Would You Be Mine?

Would You Be Mine?
bunda raka


__ADS_3

Skip istirahat


Setelah pesanan putri dan 6 teman lainnya tiba, putri memperhatikan meja di sebrang ia melihat meja raka dan teman-temannya yang bermain basket tadi.


“Guys gue sama raka ya duduk nya do'a in biar lancar oke?” ucap putri tersenyum, “Yoi dong, pasti lancar dah kita pantau dari jauh oke, sana good luck” ucap selin memberi semangat.


Putri menghampiri meja raka dan teman-temannya.


“Gue boleh gabung kan, meja lain penuh.” ucap putri, “Oh boleh kok, duduk aja.” sambut galang hangat.


Putri pun duduk di sebelah raka, yang tidak mngeluarkan satu kata pun


“Lo murid baru ya disini?” tanya cowok bernama galang itu. “Iya, gue pindahan dari padang.” ucap putri lagi.


“Ohh, nama gue galang, yang disamping lo itu raka.” tunjuk galang ke arah raka.


“Gue adam.”


“Gue farhan”


“Gue fitraa.”


“Gue putri.”


Keheningan menyelimuti meja mereka ber 6, saat sibuk dengan pikiran masing-masing, tiba-tiba saja anak cewek yang mencegatnya tadi saat dilapangan menghampiri meja raka and the gang.


“Lo anak baru, ngapain ngikutin raka mulu, caper lo sama dia hah?!”


Putri berdiri sejajar dengan cewek itu, dengan tangan di lipat di dada, membuat mereka kini jadi pusat perhatian di kantin. Ya sesa memang terkenal suka membully dan mengganggu anak baru yang berusaha mendekati raka, padahal sudah di tolak oleh raka namun ia tidak suka jika ada yang mendekati raka, karna itulah banyak yang takut untuk menyukai raka terang-terangan.


“Emang lo siapanya raka?” tanya putri dengan santai.


“Ga usah sok cantik lo, kayak ga ada meja lain aja!”


“Emang ini kantin punya lo? Emang gue cantik iri lo?!”


“Woi, sesa ga usah nyari masalah deh lo, sana jauh-jauh” ucap farhan


“Tau nih ganggu anak orang mulu.” balas adam lagi.


Tanpa bicara sedikitpun sesa menatap putri sinis, sementara yang ditatap, hanya meremehkan. Sesa langsung pergi begitu saja dengan teman-temannya.


“Tuh cewek emang gitu ya tingkahnya?” Tanya putri melanjutkan makannya.

__ADS_1


“Iya, suka ganggu orang dia, ga usah dipikirin ga penting” ucap fitra


“Gue kekelas duluan.” ucap raka berdiri.


“Lah udah kelar lo?” Tanya adam


“Udah.” ucap raka berlalu meninggalkan kantin.


“Gue juga udah selesai, gue duluan ya.” Putri mengikuti raka lagi, membuat teman-teman raka tertawa melihat tingkah putri.


Koridor begitu sepi, tiba-tiba saja raka kembali menghentikan langkahnya, dan menatap tajam cewek yang terus mengikutinya.


“Aw Bisa ga sih kalau mau berhenti jalan tuh kasih tau jangan mendadak mulu sakit nih kepala gue!” ucap putri mengusap keningnya


“Mau lo apa?” tanya raka datar


“Apanya?”


“Lo ngikutin gue mulu, risih tau gak?!” bentak raka


“Yah salahin kaki gue, jangan nanya gue nya” ucap putri santai. Raka mendekati putri, hingga memojokkan nya, dan tidak memberi ruang. Membuat cewek itu terdiam.


“Ng- ngapain lo?” ucap putri terus berjalan mundur hingga tidak ada ruang lagi, putri tidak bisa menatap mata seseorang lama apa lagi dalam keadaan seperti ini.


“stop ngikutin gue paham lo!” ucap raka tepat dihadapan putri.


“untung dia pergi, lemes kaki gue di tatap sedeket ini, jantung gw masih aman kan ya,hufhh...”


Bel pulang sekolah telah bunyi dari tadi namun Putri masih belum pulang, ya karna ia melihat Raka sedang berlatih basket dengan teman-temannya, waktu sudah menunjukkan pukul 17.30pm, tak lupa putri sudah mengirim pesan pada ayahnya pulang lambat hari ini. Setelah itu raka terlihat mulai meninggalkan area sekolah menuju parkir mobil, putri langsung menghentikan taxi yang kebetulan lewat.


“pak, ikutin mobil hitam yang baru keluar itu, tuh, cepetan pak” ucap gadis ini terburu-buru


“oke mba.”


Tak lama telah tiba di depan rumah ber cat cream, raka nampak masuk ke rumah itu dan putri yakini bahwa itu rumah nya.


“mba udah sampai.”


“nih, makasih ya pak.”


putri mendekat ke rumah itu, mengintip dari pagar tinggi itu.


“oke gue udah tau rumahnya, saatnya pulang.” ucap mya santai, putri mengambil handphone yang di simpan di tasnya, saat di nyalakan battery nya habis total.

__ADS_1


“lah, no kok udah habis aja sih battery nya, aduh gue gimana mau pulang, udah mau malam lagi, ni jalanan sepi banget, nasib gue gimana nih, panggil raka aja kali ya.” Putri membunyikan bel berulang kali, sampai akhirnya pagar di buka dan tampaklah wajah bingung Raka yang masih lengkap dengan seragamnya.


“lo ngapain di rumah gue?” tanya Raka bingung.


“hmm, tadi gue nyasar trus pas mau pulang batrry hp gue habis total, jadi gue ke sini deh.” ucap Putri membuat alasan.


“ada tamu ya, kenapa ga di suruh masuk si abang” suara lembut wanita paruh baya, mengalihkan perhatian putri dari raka.


“ada siapa bang?”


“hallo tante, saya temen sekolah raka.”


“kamu temen sekolah raka? masa sih, tante kirain pacar raka, raka ga pernah tuh ada temen cewek sampai ke rumah.” ucap wanita paruh baya itu tersenyum ramah


“hehe, do'a in aja tante, masih proses”


“abang gimana sih udah mau malem, malah ga di minta masuk, ayo masuk dulu.”


“eh makasih tante.” putri masuk dan tidak menatap wajah kesal raka sedikitpun.


“ayo duduk dulu, makan malem sama-sama sekalian ya.”


“ga usah bun, dia mau pulang juga kok.” ucap raka datar. “gak boleh pulang sebelum makan, nama kamu siapa sayang?”


“nama saya putri tante, mamah nya raka ya?” tanya putri memastikan. “iya sayang”


“ohh pantes mama nya aja cantik.”


“ih kamu bisa aja, bang ambilin minum sana”


raka langsung memberikan minum, baru mau pergi ia kembali dihentikan.


“bang kamu langsung mandi ya abis itu turun lagi buat makan malem.”


“iya bun.”


“putri mau bantu-bantu siapin makan malam?”


“mau banget tante.”


“jangan panggil tante, bunda aja ya.”


“oke bunda.”

__ADS_1


raka langsung menuju kamarnya.


24-08-2020


__ADS_2