Wrecking Other World

Wrecking Other World
Eps. 3- Kim Bum The Bestfriend


__ADS_3


Tanpa Junwoo sadari, sebenarnya dirinya sangat mempengaruhi pengembangan karir Kim Bum dalam dunia medis, Meskipun pendapatan Kim Bum masih jauh lebih kecil bila dibandingkan dengan para pemeringkat atau ‘Ranker’ di WOW, setidaknya jumlah tabungannya sekarang sudah mendekati angka puluhan juta kredit.. yang mana itu sudah cukup baginya untuk hidup 'santuy' selama sisa hidupnya.


Ketika Kim Bum dan Junwoo masih sering bertemu di kantin di sekitar kampus dulu, Kim Bum belum menyadari keadaan Junwoo.. dan ketika Junwoo sudah jarang masuk kuliah, Kim Bum mulai merasa kehilangan, hingga akhirnya Kim Bum menanyakan ke salah satu dosen dan menerima kabar yang mengejutkan. "Junwoo sudah berhenti kuliah" itulah yang dikatakan dosen tersebut. Kemudian Kim Bum menyelidiki Latar belakang Junwoo hingga akhirnya dia paham kenapa Junwoo bisa berhenti kuliah.


Itulah saat pertama kalinya Kim Bum bersyukur hidup di keluarga yang berkecukupan dan harmonis.


Meskipun masuk Kedokteran bukanlah keinginannya, melainkan dipaksa orangtua-nya.


4 Tahun lalu, 06 Januari 2220. Pada malam hari itu Cuaca diluar sedang hujan lebat. Kim Bum berkali-kali mencoba menghubungi Junwoo untuk menyelesaikan transaksi yang dijanjikan. Namun masih belum ada jawaban. Akhirnya Kim Bum mulai merasa bosan, dia ingin pergi makan keluar namun mantel anti airnya sedang dipinjam kakeknya.


“Baiklah.. lebih baik pesan makanan online tanpa harus bertarung dengan peluru air dari langit, selagi voucher Go-Blok (layanan multi jasa) untuk blok Seongnam Utara masih aktif”.*


Setelah memesan makanan, Kim Bum menyalakan Komputer rumahnya untuk menonton seri acara TV jadul yang legendaris, favoritnya ialah serial Azab yang berasal dari Asia Tenggara, namun sebelum dia membuka file favoritnya itu, ada icon notifikasi di sudut kanan atas monitor transparannya, itu merupakan email dari salah satu rumah sakit besar di Seongnam.


[**to : Mr. Kim Bum]**


[Selamat malam, mohon maaf mengganggu. Rumah sakit kami menerima seorang pasien yang baru saja mengalami kecelakaan, namun pasien tersebut belum sadar dan kami dari pihak rimah sakit tidak menemukan identitasnya, sidik jari-nya pun lecet jadi tidak terbaca oleh sistem komputer, yang kami temukan hanya beberapa nomor kontak yang ada di SmartWatch-nya, dan anda adalah yang terakhir yang melakukan kontak dengannya, tolong datang ke Healthy Hospital di pusat kota Seongnam untuk proses identifikasi. Terimakasih]


Setelah mengetahui Junwoo mengalami kecelakaan, Kim Bum merasakan hal yang aneh.


“Apakah ini hukuman karena aku tak sungguh-sungguh ketika aku masuk jurusan kedokteran?


Mungkin ini… Azab mahasiswa kedokteran yang tak mau jadi dokter?

__ADS_1


Bahkan dia belum memberikan sepotong itemnya padaku? Ahh*@#!!”


Kim Bum menggerutu dan berulang kali mengeluarkan ‘kata-kata mutiara’, hingga dia kehabisan kata-kata dan tak tau harus mengatakan apa lagi.


Kemudian dia datang ke rumah sakit dan membeberkan identitas Junwoo, serta kontak keluarganya. Lalu dia bertanya kepada dokter yang barusan merawat Junwoo..


“Keadaan pasien sekarang sedang koma dan dalam keadaan kritis, peluangnya untuk siuman sangat kecil, namun itu masih bisa diobati dengan perawatan intensif secara terus menerus. Masalahnya adalah waktu, perawatan itu bisa memakan waktu antara berbulan-bulan atau mungkin bahkan sampai bertahun-tahun.. oh ya, maaf tapi sekarang aku harus pergi merawat pasien lain, permisi.”


Itulah yang dikatakan dokter.


Kim Bum yang mendengar jawaban dokter langsung tersentak. “Bertahun-tahun? Ini pasti lelucon!”


Kim Bum terduduk lemas di kursi ruang tunggu rumah sakit dan kemudian melihat keluarga Junwoo datang, itu adalah Ibunya dan juga adiknya. Kim Bum mengenal mereka, namun mereka tidak. Dia tak ingin melakukan perkenalan sia-sia disaat seperti ini, akhirnya dia memutuskan untuk pulang terlebih dahulu.


Setelah tiba di depan pintu rumah dia menemukan paket makanan yang tadi dia pesan, dia mengambilnya dan menaruhnya diatas meja makan keluarga. Lalu Kim Bum berbaring di atas sofa, dia sekarang sedang tak nafsu untuk makan. Dan dia hendak menenangkan dirinya sendiri, merenung selama beberapa saat.


Begitulah awal dari motivasi Kim Bum menjadi ‘Dokter’


* * * * * * *


Ketika Kim Bum hendak meninggalkan kamar, Kim Bum bertanya pada Junwoo


“Apakah kau tak takut tidur sendiri? Kalau kau takut aku bisa menemanimu”


“Enyah kau jenggot iblis!” junwoo langsung menolak, memikirkan dirinya tidur bersama laki-laki membuat dirinya merinding..

__ADS_1


“hahaha.. Sikapmu masih sama, bukankan kita teman? Seharusnya kau tak usah malu” Kim Bum berusaha menggoda Junwoo.


“Dokter macam apa kau? Tapi yah.. kita memang teman. Bisa dibilang kau teman terdekatku, namun pergi jauh-jauh jika kau ingin tidur denganku di ruangan ini”


Kemudian Junwoo menarik selimutnya dan mematikan lampu menggunakan remote.


“haha.. oke-oke.. baiklah, hmmm aku akan kembali besok”


Kim Bum menutup pintu Kamar dan bersiap pergi ke ruang atasannya, bersiap untuk mengundurkan diri dari rumah sakit sesuai dengan kontrak yang menjelaskan bahwa jika pasien Junwoo siuman, Kim Bum bebas menentukan pilihannya, entah itu tetap bekerja di rumah sakit atau berhenti dari rumah sakit ini, lagipula atasannya tau alasan Kim Bum, dan Orang tua Kim Bum juga sudah mengetahuinya. Dan yang membuat Kim Bum terkejut adalah persetujuan orang tuanya, itu semulus air menglir di pegunungan.. tanpa ada hambatan. Orang tuanya ternyata memaksa Kim Bum menjadi dokter adalah agar anaknya bisa berguna bagi orang lain, dulu Kim Bum hanya bermalas-malasan dan tak pernah serius dalam satu hal kecuali game, namun kali ini beda.. Kim Bum mengatakan kalau dia akan memainkan game WOW bersama temannya yang dia rawat, dan anehnya mereka mendukung.. tentu saja, WOW sekarang sangat penting karena menjadi pusat perhatian dan penggerak ekonomi dunia, tentunya mereka sebagai orang tua harus mendukung anaknya yang mengerti dunia game agar berhasil.


malam itu lorong rumah sakit sepi, jam menunjukkan pukul 11 malam,


"tentunya Tuan Park Tae Joon belum pulang kan? hmmm"...


“Tadi dia memanggilku teman terfekat.. hoho..”


Kim Bum berjalan sambal tersenyum bangga..


Setelah tiba di depan ruangan kantor atasannya, dia kecewa, karena atasannya sudah pulang terlebih dahulu.


Menurut jadwal, pemulihan pasien Junwoo akan berlangsung selama beberapa hari antara 5-8 hari. Kim Bum tidak ingin menyia-nyiakan waktu, jadi dia pergi menyewa 2 Kapsul Gaming VR di salah satu TopTech Store di daerah Seongnam, menyewanya untuk satu bulan. Dia berencana mulai bermain WOW bersama dengan Junwoo dimalam hari dan melakukan perawatan pemulihan fisik di siang hari.


"Baiklah Junwoo.. Kita ulangi kembali masa-masa petualangan penuh perjuangan kita dulu.. haha!"


Semangat Kim Bum pun Mulai tumbuh.

__ADS_1


* * * * * * *


__ADS_2