Would You Be Mine?

Would You Be Mine?
pantai


__ADS_3

setibanya dirumah, saat putri baru saja menginjakkan kaki, tiba-tiba saja nisa dan ezra menghampiri putri dengan wajah cemas.


kalian kenapa?


ini... nisa memberikan ponselnya kepada putri yang kebingungan dan mengambil ponselnya


hallo?


put, mama masuk rumah sakit...


ya ampun, mama kenapa kok bisa masuk rumah sakit, mama sakit apa bang?


mama kena kanker darah atau leukimia...


lo bercanda, kenapa gue baru tau?!


gue juga baru tau waktu mama pingsan di ruang tamu, ini gue sama bokap jaga mama, gue cuma mau kabarin lo karna lo berhak tau,


gue mau pulang ke padang, mau ketemu mama...


jangan, untuk saat ini mama baik-baik aja, lo fokus aja sekolah, gue bakal kabarin lo tentang mama kok, oke?


gue pengen ketemu mama bang... suara putri bergetar, dan tangis nya pecah, ezra memeluk putri kecilnya berusaha menenangkan


gak, lo disana aja, mama bakal marah kalau tau, gue udah kasih tau ke lo, oke tenang aja ya, gue sama papa jaga mama kok... ucap endy menenagkan adik nya, bagaimana tidak putri benar-benar manja pada ibu nya jadi endy tau adiknya akan sangat cemas mendengar hal ini. setelah itu sambungan telpon terputus, tangis putri pecah, ia memeluk erat sang ayah.


entahlah putri hanya ingin menangis, dan kini tiba-tiba saja ia teringat raka. ia langsung pergi tanpa pamit dan menuju rumah raka,setibanya di depan pagar tampak sepi, tiba-tiba saja satu suara memanggilnya


lo ngapain?

__ADS_1


belum selesai bicara, putri langsung memeluk raka, erat sangat erat, ia kini hanya butuh pelukan orang yang di cintai untuk bisa tenang, raka tidak membalas pelukan itu ia merasakan detak jantung putri sangat cepat dan tubuh gadis ini bergetar, baju nya terasa panas, baru raka sadari gadis dihadapannya ini tengah menangis.


please gue cuma pengen peluk lo sebentar, jangan di lepas... ucap putri kacau dengan suara parau, sementara raka masih terdiam tidak tau harus melakukan apa, entah kenapa tangannya terulur membalas pelukan itu, raka mengusap rambut putri lembut. setelah tangis putri berhenti, ia kembali melepaskan pelukannya dan menatap raka dengan mata sembab.


lo kenapa nangis? lagi ada masalah? masalah keluarga? kenapa lo datang ke sini dalam keadaan kaya gini? gue ga bisa liat lo nangis (batin raka) menatap sendu mata hazel itu ingin sekali memeluk gadis ini namun ego menghalanginya, tepat saat itu juga suara klakson mobil menyadarkan keduanya, ternyata itu bunda raka.


masuk ke mobil gue... ucap raka, putri hanya menurut saja. raka kembali melajukan mobilnya entah kemana, sementara putri hanya diam tidak bersuara.


ternyata raka membawa putri ke pantai yang di penuhi anak-anak kecil, sekeluarga, dan pasangan sejoli, yang tampak menunggu sunset.


ngapain ngajak gue kesini?


kayanya lo lagi ada masalah, gue kalau lagi ada masalah suka ke pantai liat sunset atau tempat terbuka yang sepi, bikin gue tenang...


gue suka liat pemandangan malam, di tempat terbuka juga sepi dan cuma ada gue, liat bulan yang bersinar dengan terangnya trus banyak bintang-bintang...


lo kenapa kerumah gue sambil nangis?


gapapa...


bagus sunset nya....


iya...


cukup lama putri dan raka berada di pantai hingga malam tiba, namun tidak ada yang mengeluarkan sepatah katapun hanya menikamti tenangnya suasana saat ini,hingga lamunan keduanya buyar saat handphone putri berdering, mendapat telpon dari ayahnya.


hallo ayah?


...

__ADS_1


iya maaf, ini mau pulang kok...


...


oke, wa'alaikumsalam...


bokap lo minta lo pulang?


iya...


ya udah, ayo balik...


gue bisa pesen ojek online kok...


lo pergi sama gue, balik juga harus sama gue, ayo..


tapi raka menarik tangan putri pelan, putri hanya bisa menurut saja, raka melajukan mobilnya ke rumah putri, setibanya di rumah.


thanks ya...


iya,gue balik..


hmm.. setelah itu raka kembali melajukan mobilnya sementara putri masih setia ditempatnya hingga mobil raka menghilang dari pandangannya, setelah itu putri kembali masuk ke rumahnya.


tadi kenapa pergi ga bilang ayah atau bunda dulu, kamu tau kita berdua khawatir sama kamu? tanya ezra dan nisa menatap putri khawatir, sementara yang ditatap hanya menunduk,dan tidak menatap.


maaf, tadi putri pergi gitu aja, putri ke rumah raka tadi...


ezra dan nisa pun memeluk putri sesaat, lain kali kalau pergi kabarin ayah ya sayang, ayah khawatir kamu pergi tiba-tiba setelah tau kabar mama mu, bunda juga tadi khawatir...

__ADS_1


iya maaf... setelah mengucapkan itu putri meninggalkan kedua orangtuanya menuju kamarnya


05-09-2020


__ADS_2