
Warning: typo,alur gajelas.
Happy reading
Sihir,kekuatan, dan yang lainnya?!
Mungkin kau akan gila jika kau sendiri yang datang ke sini!
Tapi percayalah, jika kau datang ketempat ini, kau tak akan menyesal seumur hidup mu!
Kau tertarik?
Lonicatesa
Normal pov
Ino beserta teman-temannya sedang berjalan menuju kamar mereka sambil sesekali menggoda Hinata yang sejak makan malam memerah karena pangeran sang putri Hyuga makan bersama mereka
Ino rasanya ingin tertawa sejak tadi, tapi ia menahan nya.
Takut-takut teman sekamar nya akan pingsan
Saat mereka sudah sampai di depan kamar terenyata sudah ada seseorang yang menunggu mereka,
Ino mengerutkan keningnya,
"Hei,ten..siapa itu?" Tanya Ino berbisik ke arah tenten,
"M-mungkin kita dalam masalah Ino!" Kata Tenten sambil menelan ludahnya dengan susah payah
"Kau yang bernama Ino?" Kata guru itu meneliti penampilan Ino dari atas sampai bawah,
"Ah, iy-iya" jawab Ino sambil mengangguk patah-patah
"Ck! Dia wanita berandal yang melukai kami sensei!" Muncul seorang gadis dengan rambut merah menyala dari belakang wanita yang ia sebut sensei
"Hei! Kau yang mulai duluan" seru Ino tak terima.
"Kau yang mengganggu urusan kami!" Kemudian seorang gadis berambut pink menampakkan dirinya.
"Diam kau jidat lebar! Kalian saja yang tak memiliki hati dalam menghukum seseorang!" Jawab Ino tak kalah sinis sambil menunjuk kearah jidat gadis pink itu
"Kau bilang apa?jidat leb-"
__ADS_1
"Cukup!" Potong sang guru cepat
"Sekarang kau ikut saya keruang kepala sekolah!" Guru itu menunjuknya "untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mu" lanjutnya langsung berbalik
Ino yang mendengar hal itu membeku seketika,yang benar saja?
Seharus nya dia yang menuntut!
"Bagai mana ini?" Tanya ino kepada kedua teman nya "Lebih baik ikuti saja dia,kami akan menunggu mu di depan pintu ruang kepala sekolah" putus Tenten sembari mendorong-dorong bahu Ino
Akhirnya Ino menenangkan dirinya dan memilih mengikuti apa kata Tenten, Seiring berjalan menuju ruang kepala sekolah,dia memerhatikan seorang guru yang tadi menyuruh nya
'Bertanggung Jawab'
yang entah untuk kesalahan apa.
Sesekali dia menggerutu tidak terima
Setelah sampai di depan ruang kepala sekolah
"Ayo masuk" kata sang guru kepada dua murid nya
"Dan kau juga masuk, jangan coba-coba kabur" Ino memandang ngeri kearah wanita itu.. kabur? Yang benar saja!
Mereka masuk ke ruangan itu, di sana Tsunade sedang duduk si meja nya sambil membaca beberapa buku tua, dan di sebelah nya berdiri sizune yang sedang menggendong seekor anak ****.
"Yang benar saja! Dari sekian banyak hewan kenapa harus ****?" Pikir Ino merasa aneh dengan pilihan peliharaan yang tak berkelas itu.
"Ada apa Temarin?" Tanya Tsunade yang masih fokus dengan bacaan nya.
Ino melirik Temarin, dia melihat Temarin sedang menyusun kata-kata
"Ada siswi yang berbuat kesalahan," Tsunade memandang kearah mereka, Dia menyerit tidak suka saat melihat ada Karin dan Sakura disana. Lalu dia memasang raut bingung saat mata nya tertuju pada Ino
"Apa kesalahan nya?" Tsunade melirik ino, dan itu berhasil membuat Ino mengerut kan dahi tidak suka.
"Saat jam makan malam,mereka terlibat perkelahian.Karin,sakura dan Matsuri hanya menggunakan sihir, sedangkan dia menggunakan panah" kata Temarin panjang lebar dan melirik Ino tajam.
"Hah....kalian pergilah.Biar aku yang urus dia" Ino menundukkan wajah nya lantaran kesal, ini tidak adil!
Ino bahkan tidak memiliki kesempatan untuk membela diri. "Baik Tsunade-sensei. Kami permisi" setelah Temarin dan kedua murid nya keluar, Tsunade langsung menanyai ino "kau memanah mereka?" Tanya Tsunade datar, dan itu berhasil membuat bulu kuduk ino berdiri. Dengan gugup ia menjawab "iy-iya"
"Apa kau berhasil membuat mereka terluka?" Pertanyaan Tsunade yang satu ini sukses membuat ino mengangkat kepalanya nya yang sejak tadi dia tundukkan
__ADS_1
"ya..mereka terluka karena anak panah ku" jawab ino masih memikirkan pertanyaan aneh Tsunade
"Ha ha ha ha... Aku bangga pada mu" seketika Tawa maha dasyat keluar dari mulut Tsunade yang berhasil mendapat kan tatapan bingung dari Ino dan helaan nafas dari Sizune.
"Aku tidak kena marah?" Tanya Ino bingung "kenapa kau harus kena marah? Aku yakin, mereka yang deluan mengganggu mu. Sebenar nya.. aku pun tak menyukai mereka" jelas Tsunade sambil mengedikkan bahu
"Hah..... kalau begitu, lebih baik kau kembali ke kamar mu saja" kata sizune yang langsung di patuhi ino
Ino melangkah keluar, dan dia melihat Hinata dan Tenten yang sudah menunggu nya dengan wajah cemas
" Bagai mana?" Ujar Tenten saat melihat Ino keluar ruangan "Tidak ada apa-apa. Lebih baik kita kembali ke kamar dan tidur" Ujar ino yang langsung di setujui kedua teman nya itu
WITCHCRAFT LAND
"Huah!" Ino mendesah frustasi. Semenjak kembali ke kamar, dia tak dapat memejamkan mata nya. Padahal dia yakin, bahwa tadi dirinya sudah sangat mengantuk.
Ia melirik dua teman nya yang sudah tertidur pulas. Apa lagi Tenten, dia tidur dengan kondisi tidak elit . "Hah!" Sekali lagi, dia mendesah gusar
Pagi hari nya
"Ino...ino..." dengan hati-hati Hinata membangunkan ino. Tapi sang gadis pirang tak kunjung juga menunjukan tanda-tanda bahwa dia akan segera bangun.
"Hinata, dia tak akan bangun jika kau membangunkan nya dengan cara seperti itu. Biar aku yang membangunkan Ino. I-"
belum lagi Tenten mengeluarkan suara, Hinata sudah membekap mulut Tenten.
"Hush.. sudah lah Ten, lebih baik kita berangkat duluan . Agar dia tidak panik, lebih baik kita meninggalkan memo untuk nya. Sepertinya dia begadang tadi malam " jelas Hinata panjang lebar yang hanya di balas anggukan oleh Tenten
Ino Pov
"Huahhhhh " aku merenggangkan otot-otot ku.
Tadi malam aku sangat sulit untuk tidur, dan sekarang..?
Eh?? Dimana Tenten dan Hinata?
Apa jangan-jangan aku telat? Uh!! Aku melihat nakas di samping tempat tidur ku dan menemukan selembar kertas dengan tulisan tangan di dalam nya
Ah,Ino . Aku dan Tenten berangkat duluan ke aula yang semalam untuk sarapan. Aku tak tega membangunkan mu. Karena tidur mu terlihat sangat pulas. Jadi, temui kami di aula. Ok?
Hinata
Aku memilih bergegas menuju ke kamar mandi, "Hoamm " Sekali lagi aku menguap dan... Yah.. hari ku akan di mulai.
__ADS_1
To Be Continue