
Ino's pov
Akhirnya kami sampai di aula ini, ku edarkan pandangan ku ke seluruh penjuru ruangan ini, para siswa dan siswi lain sudah meningkmati makanan mereka
"Ah, kita kesana saja! Di sana masih kosong" kata Tenten yang langsung menarik aku dan Hinata ke arah kanan dan kami duduk di kursi makan yang panjang
End ino's pov
"Kalian disini saja, biar aku yang pesankan, kalian mau apa?" Kata hinata berdiri
"Samakan saja dengan mu" kata Tenten "yah aku juga" lanjutku menyetujui perkataan Tenten.
Setelah Hinata pergi, Tenten dan ino mengobrol sampai terdengarlah suara riuh dari seluruh penjuru kantin.
"Eh?ada apa ini?Kenapa mereka ribut sekali?" Tanya Ino merasa bingung
"Huh! Ini sudah sering terjadi, mereka itu bagaikan princess di sekolah ini, tapi perilaku nya seperti Devil" kata Tenten sambil menghela nafas dan menunjuk tiga gadis yang berjalan seolah mereka adalah model papan atas
Ino mengerti! Dulu di sekolah nya dia juga di sebut princess tapi bukan bersifat Devil.
'BRUKK!"
Terdengar suara tabrakan yang cukup keras.
"HEI!APA KAU TIDAK MEMILIKI MATA!LIHAT!!BAJU KU JADI KOTOR!!" Bentak seorang siswi berambut merah jambu sebahu
"BERANI SEKALI KAU MENABRAK TEMAN KU!!" bentak gadis yang satu lagi yang berambut merah
Sedangkan si penabrak-
"Hei itu Hinata,ten!" Kata Ino melihat teman nya
"Iya!ayo kita kesana!" Kata Tenten yang langsung di setujui Ino, mereka mendekati para gerombolan itu
"An-ano..aku minta maaf" kata gadis indigo itu seraya menundukkan wajahnya
"Kau memang layak minta maaf, tapi ***** seperti kau harus di beri pelajaran!" Kata gadis pink itu menarik keras lengan Hinata dan mengambil ancang-ancang untuk menampar nya
"Lepaskan Hinata!!" Teriak Tenten dengan Ino yang baru datang dari belakang nya
"Wah..wah..wah.,. Lihat! Ada pahlawan kesiangan!" Sorak wanita merah itu yang sontak di sambut tawa oleh murid-murid di kantin
"Dia harus di beri pelajaran!lihat! Baju ku jadi kotor hanya karena dia!" Kata gadis pink itu lagi
"Tapi dia sudah minta maaf!" Bentak Ino tak mau kalah
"Hei!siapa kau,? Berani nya kau membentak nya! Apa kau tau siapa kami?!" Kali ini yang berambut caramel yang ikut-ikutan membentak
"Aku tak peduli siapa kalian! Yang pasti jika kalian berani mencari gara-gara dengan ku ataupun teman-teman ku! Aku tidak akan diam!" Bisik-bisik mulai terdengar ketika Ino kembali membentak
"Kau!!" Si gadis pink mulai marah dia mendorong Hinata, yang untung saja Tenten bisa menangkapnya
"Sakura,Matsuri! Ayo kita beri dia pelajaran!"
"Tentu saja karin!" Kata si rambut caramel yang ternyata nama nya Matsuri
Mereka bertiga mulai mengelilingi Ino
"Ino!" Panggil tenten merasa khawatir
"Tenang saja Tenten!aku bisa menghadapi ini" kata Ino mencoba menenangkan tenten, walaupun sebenarnya dia agak gugup
Tiga Devil(menurut Ino) itu sekarang sudah memegang tongkat sihir.
Karin yang sepertinya akan menyerang terlebih dahulu, dia mengeluarkan Rantai dengan percikan listrik, dan langsung mengarahkan nya kearah Ino yang sukses dia hindari dengan cara menunduk
"Ayolah!mana kekuatan mu!" Kata sakura mulai mengeluarkan kekuatan nya. Dia mengarahkan tongkatnya ke arah Ino dan keluar lah tanah yang menurut Ino pasti keras ukuran nya sebesar genggaman tangan dan Ino berhasil lagi mengelak tanpa mengeluarkan kekuatan nya
"Sekarang aku!" Matsuri juga hendak menyerang tapi di hentikan oleh karin
"Jika kita menyerang secara berpisah dia pasti bisa mengelak, jadi kita serang bersamaan"
Mereka mengeluarkan tenaga mereka secara bersamaan
__ADS_1
"Ck!" Ino mendecih
Saat rantai listrik,tanah keras,dan pasir yang seperti duri ingin mengenai Ino,tiba-tiba selabung biru menyelimuti ino.
Bukan lagi selubung biru muda tapi biru tua
Dan mata Ino yang sebelumnya Aquamarine telah berubah jadi Dark blue.
Dan tangan nya yang tadi nya kosong kini telah berisi
Di tangan kanannya ada anak panah berwarna biru tua dengan ukuran warna emas di ujungnya
Tangan kirinya diisi dengan panah yang sama warna dengan busur nya
Karin,matsuri dan sakura yang melihat itu tercekat
"Aku sudah memperingatkan!Tapi kalian terlalu keras kepala" kata Ino dengan suara rendah, dia menarik busurnya dan mulai membidik.
Dia membidik tepat di atas ketiga gadis di depannya dan melepaskan busurnya
Busurnya berubah menjadi ratusan jarum yang ingin menghantam 'mereka
"Kya.."mereka menjerit saat jarum itu hampir mengenai mereka, dan muncul kumpulan Cakra yang menyerupai setengah balon yang melindungi mereka
"Ck!" Decihan Ino keluar lagi
Ino melirik ke arah kiri para gadis itu, di sana ada pria yang sepertinya seorang siswa juga, rambutnya panjang dan matanya mirip..
"Apa yang kalian lakukan? Dan kau, aku tak pernah melihat mu, apa kau murid baru?" Tanya pria itu yang masih menahan serangan Ino
"Yah!aku murid baru! Dan kau!!apa masalah mu? Kenapa kau mencampuri urusan orang lain!?" Kata Ino menatap pria itu tajam, tapi wajah pria itu tetap datar.
"Aku ketua OSIS disini,jadi aku berhak mencampuri urusan anggota ku,dan kau masih baru masuk ke sekolah ini sudah berani membuat kekacauan?"
Pria itu mengangkat sebelah alisnya
"Hanya karena teman ku tidak sengaja menabrak salah satu dari mereka, mereka jadi marah padahal temanku sudah minta maaf, dan lagi, mereka mengatai-nya ******,mempermalukan nya ,dan hampir menampar nya!" Kata Ino sambil menunjuk ke arah Hinata
"Huh!kalau begitu..aku setuju dengan mu" kata pria itu melepas perlindungan nya dari ketiga gadis itu
"KYAA!!!" Mereka menjerit secara bersamaan, bukan nya membantu para siswa lain nya hanya tertawa melihat mereka
Selabung yang mengelilingi Ino sudah hilang beserta panah nya, dia merasa kepalanya sedikit berdenyut .
Pria tadi mendekati Ino
"Neji, Hyuga Neji" pria itu mengulurkan tangannya, akhirnya Ino ingat dengan mata itu! Dan nama keluarga itu! Sama dengan Hinata.
Apa mungkin dia saudara Hinata?
"Ino senju" balas Ino sambil menjabat tangan Neji
Berbeda dengan reaksi Tenten dan Hinata yang langsung terkagum, Neji malah berwajah datar.
"Ino!!Kau tidak apa-apa?" Kata Tenten panik sambil berjalan bersama Hinata menghampiri mereka
"Hm, aku tak apa" kata Ino tersenyum ke arah teman-teman nya.
"Dan kau, jika ada masalah, beri tau aku" kata Neji sambil menepuk kepala Hinata, sedangkan Hinata hanya mengangguk. Setelah itu Neji pergi meninggalkan mereka, meninggalkan Ino dengan wajah bengong
"Itu saudara mu?" Tanya Ino sambil memperhatikan Neji yang berjalan menjauh
"Sebenarnya hanya sepupu, dan Ino.... Terima kasih karena telah membela ku tadi" kata Hinata dengan wajah bersungguh-sungguh
"Ha..ha..ha..! Bukan apa-apa, bukankah sesama tem-"
"KYA!!!!!"
Jeritan para siswi terdengar lagi, bahkan lebih keras dari yang sebelumnya.
'Ada lagi?!' kata Ino dalam hati.
Memang hatinya yang berbicara , tapi ekspresi wajahnya sangat ketara
__ADS_1
Dia merasa ujung dahi nya berdenyut-denyut.
"Apa ada Devil lagi?" Kata Ino dengan wajah konyol
"Tidak Ino! Kali ini bukan Devil, tapi Prince!!" Kata Tenten dengan semangat berkobar-kobar
"Hanya sa-saja sebagian besar dari mereka orang yang stoik,cool, dan sedikit cuek" Ino melongo.
Kenapa wajah Hinata merah?
Ah! Ino tau, pasti di antara pangeran(katanya) itu ada yang dia sukai, dasar gadis pada masa puber.
Ino mengalihkan pandangan nya ke arah gerombolan pria di situ.
"Hei Hinata!Kau suka yang mana?" Tanya Ino sambil memperhatikan wajah mereka satu persatu
"Hinata suka yang itu!" Kata Tenten cepat sambil menunjuk ke arah pria berambut pirang dan bermata biru
Sedangkan Hinata hanya bersemu semakin menjadi sambil membantah
"Ten-ten,,,!" Kata nya merangkul pipi nya sendiri
Ino hanya terkekeh.
Dia mengedarkan pandangannya ke arah para gadis centil tadi, dan mereka sudah tidak ada lagi di tempat nya.
"Mereka ke sini!!" ucap tenten kelewat kencang dan membuat gendang telinga Ino terusik, sedangkan Hinata hanya tambah merah di buatnya
Ino menatap sebelah kuping nya sambil menatap empat pria yang berjalan ke arah meja mereka
Di antara empat pria tadi ada Neji yang berjalan dengan wajah datar.
Satu pria pirang yang di sukai Hinata,
Satu pria berambut hitam jabrik dengan tato segitiga di kedua sisi nya,
Dan satu lagi....emm,, Ino bingung, bagai mana cara menjabarkan nya yah?
Dia tampan, hanya saja rambutnya seperti Pantat Ayam .
Itu menurut Ino
Mereka berdiri di depan Ino dan teman-teman nya,
"Hai Tenten!Hinata!" Kata pria bertato dan Naruto riang, di balas anggukan oleh Tenten, tapi Hinata hanya menunduk malu.
"Hai!Kau murid baru?" Kata Naruto lagi, Ino hanya menatap Naruto dan mengangguk
"Aku Uzumaki Naruto” kata nya memperkenalkan dirinya sendiri
"Yang ini Inuzuka Kiba,ini Hyuga Neji dan yang satu ini Uchiha Sasuke" katanya memperkenalkan teman-temannya serta menunjuk mereka satu persatu
"Heii!!aku bisa memperkenalkan diriku sendiri!!" Protes pria bertato itu yang ternyata nama nya adalah Kiba
Ino hanya tersenyum geli melihat tingkah laku dua orang di depan nya
"Aku Ino senju" giliran Ino memperkenalkan diri sambil melerai aksi dua pria di depannya.
Ino sempat berpikir bahwa reaksi mereka akan seperti Hinata ataupun tenten, tapi ternyata tidak.
Mereka bereaksi biasa sajah.
"Apa kami boleh bergabung makan malam bersama kalian?" Seru kiba sambil mengedipkan sebelah matanya
"Tentu saja!" Kata Tenten antusias
Dan sepertinya Hinata maupun Ino tidak menolak sama sekali
Malam ini mereka bertujuh makan malam bersama dengan canda tawa-Yang di dominasi oleh kiba dan Naruto.
Mungkin mereka adalah teman yang baik.
To Be Continue
__ADS_1