Wrecking Other World

Wrecking Other World
Eps. 1- Prologue


__ADS_3


Sudah hampir setengah tahun sejak Lee Junwoo berhenti kuliah, kini usianya memasuki umur 20 tahun. Memiliki kulit putih seperti kebanyakan orang Korea, rambut pendek yang hitam dan lurus, pupil matanya berwarna hitam.


Secara keseluruhan dia tak begitu tampan juga tak begitu jelek. Namun menurut pandangan dari kalangan wanita yang selalu mengidam-idamkan selebriti atau aktor, penampilan Junwoo layaknya makhluk yang dikutuk.


Sejak ayahnya pergi tanpa ada kabar, Keluarganya tak mampu membiayai biaya universitas, dan Lee Junwoo juga sudah tak memiliki semangat dalam belajar,


Dia memutuskan untuk berhenti kuliah dan mencari pekerjaan, namun perusahaan enggan menerima orang yang bukan lulusan universitas.


"Siall.."


Di taman yang terletak di depan gedung besar di pusat kota Seongnam, Lee Junwoo duduk di kursi taman, membungkuk dan menggertakkan giginya karena merasa kesal.


ekspresi wajahnya begitu gelap dan suram.


Sudah tak terhitung berapa banyak perusahaan yang menolaknya.


"Ini semua gara-gara pria brengsek itu!"


dia teringat akan ayahnya yang meninggalkan keluarganya entah kemana.


Sebelum ayahnya pergi, keluarganya bisa dianggap sebagai konglomerat di kota Seongnam. Ayahnya, Lee Sung-Min, merupakan salah satu atasan di salah satu kantor cabang TopTech Company yang ada di Seongnam. Namun suatu hari Ayahnya meninggalkan keluarganya, dan hanya ibunya yang tahu alasan jelasnya. Tapi ibunya tidak memberi tahu anaknya mengapa ayahnya pergi, bahkan tanpa meninggalkan harta sedikitpun.


Sekarang ibunya yang hanya menjalankan sebuah toko di pinggiran kota Seongnam harus mengurus dirinya dan juga adiknya Lee Yun-Hee.


ya, Lee Junwoo memiliki seorang adik yang masih duduk di sekolah menengah.


"Yaa.. Setidaknya.. Lee Yun-Hee harus masuk universitas"


Pikir Lee Junwoo, bertekad agar adiknya bisa lebih baik daripada dirinya.


"Setidaknya aku harus berusaha meringankan beban ibuku"


Dia merasa kasihan pada ibunya yang setiap hari bekerja keras, bahkan pulang saat larut malam.

__ADS_1


Lee Junwoo berpikir keras apa yang harus dia lakukan setelah ini, hingga tiba-tiba..


"Tring.. Tring.."


Jam tangannya bergetar dan berbunyi, menandakan ada panggilan, dan beberapa orang yang sedang jalan-jalan di taman melihatnya dengan ekspresi keheranan dikarenakan Lee Junwoo masih memakai SmartWatch edisi lama yang sudah dianggap ketinggalan zaman.


Lee Junwoo pun langsung memeriksa siapa yang memanggilnya tanpa memperdulikan pandangan orang-orang. Dan ternyata itu adalah [Kim Bum] teman kuliah nya dulu, dan bisa dibilang mereka sangat dekat meskipun berbeda fakultas. Kim Bum berada di fakultas kedokteran sedangkan Lee Junwoo dulu berada di fakultas Teknologi Industri.


Penampilan Kim Bum memiliki badan yang gagah tegap, sedikit berkumis dan berjenggot,


Penampilannya seperti pria paruh baya berusia 30an.. Tak akan ada yang menyangka kalau mereka seumuran.


"Ada perlu apa?"


Ucap Lee Junwoo setelah menerima panggilan .


"Apakah kau sibuk?"


balas Kim Bum, sebenarnya dia cukup terkejut karena biasanya Lee Junwoo akan cukup lama untuk menerima Penggilan.


kata Junwoo


"Bagus! mau kah kau melakukan bisnis kecil denganku? aku ingin membeli beberapa item Game milikmu, bukankah kau bilang tak akan memainkan Game VR: 'The Hell' lagi?"


Kim Bum mengatakan tujuannya.


"Kenapa? Bukankah kau juga tau bahwa aku tak punya item langka sama sekali? dan aku tak butuh Cooper karena aku akan pindah ke Game yang akan diirilis TopTech Company., jika kau mau kau bisa membayarku dengan kredit (catatan : mata uang resmi dunia)".


Sebenarnya Junwoo cukup heran. Karena dia hanya memiliki item sampah, mengapa Kim Bum ingin membelinya?


"Ya, aku tahu kalau kau tak punya item langka. Tapi yang kubutuhkan sekarang hanyalah beberapa item normal saja, dan karena kau bilang akan berhenti memainkan 'The Hell' mungkin aku bisa membeli nya dibawah harga pasar. dan aku juga bisa membayar dengan kredit. Aku hanya ingin memberikan nya kepada beberapa NPC sebagai hadiah untuk sebuah quest"


Kim Bum sebenarnya tau kondisi Junwoo, mengapa dia berhenti kuliah, dan keadaannya sekarang yang sedang kesulitan mencari pekerjaan. dan dia hanya ingin membantu, namun dia tak mungkin mengatakan yang sebenarnya karena temannya pasti akan menolak. Kim Bum tahu bagaimana sifat temannya itu.


"Karena aku sudah berhenti memainkan 'The Hell', kau bisa membeli semua itemku. Aku akan memasang harga 1500 kredit".

__ADS_1


Dalam hati, Lee Junwoo gembira karena ini adalah penghasilan pertamanya sejak memainkan Game VR: 'The Hell', namun kegembiraan itu hanya berlangsung sekejap. setelah dia sadar bahwa itu juga penghasilan terakhirnya.


"Menyedihkan sekali nasibku"


Lee Junwoo mengutuk nasibnya dalam hati.


"Baiklah, aku akan kirim 1000 kredit terlebih dahulu. Dan setelah kau memberikan semua itemnya aku akan mengirim sisa nya, Kau bisa menemuiku di Game. Oh iya nanti aku akan membagikan lokasiku padamu begitu kau Log-in"


Kim Bum langsung menyetujuinya.


"Baiklah. Sepakat?"


"Sepakat!"


Lee Junwoo pun pulang dari taman setelah menenangkan dirinya dari rasa frustasi karena gagal mendapatkan pekerjaan.


Untuk menghemat biaya pengeluaran keluarganya, dia pulang dengan jalan kaki, yang akan menempuh jarak sekitar 1,5 km.


Dalam perjalanan pulang dia berfikir bahwa apa yang dia lakukan selama ini hanya setengah-setengah. Dia tidak pernah memainkan Game sebagai prioritas dan hanya menganggapnya sampingan sambil dia mencari pekerjaan lain.


Disisi lain keberuntungannya juga sangat buruk melihat bahwa dia bahkan tak memiliki item langka satupun. Yang dia miliki hanyalah item normal dan item tingkat lanjut.


"Berdasarkan klaim dari TopTech Company, Seharusnya Game WOW yang mereka rilis menerapkan sistem terbaru sehingga Game tersebut bisa dianggap sebagai 'Dunia Lain'.


Setiap terobosan yang dilakukan oleh TopTech Company pasti menjadi pusat perhatian dunia, mungkinkah aku sebaiknya menjadikan Game WOW sebagai Prioritasku mencari uang? Baiklah! aku akan mencobanya kali ini, aku sudah muak dengan perusahaan-perusahaan yang hanya mementingkan gelar. itu hanya tinggal 2 hari lagi untuk dirilis!!"


Lee Junwoo mengepalkan tangannya, membulatkan tekadnya pada Game, lebih tepatnya pada WOW!


"Tapi kenapa nama Game nya 'Wrecking Other World'? apakah hanya agar bisa disingkat menjadi 'WOW' sehingga orang-orang tertarik? mungkin ini bagian dari strategi pemasaran?"


Lee Junwoo mulai memikirkan nama yang unik dari Game ini


"baiklah.. itu bukan urusanku!"


Lee Junwoo menganggap pikiran itu hanyalah buang-buang waktu dan melanjutkan perjalanannya kembali ke rumah.

__ADS_1


__ADS_2