
Beberapa saat setelah Kim Bum pergi meninggalkan ruangan,
Junwoo membuka kembali matanya, ada satu hal yang membuatnya tak bisa tidur..
“Kenapa aku mendengar
suara berisik sekali!? Bukankah ini sudah larut malam?”
Merasa tak nyaman, Junwoo turun dari ranjang dan membuka
jendela untuk melihat keluar gedung..
Sraakk…
"Tak ada hal yang
istimewa ataupun hal yang bisa membuat kebisingan di sekitar gedung..”
Junwoo hendak menutup jendela dan kembali berbaring, namun
dia melihat sesuatu sekilas di ujung jalan.
“Hmmmm? Apa itu?..”
* * * * *
Seorang gadis sedang duduk di kursi belakang dalam mobil
yang Nampak mewah, rambutnya berwarna hitam lurus dengan gradiasi biru di
ujungnya. Matanya jernih dan tajam dengan pupil berwarna biru gelap..
memberikan kesan dingin dan misterius. Wajahnya memiliki kulit putih halus, dan
memiliki badan yang ramping serta proporsional. Sekilas, dia tampak seperti
selebriti dengan pesona unik.
Kendaraan itu berhenti di depan sebuah gedung perusahaan.
“Nona, kita sudah
sampai. 500 meter di depan adalah gedung Healthy Hospital, apakah nona yakin
tidak apa-apa untuk turun disini?”
Tanya sopir pribadi laki-laki yang berbadan tegap dan
berkumis itu kepada sang gadis.
“Ya”
Jawab gadis itu secara singkat dan lembut, sambil memandangi
gedung rumah sakit.
Kemudian sopir itu turun dari kendaraan dan membukakan pintu
untuk sang gadis.
Gadis itu menjulurkan kakinya yang tampak ramping dan halus,
mengenakan sepatu hitam yang terlihat elegan, rambut hitam nya yang lurus
diterpa oleh angina malam. Memperlihatkan wajahnya yang indah.
__ADS_1
Kemudian dia mengambil kacamata hitam dan mengenakannya.
“Kalau begitu saya akan
menunggu di kantor cabang ini, nona”
Kata sang sopir.
“Silahkan, paman Lin..”
Jawab sang gadis.
Kemudian dia berjalan kaki mendekati gedung Healthy Hospital,
Dan memasuki sebuah restoran yang berada di sekitar rumah sakit. Memesan makanan
ringan dan duduk di dekat dinding kaca yang menghadap ke rumah sakit.
“Jadi dia sekarang sudah siuman?”
Pikir gadis itu sambil memandangi salah satu jendela gedung
healthy hospital.
Matanya yang jernih memiliki kilatan cahaya tiba-tiba
melihat jendela gedung yang dia pandangi terbuka. Dan ekspresi gadis itu
sedikit tersentak.
“Mungkin hanya kebetulan..” pikirnya, namun..
Tring.. Tring..!
Smartwatch edisi terbaru yang dia kenakan tiba tiba
bergetar. Dan itu merupakan panggilan dari **[**Paman Lin]
yang tak beres.. para penjaga kita yang ada di rumah sakit tak dapat dihubungi..” Kata paman Lin kepada sang gadis.
“Baiklah, kalau begitu
aku akan kembali ke kantor cabang.” jawab gadis itu seakan sudah memahami situasi apa yang sedang terjadi.
“Iya, Nona. Saya akan kesana menjemput anda”
* * * * *
Saat hendak menutup jendela, Junwoo melihat seorang gadis di
ujung jalan yang keluar dari sebuah restoran, yang membuatnya aneh adalah dia
berjalan mendekati seorang pria paruh baya berbadan tegap yang berdiri
disamping sebuah kendaraan yang diparkir di tempat sepi. Pria itu tubuhnya
dilumuri oleh banyak darah. Namun sepertinya itu bukan darahnya sendiri,
melainkan darah orang lain. Karena ditubuhnya tak Nampak adanya luka yang bisa
menyebabkan keluarnya banyak darah.
“Nona, semuanya sudah saya selesaikan. Maaf membuatmu menunggu lama”
Kata pria itu pada sang gadis. Dan meskipun jarak antara
ruangan Junwoo dan mereka cukup jauh, Junwoo bisa mendengarnya dengan jelas.
__ADS_1
“Tidak apa-apa” Jawab sang gadis.
“Kalau begitu saya akan mengantar nona ke kantor cabang dulu, sekaligus untuk mengganti pakaian
saya. Dan setelah itu kita akan pergi ke bandara” Ucap sang sopir.
Gadis itu hanya mengangguk, dan sang sopir kemudian membukakan
pintu kendaraan untuknya, sebelum masuk, wanita itu melirik ke arah Junwoo. Tak lama setelah itu pria itu masuk dan mengendarai kendaraan meninggalkan restoran itu.
“Apa gadis itu melihatku? kemudian kenapa pria itu? Dan ada
apa dengan ekspresi dingin gadis aneh itu? Tunggu, Kenapa aku bisa mendengar percakapan
mereka dari jauh?!” Pikir Junwoo dalam hati kebingungan.
Tak lama setelah kepergian gadis dan pria paruh baya itu,
Junwoo melihat mobil polisi yang datang ke Healthy Hospital, mobil polisi itu
menjemput beberapa orang terluka dari rumah sakit. Dan luka orang-orang itu
cukup serius.
“Apakah mereka semua
adalah ‘korban’ pria paruh baya itu?” Junwoo mencoba untuk menebak, namun
setelah beberapa menit malah membuatnya pusing sehingga dia menjadi mengantuk
dan akhirnya pergi tidur.
“Masa bodo ah.. itu bukan urusanku”.
* * * * *
Hari berganti, sinar cerah matahari memasuki ruangan yang tadinya gelap. sungguh membuat mata yang nyaman untuk tertutup menjadi menderita. Kim Bum datang ke kamar Junwoo sambil membawa sarapan untuk masing-masing.
"Bangun kau Iblis Sloth!"
teriak Kim Bum pada Junwoo yang masih terkapar nyaman
"Wahai dewa matahari, apakah kau tidak suka tidur?" gumam Junwoo..
Drrrkkk..
Pintu ruangan tiba-tiba terbuka, ada seorang wanita mengenakan seragam rapih, memiliki rambut coklat sebahu, dan memiliki paras yang menggoda.
"Apakah benar ini ruangan pasien Junwoo?" tanya wanita itu
"Be,,"
"Benar. ada perlu apa?"
Kim Bum hendak menjawab, namun ada suara orang lain yang mendahului.
"Tuan Park!" Sapa Kim Bum pada atasannya.
Wanita itu hendak mengatakan sesuatu namun dia tiba-tiba berhenti. Dia melihat name-tag di baju pria yang menjawabnya. Wanita itu ingat kata-kata dari atasannya bahwa ketika bertemu pria bernama 'Park Tae Joon', Dia harus memberikan penghormatan jika tidak ingin dipecat. Dia langsung berdiri tegap dan memberikan hormat seperti tentara.
"Tidak usah terlalu formal, aku tidak begitu mengenalmu, katakan saja" Kata Tuan Park.
"Tuan, Saya dari kantor kepolisian kota seongnam, datang kesini bertujuan untuk memperbarui data Lee Junwoo, salah satu korban dari kasus kecelakaan lalu lintas 4 tahun lalu" jawab wanita itu.
"Kalau begitu kau ikut denganku.. aku yang bertanggung jawab atas seluruh pasien di rumah sakit ini, khususnya dia" kata tuan park sambil melirik Junwoo.
Junwoo dalam hati keheranan, "Kenapa aku dikhususkan??"
__ADS_1
bahkan Kim Bum juga sepertinya kebingungan. karena sepertinya ada hal yang aneh mengenai Tuan Park hari ini.
"Kenapa Tuan Park sepertinya perilakunya sedikit berbeda?"