Where Are You Ayah?

Where Are You Ayah?
part 7 Impian Dinda


__ADS_3

Hallo everyone, gimana ni kabarnya? Apakah kalian sudah mulai ketebak sama alur ceritanya jadi kek gimana?


Ok pantengin terus ya buat next partnya,and makasih everyone🖤


Cuaca hari ini seperti nya agak mendung , dan ya sama juga dengan suasana hati Dinda yang tidak bersahabat dengan dirinya. Dinda sering melamun dan berpikir tentang nasibnya esok bagaimana dan apakah dia bisa melewati setiap ujian yang datang terhadapnya?


Hari ini adalah hari yang ditunggu-tunggu Dinda,sebab hari ini adalah hari kelulusannya di bangku sekolah dasar. Dinda berharap bisa melanjutkan sekolah ke tingkat menengah di luar daerahnya,karena dia ingin mencoba mandiri dan jauh dari cengkraman Wawan. Tapi Dinda ragu apakah diperbolehkan atau tidak sama bundanya untuk melanjutkan sekolah ke luar daerahnya.


Dinda: Bunda, apa boleh Dinda cerita?


Bunda: mau cerita apa kamu Din?


Dinda: jadi gini Bun,aku kan udah lulus di bangku SD. Apa aku boleh sekolah di SMP luar daerah kita Bun?


Bunda: sudahlah Dinda kamu bersekolah saja disini. Tidak usah mikir yang macam-macam mau sekolah di luar daerah kita.


Dinda: tapi Bun...


Bunda: nggak ada tapi-tapi,kamu harus sekolah disini dan kamu daftar madrasah saja biar ilmu agamamu lebih baik dan kamu bisa berpikir jernih.karena selama ini kamu sering berpikir aneh-aneh dan sering menyalahkan oom Wawan.


Dinda: tapi kan Bun oom Wawan sendiri yang jahat Bun sama aku(Dinda berbicara dalam hatinya)


Dinda: ya sudahlah Bun,aku akan menuruti keinginan bunda untuk bersekolah disini.


Setelah seminggu berlalu Dinda akhirnya sudah masuk dan duduk di bangku madrasah, sebenarnya hatinya tidak terima tapi daripada melawan bundanya ya sudah Dinda mengikut saja.


Setahun hampir Dinda bersekolah di madrasah tersebut dan semuanya baik-baik saja. Tapi setelah Dinda menginjak kelas 2 madrasah Dinda mulai berubah dan sikapnya sering egois dan arogan ketika di rumah,dia sering konflik dengan bunda dan Wawan. Dan adiknya yang 2 orang hasil pernikahan bundanya dengan Wawan sering dia bentak dan hardik. Entah apa yang dipikirkan Dinda, sehingga dia bersikap seperti itu.


Apakah Dinda mau balas dendam terhadap perlakuan Wawan selama ini kepadanya?


Wawan: Dinda,jangan kurang ajar ya kamu di rumah ini kepada saya!


Dinda: saya nggak kurang ajar,saya bertindak sesuai keinginan hati dan pikiran saya.


Wawan: jangan mentang-mentang kamu sudah besar dan bisa menghakimi saya sama anak-anak saya ya!


Dinda: ohhh,kamu merasa di hakimi ya.. Bukannya kamu selama ini yang menghakimi saya ketika bunda saya tidak di rumah.


Bunda tiba- tiba datang dan menampar Dinda, dia tidak habis pikir dengan yang di lakukan anaknya itu. Entah setan apa yang merasukinya sampai bertindak seperti itu?

__ADS_1


Dinda: bunda jangan ikut campur ya,bunda tidak pernah ada disaat aku terluka dan butuh keberadaan bunda di sampingku.


Bunda: Dinda! Kamu sudah kelewat batas. Jika kamu tidak berubah,bunda akan mengusir mu dari rumah ini.


Dari kejauhan Wawan tersenyum sinis melihat ibu dan anak bertengkar karenanya,ini adalah taktik Wawan agar istrinya benci terhadap Dinda.


Dinda: ok bunda,mulai sekarang aku akan mengurusi hidupku sendiri,bunda nggk usah pedulikan aku lage!


Setelah kejadian itu Dinda lebih jarang di rumah dia lebih sering di rumah temannya dan bahkan berbulan-bulan tidak pulang ke rumahnya. Dinda yang sekarang hancur banget dan prestasinya mulai menurun,tidak ada satupun yang peduli kepadanya selain dirinya sendiri.


Harapan dan impian Dinda seperti di telan bumi,karena Dinda punya impian untuk bekerja sebagai dokter dan bisa merawat bundanya dari sakit. Tapi sekarang semuanya sirna dan bahkan tidak ada secercah harapan di mata Dinda.


Sudah hampir 2 tahun Dinda tidak berbicara kepada bundanya. Seperti ada jarum diantara mereka ketika mereka berdekatan.


Hari ini adalah hari weekend. Dinda memutuskan pergi jalan-jalan santai di taman,tak jauh dari ujung jalan ada seorang pria yang berlari menghampiri Dinda. Dia pria dengan kulit coklat muda dan wajahnya manis dengan mata coklatnya.


Pria: Hay,kenapa kamu melamun aku tengok dari tadi?


Dinda:eh,iya siapa?aku...nggak aku nggk melamun kok.


Pria: kamu sudah lama Lo melamun aku tengok.


Dinda: ehee nggk kok cuman lagi mikir aja.


Dinda: oh iya,aku Dinda dan kamu?


Pria: aku Arya,salam kenal ya.


Dinda: iyaa(dengan wajah dingin)


Arya: kamu tinggal di mana?


Dinda: aku tinggal tidak jauh dari sini kok. Kalau kamu tinggal dimana?


Arya: aku 2 perempatan dari taman ini. Oh ya,kapan-kapan kita jalan bareng yuk.


Dinda: hah, jalan bareng? (Dinda penuh keraguan)


Arya: iya Dinda(dengan senyum gigi gingsulnya).

__ADS_1


Semenjak itu Dinda dan Arya sangat dekat dan hampir tiap hari mereka jalan dan makan bareng.


Dan hidup Dinda sudah mulai berwarna dan semangat lagi,dia tidak memikirkan omongan Wawan dan bundanya di rumah lage. Dia sekarang lebih percaya kepada Arya.


Sudah hampir setahun Dinda dan Arya berteman dan bersahabat dan akhirnya Arya memutuskan ingin menyatakan perasaannya kepada Dinda.


Arya: Dinda,hei?


Dinda: iya Arya,kenapa?


Arya: Din,aku mau ngomong serius sama kamu!


Dinda: ok, silahkan.


Arya: kita kan udah setahun berteman dan sering bersama,tapi status kita hanya sekedar teman. Jadi aku mau sekarang status kita lebih dari teman Din. Apa kamu mau jadi pacar aku?


Dinda: MMM,gimana ya Arya?


Aku bingung jawabnya.


Arya: kalau kamu nggk bisa sekarang,nggk apa-apa kok Din aku masih bisa menunggu jawabannya.


Setelah Arya menyatakan perasaannya,hati Dinda sering berbunga-bunga dan senyum-senyum sendiri. Dan akhirnya Dinda menerima Arya sebagai pacarnya.


Dan mulailah kisah cinta Dinda bersama Arya,Arya jadi tempat dinda untuk mengungkapkan semua keluh kesahnya di rumah. Dan Dinda bertekad menyelesaikan studinya dan ingin bersekolah di sekolah yang sama dengan Arya setelah kelulusannya.


Tapi, namanya hidup pasti ada aja masalahnya. Arya tiba-tiba menghilang dan tidak ada kabar selama seminggu dan Dinda berusaha mencarinya. Ternyata dan ternyata Arya telah pindah ke luar kota dan tidak pamit kepada Dinda,entah apa alasan Arya berbuat seperti itu?


Dinda menangis sambil mengingat kenangan bersama Arya selama 3 tahun lebih. Sebentar lagi Dinda akan lulus madrasah dan dia pengen satu sekolah dengan Arya tapi sekarang semuanya mustahil. Arya pergi tanpa pamit dan hampir tidak ada kabarnya sekarang.


Dinda kecewa dan dilema. Orang yang dia percaya sekarang telah pergi tanpa alasan kepadanya.


Dinda kini tidak mau berlarut-larut dan dia harus semangat demi impiannya. Dinda yang sekarang lebih tegar dan lebih kuat untuk semua masalahnya. Dia sekarang lebih mendekatkan diri kepada Allah dan dia meminta maaf kepada bundanya dan perlahan hidup Dinda mulai baik.


Dan Wawan,Dinda masih belum bisa berbicara dan bersikap baik karena baginya bunda yani lebih penting dari segalanya.


Ok guys cukup dulu yaa,kita lanjut esok buat next partnya🥱


Gimana ni makin seru aja kan kisah nya Dindaa,kalian berharap apa ni buat Dinda ke depannya?

__ADS_1


Jangan lupa tinggalin jejak ya guys 🖤


Dengan follow,vote and koment kalian supaya aku tetap semangat lanjutinnya🥰


__ADS_2