
Yo Han dan Jiang Ming melanjutkan perjalanannya,praktis tidak ada hambatan dalam perjalanan mereka walaupun mereka berjalan tidak buru buru nyatanya dalam beberapa hari saja mereka sudah sampai di pintu gerbang kota Beiping
"Berhenti,kalian siapa dan ada keperluan apa kesini" ucap seorang gadis yang seumuran dengan Jiang Ming tiba tiba menghentikan Yo Han
"Kalian bukan pasukan keamanan,kalian tidak punya hak untuk bertanya hal itu"
"Kami sudah diberi wewenang untuk itu"lanjut gadis itu
"Eh gadis manis,jangan galak galak nanti manismu hilang"goda Jiang Ming
"Hmm,saudara sekalian sepertinya salah satu dari mereka yang kita cari" ucap gadis itu sambil mencabut pedang sambil diikuti temannya yang lainnya
"Eh eh tunggu apa salah kami"
"Gak usah banyak bicara,salah satu diantara kalian pasti Pendekar pemetik bunga" hardik gadis tersebut
"Pendekar pemetik bunga" Yo Han dan Jiang Ming serentak mengucapkan itu dan saling berpandangan,Pendekar pemetik bunga adalah sebutan untuk pendekar cabul yang suka menculik gadis gadis muda dan cantik
"Jangan asal menuduh memangnya wajahku ini wajah mesum"protes Jiang Ming
"Iyaa" jawab para gadis itu serempak
__ADS_1
"Kalau saudaraku ini wajar,tapi apa aku juga harus dicurigai" tanya Yo Han
"Iya" jawab mereka serempak
"Gawat" batin Yo Han
"Tunggu,namaku Yo Han dan ini temanku Jiang Ming kami dari sekte pedang lima element kami kesini karena aku mau bertemu walikota Kim"jawab Yo Han sambil menunjukkan medali tanda pengenal
Akhirnya setelah mendengar penjelasan Yo Han para gadis tersebut menyarungkan kembali pedangnya dan membiarkan Yo Han lewat,sebenarnya Yo Han mau menanyakan soal Pendekar pemetik bunga ini tapi melihat wajah wajah yang kurang bersahabat dia mengurungkan niatnya
"Ada perlu apa kalian mencari walikota" salah satu prajurit penjaga mendatangi Yo Han setelah tahu kalau Yo Han mau bertemu junjungannya
"Walikota Kim adalah pamanku aku berniat untuk mampir berkunjung saja"
*****
"Han er,tidak kuduga kamu akan berkunjung"
"Apa kabar paman Bum"seperti yang diketahui semenjak ayah dan keluarganya terbunuh Kim houw mengundurkan diri menjadi jenderal dan memilih kembali ke kota Beiping akan tetapi sang kaisar menolaknya dan kemudian menunjuknya menjadi walikota
"Jenderal Kim,kekaisaran Zhang sedang diuji dengan kepergianmu akan melemahkan kekuatan pasukan kita,aku menghormati keputusanmu akan tetapi setidaknya kamu tidak menolak untuk menjadi walikota di Beiping" begitulah kalimat yang diucapkan kaisar sehingga membuat jenderal tidak bisa untuk tak menolaknya
__ADS_1
Setelah basa basi sedikit Kim Bum menjamu Yo Han dan Jiang Ming ke sebuah restaurant terbesar di kota Beiping,restauran itu bernama "Restaurant Sungai Telaga"
Yo Han tersenyum melihat nama itu sungai telaga sendiri bisa diartikan adalah dunia persilatan itu sendiri,,, tidak tahu siapa yang pertama kali mengartikan begitu akan tetapi yang jelas para pengunjungnya sudah pasti kebanyakan adalah pendekar
Yo Han diajak ke lantai paling atas yaitu lantai 3,bisa dibilang lantai 3 adalah ruangan lantai VIP,di lantai tersebut masing kosong belum ada yang berkunjung beda dengan lantai 1 dan 2 yang ramai dengan pengunjung
"Pesan yang kalian inginkan"ucap Kim Bum
"Saya gak akan ragu ragu lagi paman" ucap Jiang Ming dengan sumringah,melihat hal itu Yo Han hanya geleng geleng kepala
"Paman sepertinya ada masalah di sini" tanya Yo Han sambil menjelaskan kejadian mereka di pintu gerbang
Wajah Kim Bum tiba tiba berubah dia pikir menjadi walikota tidak akan seberat menjadi jenderal nyatanya sama saja
"Beberapa bulan yang lalu ramai soal Pendekar pemetik bunga ini,gadis gadis di depan itu dari sekte Anggrek Bulan,mereka mengejar Pendekar pemetik bunga karena pendekar tersebut telah menculik beberapa anggota mereka dan dari pengejaran tersebut mereka yakin pendekar tersebut akan menuju kesini"
"Dan tidak bisa disalahkan kalau mereka mencurigaimu,karena dari orang orang yang pernah melihat ciri ciri pendekar ini memang seperti kamu Han er dia tampan dan berpakaian seperti seorang sastrawan " ucap Kim Bum sambil tertawa,
"Hahahahaha,,,sukurin kamu Han" ledek Jiang Ming senang mengetahui temannya lebih dicurigai daripada dirinya
"Pletaak" suara jitakan di kepala Jiang Ming
__ADS_1
"Ampun yang mulia"
Kim Bum hanya tertawa melihat adegan di depannya ini