Where Are You Ayah?

Where Are You Ayah?
part 3 halusinasi Dinda


__ADS_3


Dari kejauhan seperti ada bayangan hitam yang menyelimuti tembok rumah dinda,bayangan tersebut seperti ingin menangkap dan membawa Dinda,semakin Dinda ingin berlari dan berlari dari bayangan itu dan semakin kaki Dinda tidak bisa untuk digerakkan. Badan Dinda bergetar seperti melihat hantu yang akan membawanya pergi. Dinda terus berusaha untuk menggerakkan kakinya agar dia bisa kabur dari tempat itu, alhasil semuanya sia-sia dan Dinda masih diam terpaku dan bayangan tersebut makin mendekat dan mendekat. Dinda berteriak aaaaaaaaaaaaaa,,,jangan,jangan,


jangan sakiti aku,aku belum mau matii aaaaaaaaaaaa,,,tiba-tiba tubuh Dinda tersentak dari tidur dan seluruh tubuhnya berkeringat dingin dan basah seperti habis mandi.


Yaa begitulah yang di rasakan Dinda setiap hari ketika dia mencoba tertidur dan terlelap,Dinda merasa tubuhnya seperti di alam lain dan ada sesuatu yang selalu mengawasi dan ingin membawa Dinda lari.


Sudah seminggu ini dia mengalami insomnia(gangguan tidur) dia selalu berhalusinasi dan merasa kalau dia sudah tidak ada lagi di dunia ini.


Dan bunda Dinda sendiri tidaklah tahu dengan apa yang menimpa anaknya tersebut,karena bunda Dinda sibuk dengan suami dan bayi yang di kandungnya lage,ya benar bunda Dinda telah mengandung anak kedua dari suami barunya,entah pikiran apa sehingga bunda dinda mau mengandung anak suaminya,suaminya yang begitu kejam dan tidak menganggap Dinda seperti anaknya sendiri. Malah suaminya menganggap Dinda beban yang harus di musnahkan.


Hari ini adalah hari Minggu dimana Dinda libur bersekolah dan Dinda bisa merehatkan pikirannya sejenak setelah rutinitas sekolah yang padat dan membuat dinda gampang stres.


Apalagi dihadapi dengan sikap ayah tirinya yang kasar, dan jika bunda Dinda tidak berada di rumah dia sangat tempramen terhadap Dinda.


Contohnya saja hari ini ketika Dinda baru bangun tidur dan ingin ke kamar mandi untuk mandi dan mencuci pakaian serta sepatu sekolahnya,tiba-tiba Wawan datang dan menghardik Dinda.


Wawan: Dinda dimana kamu! Kesinilah cepat anak yang tidak tahu terima kasih (sembari memberi penekanan pada tiap kata-katanya).


Dinda : iya , maaf oom Dinda mau ke kamar mandi  mau mencuci pakaian sekolah Dinda oom.

__ADS_1


Wawan : kamu ini ya! Sekarang bunda mu tidak di rumah cepat kamu siapkan kebutuhan saya, buatkan saya teh hangat dan cuci baju saya yang kotor serta belikan saya makanan keluar,karena bunda mu tidak memasak pas dia pergi tadi.


Cepat Dinda! Jangan kamu bermalas-malasan.


Dinda    : iya oom (dengan nada takut).


Wawan : setelah itu jangan lupa suapin adek kamu dan jangan lupa mandiin dia dan jangan buat dia nangis,awas aja kamu kalau sampai nangis adekmu yaa.


Dinda : iya oom. (Dengan nada lesu)


Begitulah rutinitas Dinda selama bundanya pergi Wawan akan bertindak semaunya dan jika ada kesalahan yang di lakukan Dinda sedikit aja,Wawan akan langsung memukul dan memaki-maki Dinda.


Setelah selesai dengan segala hal yang di suruh Wawan,Dinda langsung menyelesaikan perihal tentang sekolahnya,takut baju dan sepatunya tidak akan kering kalau masih menuruti keinginan Wawan jadi Dinda segera ke kamar mandi dan mencuci semuanya.


Dan sore hari Dinda akan pergi nyekar ke makam nenek dan kakeknya, disana Dinda bisa menangis,tertawa dan mengeluhkan semua yang dia rasakan selama ini. Jika hatinya sudah tenang,Dinda akan langsung pulang dan akan langsung lari ke kamarnya. Untuk makan pun Dinda akan menyelesaikan dulu bunda dan Wawan makan di meja makan,sebab Dinda merasa canggung dan takut makan bersama dengan bunda dan si Wawan. Padahal terkadang bundanya menyuruh dia untuk makan bersama.


Hari ini adalah hari dinda akan melaksanakan ulangan harian matematika dan IPA Dinda sangat suka dua pelajaran ini, dia selalu di puji oleh gurunya ketika Dinda berhasil mendapatkan nilai terbaik di kelasnya. Mungkin di sekolah Dinda adalah siswi periang dan suka bercanda bersama teman-temannya. Tapi itu dilakukan Dinda untuk menyembunyikan semua kesedihan dan rasa sakit yang di rasakan di hatinya. Terkadang Dinda tidak jarang dia suka melamun dan berpikir bagaimana dia bisa menghadapi semua ini,Dinda terlalu takut untuk jujur sama bundanya sendiri apa yang telah di lakukan Wawan jika bundanya tidak di rumah.karena Dinda memikirkan kesehatan bundanya yang mulai menurun karena sedang mengandung anak ke dua Wawan.


Hari ini Wawan akan pergi bekerja dan tidak akan di rumah selama 3 hari, Wawan berkerja sebagai kuli bangunan dan serabutan,semua di kerjakan oleh Wawan yang penting mendapatkan uang baginya.


Dan 3 hari ini Dinda mungkin bisa mendapatkan ketenangannya,Dinda terkadang sedih melihat keadaan bundanya yang pucat dan sangat berbeda dari sebelum datangnya Wawan, Dinda tidak tahu apa yang ada di pikiran bundanya itu. Dinda hanya bisa melamun dan berpikir saja perihal bundanya itu.

__ADS_1


Bunda : Dinda, sini bantu bunda untuk  mengupas nangka ini untuk di masak gulai nanti!


Dinda : iya bunda.


Di dalam hati Dinda ingin suasana rumahnya kembali seperti dulu,tanpa adanya Wawan di rumah ini dan pamannya Rendy yang selalu menyayangi nya. Entah bagaimana lah keadaan paman Dinda di rantau orang,Dinda berharap pamannya berhasil dan bisa membawa Dinda pergi bersamanya juga.


Malam tiba,Dinda mengalami hal yang sama lagi dimana dia mulai mengalami halusinasi dan susah untuk memejamkan matanya untuk tidur. Bayangan tersebut datang lagi dan membuat dinda semakin takut dan tidak berani bersuara. Dinda hanya bisa pasrah apabila ia akan di bawa oleh bayangan itu,mungkin saja dia akan lebih bahagia di alam yang berbeda dan bisa berjumpa kakek dan neneknya. Tiba-tiba ada cahaya putih yang membawa Dinda ternyata hari sudah pagi dan jendela kamar sudah terbuka, Dinda ternyata dibangunkan oleh Wawan dan Wawan sudah pulang dari bekerjanya. Dia mengambil tangan Dinda dan membawanya ke kamar mandi lalu menyiramnya dan menyuruh dia bangun untuk menyiapkan sarapan untuk dirinya,Wawan kesal melihat Dinda yang tertidur lelap dan tidak bangun-bangun tadinya. Jadi Wawan menggunakan cara itu, dan seluruh tubuh Dinda bergetar kedinginan karena dia terkejut dan kaget di perlakukan seperti itu oleh Wawan.


Dan Dinda pun tidak di perbolehkan untuk mengganti bajunya, alhasil dengan baju basah Dinda menyiapkan sarapan untuk wawan.


Bunda Dinda ternyata pergi ke tempat saudara Dinda untuk menjenguk saudaranya ada yang sakit. Jadi Wawan bisa bertindak semaunya di rumah tersebut kepada Dinda.


Sudah hampir 7 tahun Wawan hidup bersama bunda Dinda,dan perlakuan Wawan tidak pernah berubah sama sekali sama Dinda. Sempat waktu itu Dinda tiba-tiba di larikan kerumah sakit karena badannya tiba-tiba tidak mau di gerakkan dan seluruh tubuhnya panas seperti bara api, dan alhasil Dinda jatuh pingsan tidak sadarkan diri. Tapi si Wawan malah ketawa dan mengharapkan Dinda itu tidak bangun lage, sungguh tragis dan malangnya Dinda bisa di pertemukan dengan Wawan yang memiliki sifat tempramen seperti itu. Dan Dinda juga pernah 5 kali mencoba melakukan bunuh diri dengan gantung diri dan mengiris tenggorokannya dengan pisau cutter.


Mungkin Dinda sudah merasa tidak bisa lagi mengimbangi semua yang ada di pikiran nya ditambah perlakuan Wawan dan bundanya yang kurang memerhatikan Dinda sejak menikah dengan Wawan.


Ok gesss,segitu dulu yaa part 3 nya🤗


Menurut kalian Dinda bisa nggak ni melewati semua cobaan yang datang ke kehidupan nya dan menurut kalian Wawan bisa berubah nggk ya?


Kalau kalian penasaran pantengin terus yang cerita aku ini, aku akan update untuk pembaca setia aku🤗🤗 jangan lupa like and koment ya.

__ADS_1


Ok terimakasih guys, see you next part ya🤗🥰


__ADS_2