
diruang tamu tinggal ibu dan Bu Laras yg sedang mengobrol sedang aku masuk ke kamar Humaira.
"rum kamu sekarang sangatlah berbeda.aku seperti tak mengenalmu rum,.!"
"jelas saja aku berbeda dulu aku masih muda dan sekarang aku sudah tua.!"
"kamu bisa aja rum.tapi aku senang kamu seperti ini dari pada waktu kamu baru datang.seperti banyak beban dalam pikiran mu rum?"
"bagaimana tidak,aku seperti di permainkan takdir ras,dulu aku mencari kerja di kota ini untuk mem biayai pengobatan ibu,namun saat aku kembali selang beberapa hari ibu pergi untuk selamanya.dan saat aku memilih membesar kan Rania sendiri banyak sekali hinaan yg aku terima,maka dari itu aku lebih memilih banyak diam."
"lalu apa rencana mu selanjut nya rum.?tanya Bu Laras pada ibu.
"aku akan mencoba memperjuangkan hak Rania,ras..!! apa kamu bisa membantuku.?"tanya ibu penuh harap.
"apa yang bisa ku bantu, rum.jika ada yg bisa aku lakukan aku akan coba bantu.!"
"cari kan aku pekerjaan di rumah tuan Farhan Hermawan, ras..!!"
"tapi bagai mana caranya,sedangkan aku tidak terlalu mengenal keluarga mereka.!"
"coba kamu pikirkan dulu bagaimana caranya kita sama sama ber usaha.
jujur aku tidak tega jika selama ini Rania selalu di bully orang sekampung karena dia dianggap tak punya ayah."tampak kesedihan di wajah Bu Arum saat mengucapkan kalimat itu.
"kita pikirkan nanti,rum.!"
"terima kasih,ras kamu udah mau jadi pendengar setia ku."
"tak masalah rum, kamu jangan sungkan sungkan untuk bercerita padaku."terlihat senyuman di wajah keduanya.
"oh iya ras,dari tadi aku tak melihat Bayu dan suami mu,kemana mereka.?"
"oh ya mereka masih bekerja!"
"kerja dimana.?"
__ADS_1
"masih di tempat dulu kami bekerja,!"
"apa di rumah Bu Hani.?"
"iya rum,kamu masih ingat."
iya aku ingat sekali,ibu Hani orang baik ras."
"iya dia orang baik.tapi akhir akhir ini Bu Hani jadi sering marah marah.beliau jadi sering emosi."
"apa masalah nya,?"
"putri sulung nya yg bernama sanum mengalami gangguan jiwa."
"apa sudah lama.?"
"sekitar 5 bulan!"
"memang lantaran apa dia seperti itu.?"
"aku turut prihatin dengan apa yg di alami putri Bu Hani. semoga lekas sembuh.!"
"aamiin 🤲🤲"Bu Laras mengaminkan doa ibu.
didalam kamar Humaira mulai mengajakku bercerita.banyak hal yg dia tanya kan,ternyata di sini aku bisa punya teman.senang rasanya punya teman baru.
"Rania apa kau betah tinggal di sini.?"tanya Humaira yg mulai bertanya padaku.
"tentu saja aku betah di sini. asal ada ibu ku, di sini insyaallah aku betah.!"
"kau kesini tak bersama ayah mu.?"
"maaf, aku tidak tau siapa ayah ku ibu ku tak pernah bercerita,siapa dan di mana ayah ku."
"UPS.... maaf Rania bukan maksud ku menyinggung perasaan mu."
__ADS_1
"tak masalah,tp aku tetap harus berusaha mencari kebenaran tentang ayah ku."
"memang nya ayah mu di mana?"
"ibu bilang ayah ku di kota ini.!"
"apa kamu tahu siapa ayah mu.?"
"tidak aku hanya tahu namanya saja."
"kalau boleh tahu siapa nama ayah mu.?"jiwa kepo Humaira mulai bermunculan.karena Rania sangat cantik berkulit putih bersih, tinggi dan ber hidung mancung berbeda dengan ibunya.
"ayah ku ber nama,Farhan Hermawan. aku sedang mencari kebenaran tentang ayahku."
"ibu bilang ayah orang baik,jadi aku tak boleh membenci ayah.!"
"tp kenapa ibu mu tak memberi tahu mu keberadaan ayah mu di mana.?"
"ibu masih belum tahu di mana ayah ku tinggal.! kata ibu biar ibu cari tahu dulu."
"oh... begitu. baiklah kamu harus menghargai keputusan ibumu. lalu apa tujuan mu selanjut nya"
"aku sedang berusaha mencari pekerjaan yg cocok buat ku."
"memang boleh sama ibumu.?"
"tentu boleh lah tadi sebelum kesini aku minta ijin ke ibu untuk cari pekerjaan."
"memang pekerjaan sepaerti apa yang kau cari.?tanya Humaira penasaran.
"apa saja yg penting halal.!"
"lalu apa kamu sudah dapat pekerjaannya.?"
"belum.!"aku menjawab sambil menggelengkan kepala."
__ADS_1
aku dan Humaira bercerita banyak hal.tak ku sangka aku bisa punya teman akrab yg bisa ku ajak bercerita.