerita Wati itulah mas tertarik banget sama kamu de,gimana perjuangan kamu buat besarin Dinda dan juga ngurus adek kamu yang sekolah dek.sembari orang tua kamu kan sudah meninggal dek.
Bunda : jadi mas sudah tahu toh ceritanya aku mas🥺
Wawan : iya de,mas pengen banget memperistrikan kamu de!.
Apa kamu bersedia jadi istri mas de?
Biarpun kita belum mengenal satu sama lain gimananya de. Kan setelah menikah kita bisa untuk semua itu dek.
Bunda : gimana ya mas, aku masih ragu dan bingung. Aku mikir dululah ya mas kasih aku waktu seminggu buat mikir ya mas.
Setelah pertemuan dan perbincangan itu bunda Yani tanpa memberitahu Dinda terlebih dahulu dan hanya memberi tahu adeknya kalau dia ingin menerima lamaran dari mas Wawan tersebut. Bunda berpikir Dinda pasti nanti akan bisa menerimanya karena bunda memikirkan dia sudah 5 tahun menjanda dan Dinda tidak ada juga sosok ayah disampingnya. Jadi bunda memberanikan mengambil keputusan itu.
Disinilah awal mula penderitaan Dinda berawal dan awal mula Dinda mulai mengidap penyakit dan keinginan bunuh dirinya😭🥺
Ok ges mungkin sekian dulu yaa kita lanjutkan part ke duanya setelah kalian membaca dan me like cerita ini ya🤗
__ADS_1
Happy reading ges jangan lupa tinggalkan komentar kalian supaya aku semangat bikin cerita part 2 nya ges.okkkk dah dulu yaaa,love you ges😘❤️