Would You Be Mine?

Would You Be Mine?
Benci


__ADS_3

thanks ya, lo udah mau dateng... ucap laura saat raka akan berpamitan


iya sama-sama,lo gak papa yang dateng dikit gini?


iya gak papa, wajar kok mereka kan ke acara putri, bukan masalah buat gue...


oh iya laura, boleh gue minta tolong satu hal sama lo?


iya kenapa?


besok gue telfon, gue balik dulu ya...


oke, hati-hati..


skip


pagi ini sangat mendung namun tak mengurungkan niat putri untuk pergi ke rumah raka, ya putri membawakan makanan untuk bunda,ara dan raka, setelah selesai masak putri merapikan semuanya dan bersiap pergi menuju rumah raka, sebelumnya putri sudah memberi tau bunda bahwa ia akan datang.


saat tiba di rumah raka, awan tampak semakin gelap, putri meminta pak sopir untuk tidak di jemput, karna mungkin ia akan lama disini.


hai bunda.. ucap putri saat bunda membuka pintu untuknya.


hai putri, ayo masuk,ara udah nunggu kamu tuh kamu bawa apa ini?


ini putri yang masak tadi bun ...


wah terimakasih,ayo masuk..


raka mana bun?


tadi pergi ga tau kemana gak bilang, mungkin bentar lagi dateng, tunggu aja ya..


putri menghabiskan waktu bermain dengan ara hampir 2 jam menunggu, raka belum pulang juga, padahal ia sudah memasak untuk raka, sampai akhirnya putri mendengar suara mobil dan pastinya itu raka..


itu kayaknya raka, ayo kedepan.. ucap bunda, lalu putri pun mengikuti bunda.


raka lo kemana gue tunggu dari tadi.. omongannya terhenti saat raka ternyata bersama laura, laura hanya menatap putri sendu, raka memperkenalkan laura pada bunda, karna bunda menatap laura bingung.


ini siapa cantik...


bunda, ini laura, pacar raka... raka memperkanalkan laura pada bunda, yang masih bingung sementara putri yang di samping bunda masih terdiam, mencerna semuanya, atau ia salah dengar mungkin..


halo tante, saya laura... ucap laura sopan pada bunda raka.


kapan jadiannya? tanya bunda.

__ADS_1


baru beberapa hari ucap raka pelan, dan di ikuti laura, sementara putri hanya diam atau banyak pertanyaan melintas di benaknya. bunda merasakan hawa yang berbeda lantas meminta semuanya masuk,


ayo masuk dingin, mau hujan kaya nya... lantas raka masuk sambil mengenggam tangan laura, mendahului putri yang masih terdiam.


kita makan sama sama ya, putri yang masak ini semua, ucap bunda


laura duduk bersebelahan dengan raka sementara putri duduk tepat dihadapan raka.


semuanya makan dalam diam, baru makan beberapa suap, putri menghentikan makannya.


bunda, putri pulang dulu ya...


loh kok cepet banget?


hm ayah minta pulang cepat bun, maaf bun...


biar diantar raka ya, mau hujan loh..


gak usah bun gak papa kok, putri cari taxi aja,raka lagi sama pacarnya, putri pamit ya bun, laura, raka ,ara ...


setelah itu putri pergi meninggalkan semuanya ia berjalan menjauh dari perumahan raka, namun hujan mengguyur tubuhnya, putri membiarkan tubuhnya basah, hawa dingin yang menusuk tidak lagi terasa, pandangannya kosong, jalanan yang sepi membuat putri tidak menemukan taxi, sampai akhirnya mobil hitam milik raka berhenti tepat di hadapanya, raka pun turun dari mobilnya dan menarik tangan putri untuk masuk ke mobilnya, namun di tepis kasar.


ngapain lo hujan-hujanan gini, ayo masuk mobil gue..


putri menepis tangannya lagi..


lo nyari taxi dimana hujan gini, ayo masuk..


gue bilang enggak ya enggak!


raka menatap putri, nada biacara putri yang membentak baru kali ini di dengarnya, putri selalu menggunakan suara yang halus setiap bicara dengannya.


lo mau nuggu berapa lama lagi?


ngapain lo disini, pacar lo nunggu tuh dirumah jangan di kecewain...


gak usah bahas itu dulu, hujan nih, lo mau sakit..


peduli apa lo kalau gue sakit?


put..


kayaknya lo bener, gue gak bakal bisa nyentuh hati lo, selamat ucapan lo bener, dan selamat atas jadian lo sama laura... putri baru akan pergi meninggalkan raka, namun tangannya di tahan


gue nyerah sama lo, ini kan kata-kata yang lo tunggu dari gue, gue nyerah sama lo raka, gue ga bakal ganggu lo lagi, gak bakal nyusahin lo lagi! akhirnya putri pergi meninggalkan raka sendirian, untungnya taxi lewat jadi putri bisa langsung pergi.

__ADS_1


sepanjang perjalanan menuju rumah, air mata nya susah untuk berhenti, hatinya benar-benar terluka, setibanya dirumah, ezra menghampiri putrinya yang dalam keadaan basah.


loh nak, kenapa hujan-hujanan? tanya ezra bukannya menjawab putri langsung memeluk ayahnya erat, sangat erat dan tangisnya tidak bisa lagi ditahan, sementara ezra hanya terdiam dan menunggu sampai putri tenang.


ayah,putri sakit, usaha putri ga berguna, ayah..


cerita pelan-pelan nak...


putri benci raka, jangan pernah sebut nama dia lagi ayah..


ya udah, kamu pasti kedinginan, mandi ya, habis itu cerita lagi sama ayah oke?


putri pun berlalu menuju kamarnya, mengguyur tubuhnya yang masih melekat pakaiannya, kembali terbayang, saat raka memperkenalkan laura dan menggenggam tangannya. benar-benar sakit, hampir satu jam putri memiarkan shower mengguyur tubuhnya, setelah di rasa cukup, putri pun meanjutkan madi berganti pakaian, duduk di tepi ranjangnya, metanya menangkap boneka pikachu yang memberi kenangan indah saat itu, lalu putri memeluk erat boneka pikachu, setelah itu di ambilnya bingkai foto di sebelahnya, ya foto saat bersama raka dan ara, dulu saat melihat foto itu hanya terasa kebahagian namun kini malah terasa sakit, ketukan pintu, membuyarkan lamunannya, putri menutup bingkai foto itu dan menyimpan kembali boneka pikachu nya.


ayah boleh masuk?


iya yah.. ezra masuk ke kamar putrinya bingkai foto yang selalu dilihatnya kini tertutup, ezra dudu menghadap putrinya.


nak, jangan di tangisin lagi, ayah susah buat kamu bahagia, trus cowo itu malah dengan gampangnya bikin kamu sedih gini? udah ya jangan sedih lagi, mau jalan-jalan gak cari udara segar?


engga ya, putri cuma mau istirahat.. saat itu juga putri mendapat telpon dari endy.


hallo bang?


...


tapi mama baik-baik aja kan? tanya putri panik


...


amin, kalau ada apa-apa kabarin putri cepat bang, iya wa’alaikumsalam ..


kenapa nak?


mama masuk rumah sakit lagi, yah...


kita berdo'a ya semoga mama baik-baik aja...


iya yah...


.


.


.

__ADS_1


10-09-2020


__ADS_2