Wisata Terakhir

Wisata Terakhir
LAYU


__ADS_3

Hana teringat saat pertama kali bertemu evin. Evin dulunya adalah pengamen di sebuah taman. Hari itu sangat cerah, evin baru saja selesai bernyanyi, hana menghampirinya sambil membawa pot bunga kecil yang ditanami bunga aster yang sedang mekar sempurna. "Ini, bunga untukmu." Evin menerimanya, hari itu ia mulai jatuh cinta dengan senyum dan ketulusan Hana. “Itu namanya bunga krisan. Mudah disiram, Jadi orang yang baru pertama kali merawat tanaman pasti bisa merawatnya dengan mudah. ​​Kamu sudah beberapa bulan bernyanyi di sini kan? Suara kamu merdu sekali, aku tidak menyetel musik saat bekerja ketika kamu mulai bernyanyi, karena aku ingin mendengar lagu kamu. Ah ya, toko bunganya ada di seberang sana, itu toko bunga milik ibuku. aku belajar dan sambil bekerja sebagai penjual bunga dari ibuku. Nama ku hana dahlia, namaku juga nama bunga, dahlia yang artinya kekuatan batin, kreatifitas, juga keanggunan.”


"Ohh begitu.. hana.. namaku evin. Terima kasih, aku akan merawatnya dengan baik" mereka berjabat tangan dan tersenyum satu sama lain.


Hari ke-30 mereka mulai menjalin hubungan, di atas jembatan di sebuah taman Evin memberinya seikat dahlia saat mengungkapkan perasaannya. Pada hari ke 100 mereka bersama, evin mengajarinya naik sepeda. Hari ke 200 mereka pergi ke pantai lalu kaki Hana terluka dan berdarah, Evin segera merawatnya "Sudah kubilang jangan lari, kamu memang tidak pernah menurut" tegurnya


“Haha menyenangkan, aku harap aku akan terus terjatuh. Sehingga kamu bisa datang dan mengomeliku setiap saat.”


"Apa?"


"Bahkan jika kamu hanya mengomeliku selama sisa hidupku, aku pikir hidupku tidak akan sia-sia. Kamu tahu, kita adalah pasangan yang menarik. Kamu pernah tersesat di pegunungan sehingga kamu benci pergi ke gunung. Dan ku pernah hampir tenggelam di pantai, jadi aku benci pergi ke pantai. Jika kita pergi mendaki dan kamu tersesat, aku akan berusaha keras untuk menemukanmu. Kamu milikku jadi aku akan melindungimu."


"Jika kamu pergi ke pantai, aku akan melindungimu"


"Aku bilang aku akan melindungimu"


"Aku akan melindungimu"

__ADS_1


"Evin kamu milikku jadi aku akan melindungimu"


"hana kamu milikku aku akan melindungimu"


"Aku akan melindungimu"


"baiklah, kamu akan melindungiku."


Beberapa hari sebelum Evin menceraikan Hana, ia melihat bunga krisan yang merupakan hadiah pertamanya dari Hana layu. Kemudian dia berpikir "jika itu jatuh ke tangan orang lain selain aku, itu mungkin tidak akan layu"


...


Pengaruh alkohol yang berlebihan membuat hana mabuk dan sedikit tak sadarkan diri. Yejun menuntun hana yang berjalan dengan tertatih. Sesekali mereka beristirahat di dekat trotoar jalan yang sepi. Rambut hana yang panjang terurai itu menutupi wajahnya yang memerah. Yejun mengambil seutas tali dari dalam tasnya, lalu mengikat rambut hana agar lebih nyaman, walau ikatannya sedikit buruk.


“hana, bangunlah, kita dikit lagi sampai. Kenapa kamu harus minum sebanyak itu kalau tak kuat”


“siapa yang mabuk, aku masih bisa berdiri tegak, Lihat!” tegas hana sambil mencoba bangkit, belum satu langkah ia sudah hampir jatuh, untung yejun segera menangkapnya. Hana yang terjatuh dalam dekapan yejun membuat hati yejun berdebar. Ia tak bisa berpaling dari wajah hana yang berantakan. Tak tega membiarkannya berjalan dengan kedaan seperti ini, yejun menggendongnya hingga sampai ke hotel.

__ADS_1


Namun sesampainya disana, semua orang sudah tidur dan tidak ada seorang pun yang membantunya. Yejun pergi ke kamar evin tapi sepertinya evin juga sudah tidur. Dengan sangat terpaksa yejun membawa hana masuk ke dalam kamarnya. Ia membaringka hana di tempat tidur miliknya. Ia menyelimuti hana yyang sudah tertidur pulas. Yejun menyentuh helai rambut yang menutupi wajah hana.


“tidak yejun, kamu tidak boleh melakukan ini” kata yejun. Ia segera menghindari hana dan membuka laptopnya untuk kembali fokus pada pekerjaannya.


Malam yang gelap menyelimuti langit, evin sangat khawati pada hana, ia menyesal telah melakukan ini padanya. Ia sangat cemas hana belum juga pulang. Ia berjalan melewati jalan yang mungkin hana lewati tadi. Ia berteriak memanggilnya tapi tak ada seorang pun disana.


...


Di pagi hari, ketika matahari mulai memantulkan cahaya di air laut yang biru, Yejun berdiri di sana. Hana membuka matanya dan segera menyadari bahwa itu bukan kamarnya. Parahnya, dia juga tidak memakai bajunya dan hanya selimut tipis yang menutupi tubuhnya. Dia melihat sekeliling ruangan untuk memastikan tidak ada yang melihatnya. Perlahan ia membuka pintu dan keluar dari kamar. Tapi tiba-tiba Yejun sudah berdiri di depan pintu. Mereka saling memandang dengan malu-malu, hana baru menyadari bahwa dia ada di kamar yejun. Tiba-tiba yejun melihat evin sedang memperhatikan mereka dari jauh "bukankah itu hana" dalam hati evin lalu ia mencoba memastikan. Yejun yang melihat Evin berjalan menuju kamarnya dan langsung mendorong Hana masuk dan menyembunyikannya di kamar mandi.


"kenapa kamu ke sini?" yejun bertanya pada evin yang langsung masuk ke kamarnya begitu saja.


"Aku melihat pintunya terbuka, bukankah seseorang baru saja masuk?"


"Kupikir pintunya rusak, bagaimana bisa ada orang masuk. Tidak ada orang di sini selain aku. Mungkin kamu keliru kamar sebelah. Apa ada hal yang penting? Kamu harus keluar, ada sesuatu yang harus aku kerjakan. Evin keluar, walau sebenanrnya ia sangat yakin hana masuk kemar yejun.


“bajumu ada di lemari, cepat keluar. Kita akan melakukan perjalanan selanjutnya.” Teriak yejun dan langsung pergi meninggalkan kamarnya.

__ADS_1


“siapa aku di kehidupan sebelumnya? Apa aku sudah melakukan penghianatan besar? Aaa kenapa nasibku selalu sial”. Hana langsung memakai bajunya dan kembali ke kamarnya. Ia melihat evin sedang bermain gitar di depan jendela. “ada apa dengan wajahmu? Kamu tak bisa tidur?” tanya evin.


“ha? Apa maksud kamu, aku tidur sangat nyenyak sampai bisa bermimpi” (ingatlah hana, ingat, tenanglah, semalam kamu minum, lalu pulang, aaaah aku tak bisa mengingat apa-apa. Aku pasti sudah gila” batin hana)


__ADS_2