Where Are You Ayah?

Where Are You Ayah?
part 2 hilangnya rasa percaya Dinda


__ADS_3

Ok guys,ini lanjutan cerita tadi yaaa.


Sorry lama,soalnya aku mikir dulu gimana bagusnya plotwish buat kalian,ehee😊😁



Ketika sang fajar mulai menyingsing,disitulah sang gadis mungil terbangun dari tidurnya. Dinda terbangun ketika dia mendengar gemerisik suara tawa dan suara canda yang begitu ramai dari luar kamarnya. Dan itu tidak satu atau dua orang melainkan banyak orang.


Dinda terheran itu suara siapa dan kenapa ramai banget yaa?🤔


Dinda dengan wajah mungilnya berusaha membuka matanya supaya terkesiap dan anggota tubuhnya mau bangun untuk beraktivitas pagi ini.


Dengan tingkah kecilnya,akhirnya Dinda bangun dari tidurnya dan ingin langsung menghampiri bunda yang biasanya membangunkan dia tidur,eh kenapa sekarang tidak ya? Bunda pergi kemana kah? Dinda bertanya dalam hatinya sambil badannya sempoyongan untuk keluar kamar.


Ketika Dinda keluar betapa terkejutnya dia dengan keadaan rumah yang sudah ramai,dan memperlihatkan wajah bunda yang cantik dengan pakaian kebaya nya,dan disamping bunda ada oom Wawan yang berdiri dengan sylean jas hitam ditubuhnya. Dinda terheran-heran,mereka sedang melakukan apa ya? Dinda langsung berlari menghampiri bunda tanpa memikirkan tampilannya yang baru bangun tidur.


Tiba-tiba Dinda mendengar pembicaraan singkat dari orang-orang yang sudah ramai di rumah Dinda. Ternyata oh ternyata oom Wawan dan bunda akan menyegerakan pernikahan mereka.


Dan betapa terkejutnya Dinda mendengar kabar tersebut dan betapa sakit dan perihnya hati Dinda menyaksikan semua yang telah terjadi.


Bunda POV: Dinda anakku,kamu udah bangun sayang(bunda masih dengan wajah biasanya menyapa Dinda) dan dibarengi dengan senyum oom Wawan disamping bunda.


Dinda masih tidak percaya dan mengira itu adalah mimpinya,dan Dinda mencubit pipinya yang terasa sakit. Dan itu tidaklah mimpi dan benar nyata kejadiannya.


Dinda POV: bunda pembohong,bunda ingkar janji (seluruh tubuh Dinda bergetar untuk berbicara) kenapa bunda..? kenapa bunda tidak berbicara terlebih dahulu kepada Dinda kalau bunda menerima lamaran oom ini bunda.kenapa bunda egois (Dinda sambil menangis) bunda tidak memikirkan perasaan Dinda,bunda jahat,bunda tidak seperti bunda yang Dinda kenal lageee.(Dinda menangis sambil berlari ke luar rumah tidak tahu kemana tujuannya).


Dan bunda diam terpaku seperti merasakan kepedihan yang dirasakan anaknya atas perbuatannya sendiri. Wawan : maafkan aku yan,karena aku kamu jadi dibenci anakmu yan.


Bunda : tidak mas,ini salah aku juga karena tidak berbicara sebelumnya kepada Dinda mas.


Paman Dinda: ya sudah kakak aku akan menenangkan Dinda dan memberi pengertian kepadanya.


Acara ini tetap dilanjutkan saja kakak sembari aku mencari dan menenangkan Dinda kak.


Bunda : tolong bantuan kamu ya Rendi (ya itulah nama paman Dinda yang sangat menyayangi Dinda seperti anaknya sendiri).

__ADS_1


Setelah berjam-jam paman Dinda mencari keberadaan Dinda akhirnya ditemukan Dinda sedang berada di kuburan kakek dan neneknya sambil menangis meraung-raung dan memukul-mukul dadanya,betapa sesaknya rasa yang dirasakan Dinda di hatinya sekarang.


Rendi POV: Dinda sayangku,heii jangan seperti itu sayang,paman tahu bagaimana perasaanmu sekarang.


Dinda POV: paman tidak tahu perasaanku! Kalau paman mengerti pasti paman tidak membiarkan bunda menikah lagi paman(Dinda sambil tersedu-sedu).


Rendi POV: Dinda! apa Dinda tahu dan mengerti juga bagaimana perasaan bundamu sendiri dinda?


Bundamu sudah 5 tahun menjanda dan dia berusaha untuk menghidupimu supaya berkecukupan dan juga membiayai pamanmu ini Dinda. Bundamu tidak pernah mengeluh akan beban yang dia pikul sendiri dinda,dia tidak menunjukkan letih dan lelahnya kepadamu Dinda.


Dia selalu tersenyum dan menghiburmu Dinda,dia memberikan mu kasih sayang yang cukup.karena dia tahu kamu tidak mendapatkan kasih sayang dari ayahmu sendiri dinda.


Bunda : kenapa bunda tidak memberikan aku ke ayahku saja paman,kalau dia merasa terbebani paman?


Rendi POV: Dinda! Kamu tidak tahu kejadian apa yang telah menimpa bundamu Dinda,sehingga dia membawa kabur kamu dari ayahmu Dinda,karena bundamu sangat menyayangi mu jadi dia lebih ingin kamu besar di dalam lindungan nya Dinda, seharusnya kamu tahu hal itu Dinda tanpa paman perjelas!


Dinda POV: Dinda diam seribu bahasa dan tidak banyak bicara.


Setelah kejadian dan peristiwa itu Dinda lebih banyak diam dan tidak mau berbicara kecuali kepada pamannya dan kepada bundanya sendiri dia bungkam tidak mau bicara.


Bunda : sudahlah mas emang itu sudah takdir Allah,dan Dinda pun akan mengerti esoknya mas,mungkin sekarang kondisinya dalam keadaan belum bisa menerima mas saja dirumah ini mas.


Wawan : iyaa Yani,aku akan berusaha membujuk dan merayu Dinda agar dia bisa menerima mas Yan.


Dan telah 6 bulan wawan dan bunda Dinda hidup bersama dan Dinda masih bungkam tanpa berbicara. Begitu sulitkah keadaan yang mungkin dirasakan Dinda selama 6 bulan ini. Dan bertepatan hari ini ulang tahun Dinda,Wawan berusaha membujuk Dinda dengan membelikan pakaian dan mainan yang disukai Dinda. Dan Wawan hanya mendapatkan perlakuan ketus dari Dinda.


Setelah beberapa upaya dan cara yang dilakukan Wawan selama itu,dan Dinda pun masih bungkam dan tidak mau berbicara dengannya.


Dan tibalah dihari dimana Dinda akan memasuki sekolah pertamanya yaitu sekolah dasar,Dinda sebelumnya tidak mau masuk TK dan paud karena menurut Dinda itu membosankan dan menghabiskan waktu saja,jadi Dinda memutuskan ingin bersekolah SD saja.


Di hari pertama ini Dinda ingin sekali bundanya yang mengantar setelah sekian lama dia tidak bersama dengan bundanya lagi,bundanya sibuk mengurusi Wawan(ayah tiri Dinda).


Ternyata diluar dugaan Dinda,malahan si Wawan yang mengantarkan dia.Dengan ketus dan wajah marahnya Dinda menolak mentah-mentah untuk diantarkan wawan. Dan tiba-tiba bunda dengan wajah kesal memarahi Dinda supaya Wawan saja yang antar.


Dan akhirnya Dinda ke sekolah dasar di hari pertamanya diantar Wawan.

__ADS_1


Sesampainya di sekolah Dinda langsung berlari mencari kelasnya tanpa memperdulikan Wawan,sehingga dia tersandung jatuh dan Wawan berusaha membantu dan memapahnya berjalan ke kelasnya. karena kakinya sakit tersandung terpaksa deh Dinda menerima bantuan Wawan tersebut.


Dan begitulah kehidupan Dinda selama bersekolah di SD penuh kehampaan,kesepian karena bundanya lebih sibuk dengan suami barunya. Sampai-sampai Dinda dititipkan untuk sementara waktu tinggal di tempat bibinya karena bunda Dinda harus ikut Wawan ke kampung halamannya. Betapa sakit dan kecewa nya Dinda terhadap bundanya.


Sehingga kelas 1 SD Dinda tidak bisa belajar didampingi bundanya tapi malah bibinya yang sibuk berjualan di rumah dan di pasar.


Dan setelah hampir setahun Dinda tinggal bersama bibinya yang tidak memiliki anak tersebut,Dinda setiap hari hanya merasakan kehampaan dan rasa sunyi dalam hidupnya,dan bundanya yang jarang mengabarinya dalam setahun tersebut,ntah bagaimana lah keadaan bundanya dengan si Wawan tersebut.


Dan paman Dinda si Rendi telah merantau jauh untuk menggapai impiannya jadi dinda tidak ada tempat bercerita dan tempat melepaskan lelahnya karena belajar di sekolah.


Tibalah waktunya Dinda naik kelas 2 SD dan Dinda berharap bundanya yang mengambil hasil raport nilainya di kelas 1 dan nyatanya itu hanyalah angan-angan Dinda dimana bibinya lah yang mengambil raport tersebut.


Telah hampir 1 tahun lebih Dinda dan bundanya berpisah dan kini bunda dan Wawan pulang ke rumah dan menjemput Dinda kerumah bibinya,betapa senangnya hati Dinda melihat bundanya telah kembali,tapi itu hanya kebahagiaan sesat setelah dinda melihat perut bundanya membesar. Dan bertambahlah kebencian Dinda terhadap Wawan setelah itu. Tapi dibalik perut bunda yang besar kehangatan di rasakan oleh Dinda lage,bunda mulai peduli dan mulai menunjukkan rasa sayangnya kembali kepada Dinda.


Sampai kelas 3 Dinda bisa mendapatkan peringkat kelas karena dibawah bimbingan bundanya untuk belajar. Tapi itu sirna lage karena bunda Dinda setelah melahirkan adiknya yang beda ayah,dia memutuskan kembali ke kampungnya si Wawan, dan Dinda waktu itu tinggal bersama guru agama nya yang mengajar di SD tersebut. Dan kehidupan Dinda kembali hampa dan sunyi tanpa sosok bundanya.


Tapi karena mau menginjak usia 10 tahun Dinda sudah mulai bisa berpikir dan menerima keadaannya dan mulai bisa belajar sendiri dan aktif dalam segala perlombaan di sekolahnya. Karena Dinda ingin menunjukkan kalau dia bisa mandiri dan berprestasi tanpa adapun bunda di sampingnya.


Dan menjelang Dinda naik ke kelas 5 SD dia tiba-tiba mengalami sakit yang tidak diketahui apa penyebabnya dan Dinda mulai gampang strees dan berkeinginan mengakhiri hidupnya.


Dan pada waktu itulah datang penyesalan bunda Dinda dan dia mencoba untuk lebih menghibur dan menyayangi anaknya dinda.


Tapi nasi telah jadi bubur Dinda yang dulu sangat berbeda dengan yang sekarang.


Dinda lebih sering tempramental dan mudah tersinggung sama perkataan orang,sampai-sampai dia berkelahi di sekolah karena dia tersinggung dengan perkataan temannya yang iri juga karena prestasi Dinda di sekolah.


Akhirnya pukul-pukulan terjadilah di sekolah tersebut sampai mendatangkan nenek (ini bukan nenek kandung Dinda ya) Dinda yang juga jadi kepala sekolah di SD tersebut pada waktu itu. Dan akhirnya didamaikan oleh neneknya. Dan akhirnya semenjak itu Dinda berdamai dengan temannya.


Setelah kejadian itu Dinda sering mengalami kontra dengan Wawan dimana Wawan mulai menunjukkan sifat aslinya yang suka mengatur-ngatur semaunya bahkan membandingkan Dinda dengan anak kandungnya bahkan memojokkan Dinda dengan anak yang tidak tahu terima kasih karena telah hidup atas bantuannya. Betapa sakit rasanya hati Dinda,suami bundanya sendiri ternyata lebih kejam dari yang dia bayangkan,ternyata Wawan manis diawal saja dan setelah itu ketahuan busuknya. Disitulah Dinda kembali stres dan tidak nyaman dirumahnya sendiri karena perlakuan ayah tirinya sendiri.


Ok ges bagaimana ya kelanjutan kehidupan dinda kecil yang periang,kini diam membisu dan temperamental dan sering ingin mengakhiri hidupnya...?


Kalau kalian penasaran jangan lupa like and koment ya supaya aku semangat untuk bikin kelanjutan cerita selanjutnya.🤗🤗


Ok terimakasih ya ges, selamat membaca dan semoga kalian suka🥰

__ADS_1


Happy reading ges,dadah lop you❤️🥰🤗


__ADS_2