Wrecking Other World

Wrecking Other World
Eps. 2 - Bangkit kembali


__ADS_3


Sekarang dia tepat berada di persimpangan jalan, seperti biasa.. jalan daerah sini Ramai.


Warna lampu lalu lintas masih sama meskipun sudah ada sejak ratusan tahun lalu, yang membedakan adalah perangkat yang digunakan untuk menampilkan warna nya.


tibalah lampu tersebut menyala merah, menandakan orang-orang di sisi jalan bisa menyebrang dengan aman, Meskipun transportasi sekarang semakin maju, seperti mobil udara dan mobil selam, masih banyak orang yang menggunakan mobil model lama karena dianggap barang antik dan mewah.


saat penanda pejalan kaki diizinkan menyeberang jalan, Lee Junwoo menyeberang bersama dengan kerumunan lainnya.


Namun tampak di ujung jalan lain ada kendaraan yang tidak menunjukkan tanda-tanda mengurangi kecepatannya Meskipun lampu merah menyala, dan sopir kendaraan tersebut memasang ekspresi panik seolah kendaraan tersebut diluar kendalinya. Lee Junwoo dan kerumunan tak menyadari kedatangan kendaraan itu, karena tingkat kecelakaan lalu lintas dunia sekarang mendekati 0% masyarakat merasa aman dalam menyeberang atau melintasi jalan.


Saat Lee Junwoo berfikir ada yang aneh, dia merasakan hawa dingin disekitar tubuhnya seakan memperingati dirinya akan suatu bahaya, dan tak lama kemudian dia mendengar suara benturan keras


"Duakk!! Ngiiiikk!! Jrassss! Drkkkk!"


Visinya tiba-tiba kabur dan menjadi gelap, setelah itu dia merasakan sakit di kepalanya seperti dipukul oleh palu.


kemudian seluruh tubuhnya menjadi mati rasa, pandangannya gelap, dan sulit untuk mendengar.


"Kenapa?? apa yang terjadi?? Hmph...!?"


dia mencoba berfikir namun tiba-tiba dia kehilangan kesadaran.


* * * * * * *


Lee Junwoo perlahan membuka matanya, pandangannya sedikit buram, dia berusaha menyesuaikan visinya dengan pikirannya. kemudian dia melihat langit-langit putih.


dia mendapati dirinya sedang berbaring di atas kasur, dan dia merasakan tubuhnya tak bertenaga, tak lama kemudian dia melihat seorang suster, dia terlihat seperti orang kaget dan bergegas memanggil seseorang.


Sekarang dia tahu dimana dia berada,


"Apa yang barusan terjadi?.."


Lee Junwoo kembali mengingat-ingat kejadian yang baru saja dia alami.


"Mungkinkah itu kecelakaan lalu lintas?"


Lee Junwoo mengerutkan keningnya sambil berpikir.


kemudian orang lain tiba, mengenakan setelan putih dan menutupi wajahnya dengan masker, dia menatap Lee Junwoo Dengan mata terbuka lebar dan disekitar wajahnya nampak butiran keringat, seperti seseorang yang baru saja selesai berlari dengan tergesa-gesa. dia segera mengecek peralatan medis.


hanya dengan melihat penampilan dan perilakunya, Lee Junwoo bisa mengetahui kalau orang itu adalah seorang Dokter.


"Apakah kamu bisa mengatakan sesuatu?"


tanya dokter itu kepada Lee Junwoo setelah merapikan alat-alat medis.


"Apa yang barusan terjadi padaku? apakah itu kecelakaan?"


ucap Lee Junwoo


"!!!"


Dokter tersebut memasang ekspresi kaget dan matanya melebar..


"I.. iya, kamu mengalami kecelakaan. tapi Untunglah.. kamu masih selamat"


Dokter tersebut berkata sambil tergagap, nampak matanya memerah, seakan dia ingin menangis. Lee Junwoo pun bingung dengan ekspresi dokter tersebut, bahkan suster yang memanggil dokter itu juga memandang dokter tersebut dengan ekspresi heran, karena biasanya dokter tersebut selalu tanpa ekspresi bahkan ketika menghadapi pasien yang sekarat.


kemudian dokter itu melepaskan masker di wajahnya, tersenyum hangat dan berkata:


"Dan itu bukan kejadian barusan Junwoo, tapi 4 tahun yang lalu"


kali ini wajah dokter tersebut terlihat jelas, dia adalah Kim Bum. Orang yang masih segar di ingatan Junwoo..


dan Junwoo memasang ekspresi gelap seakan tak percaya..


"Apakah ini lelucon?? Kim Bum?? Aku tau kau sudah membayarku 1000 kredit terlebih dahulu padaku dan aku belum memberikan Itemku padamu, namun kau tak harus melakukan ini"

__ADS_1


Bagaimana mungkin dia percaya bahwa orang yang baru saja dia hubungi beberapa saat yang lalu sekarang sudah menjadi dokter? Dia bisa menerima kenyataan bahwa dia mengalami kecelakaan, namun menghadapi lelucon seperti ini disaat baru sadarkan diri sungguh tak bisa dia terima.


"Aku tidak berbohong, Junwoo. kau seharusnya bisa melihat jenggot ku yang sudah tumbuh lebat"


Kim Bum sekali lagi mencoba meyakinkan Junwoo mengenai kenyataan yang sebenarnya.


Kali ini Junwoo tidak mengubah ekspresinya dia melihat kalender yang terpasang di sudut ruangan di atas meja menunjukkan


[6 Februari 2224]


dan sekali lagi Junwoo kehilangan kesadaran.


"Junwoo!!!"


Kim Bum berteriak dan segera meraih Junwoo yang pingsan, kemudian mengecek kondisi Junwoo hanya untuk memastikan dia baik-baik saja. Kim Bum menghela nafas lega karena kondisi Junwoo tidak memburuk.


Kemudian Kim Bum menghubungi keluarga Junwoo dan memberitahu mereka mengenai keadaan Junwoo.


mereka pun bergegas ke rumah sakit, meninggalkan segala urusan yang sedang terjadi.


* * * * * * *


Kali ini Junwoo sudah kembali sadar namun dia tidak ingin membuka matanya, dia masih harus memproses dan mencerna semuanya, dia sudah berbaring selama lebih dari 4 tahun, 4 tahun! .. banyak hal yang sudah dia lewatkan, mungkin sudah ada banyak anime baru yang dirilis dan mungkin anime favoritnya 'One Place' sudah tamat.


Kemudian dia mendengar suara langkah kaki dari 3 orang, anehnya dia tahu berapa jumlah orang itu.


beberapa saat kemudian terdengar suara wanita tua yang agak serak


"Jun.. Junwoo"


dia mengenal suara itu.. itu adalah suara ibunya!


dan sekali lagi Junwoo tahu bahkan tanpa melihat wajah orang yang berbicara. Namun dia masih enggan membuka matanya. Dia masih belum siap menghadapi kenyataan.


Dia tak sanggup memandangi wajah ibunya yang pastinya sudah bertambah tua.


"Kak.. Kakak.. jangan pura-pura tidur, aku tau kau sudah bangun! haruskah aku siram dengan air keras?"


kemudian Yun-Hee mengeraskan tangannya yang sedang memegang tangan Junwoo.


Junwoo akhirnya membuka matanya, merasakan sakit di telapak tangannya, dalam hati dia mengutuk


"Apakah kau benar-benar adikku?".


tapi dia menahannya dan tersenyum pahit pada adiknya, ibunya, dan juga Kim Bum. Dia tak bisa terus mengabaikan kenyataan dan mengabaikan adiknya yang menggenggam erat tangannya.


"Lee Yun-Hee sekarang seharusnya sudah masuk universitas, namun karena biaya rumah sakit.. mungkin Yun-Hee pergi bekerja ke suatu perusahaan, dengan penampilan yang anggun, rambut hitam panjang yang lurus, wajah oval, Yun-Hee sangat cantik sehingga bisa menjadi seorang model".


itulah yang Junwoo pikirkan.


Melihatnya sekilas, Kim Bum tau apa yang ada dalam pikiran Junwoo..


"Tenang, adikmu sekarang kuliah di universitas tempat kita dulu"


Kim Bum memberitahu Junwoo


"Dan untuk 1000 Kredit... Lupakan saja itu"


Kim Bum menambahkan, sebenarnya Kim Bum tidak habis pikir bahwa temannya yang menjadi motivasinya untuk menjadi dokter, ketika pertama kali bangun dari komanya, yang disinggungnya adalah uang 1000 kredit dari transaksi item Game yang bahkan tak pernah terjadi.


"Benarkah? kalau begitu terimakasih.. terimakasih banyak..!"


Junwoo berkata sambil tersenyum cerah, dia tak mungkin meminta uang pada keluarganya untuk menggantikan 1000 kredit yang ia dapatkan dari Kim Bum disaat seperti ini.


Junwoo kali ini mempercayai ucapan Kim Bum, dia tak bisa membayangkan berapa banyak pengorbanan Keluarganya dan juga Kim Bum yang mungkin merawatnya selama ini.


Namun masih menjadi pertanyaan bagaimana adiknya bisa tetap kuliah meskipun keluarganya harus menanggung biaya rumah sakit. Tapi dia enggan menanyakannya kepada siapapun, karena cepat atau lambat dia pasti akan tau.


Mereka berempat berbincang-bincang untuk waktu yang lama..

__ADS_1


ternyata ibunya menjual toko yang ada di pinggiran kota Seongnam untuk biaya perawatan Junwoo. Sekarang ibunya menjadi pegawai di salah satu restoran berkat temannya yang menjadi manajer di restoran itu. biaya perawatan itu sendiri menelan biaya 3.000 kredit sebulan.


itupun perawatan umum yang mana tingkat pemulihan pasien memakan waktu yang lama, dan mungkin itu sebabnya dia terjebak dalam koma selama 4 tahun.


untuk teknologi medis terbaru, dia bisa saja kembali sadar hanya dalam waktu 6 bulan. namun itu menelan biaya jauh lebih besar. itu adalah jumlah yang hanya bisa Junwoo bayangkan dalam mimpinya.


bahkan dalam keadaan koma selama 4 tahun pun dia tidak mengalami mimpi melihat uang.


Adapun sopir kendaraan yang membawa kendaraan itu meninggal ditempat, sebanyak 12 Orang meninggal dalam kecelakaan itu, penyebabnya adalah error dalam sistem AI kendaraan dan juga Error dalam Sistem lampu rambu lalu lintas,


Pemerintah hanya memberikan kompensasi 65% biaya perawatan untuk setiap korban yang selamat, dan 500 ribu kredit untuk keluarga yang meninggal, itu beberapa kali lipat dari total perawatan Junwoo selama ini.


dan adiknya, Lee Yun-Hee mendapatkan beasiswa sehingga keluarganya tak perlu mengeluarkan biaya pendidikan.


ketika mendengar berita itu Junwoo sempat berpikir "Apakah dia adik kandungku??".


bahkan Junwoo akan merasa cukup beruntung bisa masuk 10 besar dalam kelas.


hari pun beranjak menjadi gelap. Ibu dan Adiknya, mereka berdua pulang kerumah untuk beristirahat dan melanjutkan urusan mereka yang mereka tinggalkan, lalu menitipkan Junwoo kepada Kim Bum.


Suasana hati mereka sedang dalam keadaan yang sangat bahagia. Menantikan Junwoo untuk segera pulih dan pulang ke rumah.


Ibunya juga segera menyiapkan Kapsul gaming menggunakan uang dari sisa menjual toko. Ibunya menyiapkan kapsul untuk Junwoo setelah mendengar dari Kim Bum bahwa anaknya ingin Menjadikan Game sebagai prioritas pekerjaannya.


Dan tentunya Junwoo tidak mengetahui hal itu.


Disisi lain, Junwoo tidak bisa langsung pulang karena dia harus melalui perawatan tahap akhir untuk memulihkan fisiknya.


menurut apa yang Kim Bum sampaikan, game VR yang paling populer sekarang adalah WOW yang dirilis oleh TopTech Company 2 tahun lalu. Dengan kata lain, itu mengalami pengunduran jadwal selama 2 tahun, dan TopTech Company menyatakan permintaan maaf kepada publik dan memberitahu publik bahwa Game tersebut sedang dalam pengembangan dan perbaikan sistem.


namun meskipun terlambat 2 tahun perilisan, WOW tetap menjadi pusat perhatian dunia, bahkan 78% masyarakat dunia saat ini memainkan Game tersebut, 22% sisanya ialah orang-orang yang tidak mampu membeli kapsul gaming serta anak-anak karena adanya batasan usia. Dan Game tersebut bahkan memainkan peran ekonomi dunia saat ini.


"Benar saja.. Segala hal yang berasal dari TopTech Company akan menjadi pusat perhatian dunia" pikir Junwoo.


"Apakah kau masih ingin bermain WOW Junwoo?"


Kim Bum bertanya kepadanya


"Kenapa tidak? berapa level rata-rata player saat ini?"


Junwoo balik bertanya


"Kurasa sekitar level 200-250 an, mungkin" balas Kim Bum.


"Apakah game nya sangat sulit? bahkan setelah 2 tahun level rata-rata player masih di tingkat itu? Apakah kau sudah memainkan WOW?" Junwoo merasa heran.


"Belum, aku masih menunggu temanku yang tertidur setiap hari untuk bangun" ujar Kim Bum sambil menatap Junwoo.


"Tidur? persetan kau!" Junwoo kesal dan mengutuk Kim Bum.


"Hahaha.. " Kim bum hanya menggaruk belakang kepalanya sambil tertawa


"WOW tak seperti Game VR sebelumnya yang pernah kau mainkan, disana kekuatan fisik asli kita di dunia nyata juga mempengaruhi karakter kita di dalam permainan, kau akan merasakan tubuhmu di permainan adalah tubuhmu yang sebenarnya, panca indera kita juga mempengaruhi pertarungan disana" papar Kim Bum.


"Kalau begitu aku harus melatih fisikku di dunia nyata terlebih dahulu" Junwoo mengungkapkan pikirannya.


"tidak juga, justru kau bisa berlatih pemulihan dan peningkatan fisik lewat WOW"


kemudian Kim Bum menjelaskan dengan detail mengenai WOW berdasarkan apa yang dia tau.


"Sungguh luar biasa! Dengan ini mungkin aku bisa membangun kembali toko untuk ibuku"


Junwoo sangat bersemangat untuk segera bermain WOW sesegera mungkin


"ya, berusahalah!"


Kim Bum menyemangati temannya sambil bersiap meninggalkan kamar pasien agar Junwoo bisa istirahat dengan baik.


* * * * *

__ADS_1


__ADS_2