YG TAK PERNAH DI ANGGAP

YG TAK PERNAH DI ANGGAP
mungkin ini takdirku


__ADS_3

setelah istirahat beberapa saat aku dan ibu beranjak pergi untuk melanjut kan perjalanan.


ya Allah jika memang harus seperti ini akan ku jalani mungkin ini takdir ku di desa aku di benci karena aku tak memiliki ayah,dan orang yg aku cintai Pergi entah bagaimana sekarang kabarnya.maaf kan aku mas karena aku mengingkari janji tapi aku tak sanggup jika harus menjadi istri juragan laknat itu


"nak sepertinya kita harus naik angkot."suara ibu membuyarkan lamunan ku.


"apa baik nya saja Bu." karena aku belum tau harus berbuat apa aku hanya menuruti apa perintah ibu.


ibu melambaikan tangan ke arah angkot yg sedang melintas,dan angkot itu berhenti,lalu kami memasukinya dan kami menuju komplek perumahan sederhana.


"akhirnya sampai juga."gumam ku.


"Rania apa kau suka tinggal di sini...!!!?"


tanya ibu padaku saat sudah ada di dalam rumah.


ya saat tadi malam kami di perjalanan aku mendengar ibu menelfon seseorang agar mencarikan ibu rumah kontrakan yg sederhana agar bisa di tempati kami berdua.


"hai Rum kamu sudah sampai..?"sapa seorang wanita yg seumuran ibu.


"iya alhamdulilah kami sudah sampai dengan selamat..!"lalu ibu menghampiri


wanita itu,ibu dan wanita itu saling berpelukan.

__ADS_1


"Rania kenalkan sayang ini ibu Laras dia yg sudah mencarikan kontrakan untuk kita.!"


"terima kasih Bu karena sudah mau repot membantu kami."


"tidak usah sungkan nak pada ku anggap saja aku seperti ibumu karena dulu aku dan ibumu bersahabat baik sebelum ibumu pergi meninggalkan kota ini...!!!"ucap Bu Laras panjang lebar.


"ras ayo masuk"ajak ibu


"iya rum"


"ras aku tinggal beres beres dulu ya kamu duduk saja di sini sambil di temani Rania.!"pinta ibu.


"tapi Bu bukan kah lebih baik ibu yg menemani Bu Laras sambil ngobrol."ucap ku pada ibu.


"baiklah Bu"jawab ku.


"Rania kau sudah besar nak."ucapan Bu Laras SE olah ingin mengatakan sesuatu ke pada ku.


"iya Bu aku sudah besar."


"berapa usiamu sekarang nak..??"


"aku ber usia 18 tahun Bu ..!"

__ADS_1


"dulu saat ibumu membawamu, pergi kau masih ber usia 7 hari..!"


"apa ibu dulu sangat mengenal ibuku."


"ya kami saling mengenal karena dulu kami bersahabat."tutur ibu Laras pada ku.


"eee Laras sepertinya asik ya mengobrol nya..!!"suara ibu membuyar kan obrolan kami.


"Rania ibu sudah bereskan kamar kamu tadi. sekarang kamu boleh bawa barang kamu masuk istirahatlah."kata ibu pada ku.


"baik Bu."lalu aku bergegas meninggalkan mereka berdua.


"ras kamu jangan cerita dulu ya tentang siapa Rania aku belum siap jika harus kehilangan dia ras..!!"


"kenapa kau tak memberi tahu jati diri nya rum bukan kah lebih baik dia tahu dari sekarang...!!!"


"belum saat nya ras, jika aku beri tahu dia sekarang,siapa dia sebenarnya. sedangkan aku belum tahu seperti apa keluarga ayahnya.!!"


"rum apa kamu tidak menikah.?"


"tidak aku memutuskan untuk membesarkan Rania sendiri..!!"


"aku menghargai ke putusan mu rum."obrolan mereka pun ber akhir ketika Bu Laras memutuskan untuk pulang.

__ADS_1


"rum aku pulang dulu ya...nanti kalau sudah hilang capek nya main ke rumah ku.nggak jauh kok dari sini."lalu ibu Laras beranjak pergi.


__ADS_2