
"Rania sebenarnya di tempat Bu Hani,ada lowongan pekerjaan.bu Hani adalah nyonya di tempat ku dan ibu bekerja, apa kau bersedia bekerja di situ.?sebagai pelayan."ajak Humaira pada ku,dan aku menerimanya dengan senang hati.
"terima kasih Humaira,aku sangat senang bisa bekerja,apalagi bersama mu"
"iya aku juga senang,nanti akan antar ke rumah Bu Hani."
"terima kasih banyak."ucap Rania dengan penuh harap,bisa di terima bekerja di rumah ibu Hani.
***
ditempat lain.seorang laki laki bertubuh tinggi berwajah tampan, tampak sedang memarahi seseorang karena di anggap tidak bisa menjalankan tugasnya.
"dasar b*d*h mencari satu orang saja tidak becus bagaimana kalian bisa dianggap bekerja dengan baik jika mencari satu orang saja kalian gagal.!!"lelaki itu tampak geram kepada seorang lelaki yg usianya hampir empat puluh tahunan itu.
"maaf tuan tp target kita saat ini sulit untuk kami temui karena minim nya informasi yg kami dapat,tolong beri kami satu kesempatan lagi tuan"
ya lelaki itu adalah tuan muda di keluarga Nugraha,dia adalah Dirga Adi Nugraha adik dari syanum tantrias Adi Nugraha putra dan putri dari pasangan
tuan Hermawan Adi Nugraha dan nyonya Hani Larasati. rupanya Dirga sedang mencari lelaki yg sudah membuat kakaknya hancur.dia tidak bisa menerima perlakuan lelaki itu pada kakaknya, tega teganya dia meninggalkan kakak nya dalam keadaan hamil.hingga mengganggu kejiwaanya.
"baiklah akan ku beri anda kesempatan lagi,nanti akan saya cari informasi tentang lelaki itu.anda bisa pergi sekarang."Dirga menyuruh lelaki itu pergi.
"Hay Dirga sayang."sapa seorang wanita berwajah cantik yg langsung menghampiri Dirga,dia tak lain adalah Nadia kekasih Dirga.
__ADS_1
"sejak kapan kamu di sini.?" tanya Dirga pada Nadia.
"seharusnya aku yg bertanya, kamu kapan datang dari luar negri.?kok nggak ngabarin aku.!" tanya balik Nadia sambil memeluk lengan tangan kanan Dirga dan bergelayut manja.
"maaf aku tidak sempat.karena aku terburu buru, mamah memberi tahu kalau kak syanum, sedang sakit jadi aku harus segera pulang dan harus mengurus perusahaan di sini."
"baiklah,tp kenapa setelah sampai kau tak memberi tahu aku."
"tp sekarang sudah tahu kan?"
"iiiiihhh... Dirga nggak lucu ah."jawab Nadia manja..
Dirga tersenyum tipis dia tahu jika kekasihnya itu akan seperti itu selalu ingin menang sendiri.
***
"ras kami pulang dulu ya,nanti kalau sudah ada kabar tentang pekerjaan kamu kabari aku ya."
"iya rum itu pasti"
"terima kasih."ibu memeluk ibu Laras lalu pulang ke rumah bersamaku.
***
__ADS_1
mentari pagi kini sudah memancarkan cahayanya ke bumi,dan penduduk bumi pun mulai mencari kesibukkan sendiri termasuk dengan Rania dan Humaira yg sudah bersiap menuju rumah ibu Hani untuk berangkat bekerja,bagi Humaira. sedangkan Rania baru akan melamar kerja.
"Rania apa kau benar benar sudah siap untuk bekerja di sini?"tanya Humaira ketika kami sudah sampai di depan gerbang rumah yg sangat megah dan mewah. menurut Rania lebih layak di sebut sebagai istana.
"iya aku sudah siap"
"syukur lah semoga kamu betah jika sudah diterima nanti."
"semoga saja."ucap ku penuh harap karena aku tak tahu bekerja menjadi pelayan di rumah sebesar ini apa aku sanggup.
"ayo kita masuk.!"ajak Humaira sambil menggandeng tanganku dan melangkah memasuki pelataran rumah yg bak istana itu.
"bismillah semoga aku diterima."ku berdoa dalam hati.
***
"apa kau benar mau bekerja di sini?"suara lembut nyonya Hani bertanya kepadaku,yg aku jawab dengan anggukkan pelan.
"kau masih terlalu muda,tp aku percaya kau pasti bisa menjadi,pelayan serta teman bagi putriku,aku berharap padamu,Rania semoga kau bisa."nyonya Hani menaruh harapan padaku agar aku bisa sepenuhnya menjaga putrinya.
"baik nyonya saya akan berusaha semampu saya."
"terima kasih,mulai hari ini kamu saya terima bekerja di sini."
__ADS_1
"terima kasih nyonya"ku ucapkan syukur sambil ku cium punggung tangan nyonya Hani.