Zada'S Life

Zada'S Life
Bab 21 Masalah baru


__ADS_3

"Apaaa bagaimana bisa jatuh. Nah ini pasti karna kamu benar kan" ucap mami nya marah dan semakin marah lagi karena melihat zada ada di situ


"Maaf mi zada gak sengaja" ucap zada langsung meminta maaf pada maminya


"Kamu itu ya memang selalu aja buat masalah. Dan gak mungkin kamu gak sengaja ngejatuhin itu peralatan makan lili kan. Pasti kamu sengaja karena kamu gak suka dengan dia iya kan."Ucap mami nya dengan lantang


"Enggak mi aku beneran gak sengaja" balas zada


"Terserah apa yang mau kamu bilang. Bersihkan itu awas kalau masih ada kaca yang tertinggal"ucap mami nya pada zada


Bi tati yang mendengar majikannya menyuruh anaknya untuk membersihkan pecahan kaca itu pun merasa terkejut. Bagaimana bisa kaki nya yang sedang terbuka karena terkena pecahan kaca malah di suruh untuk membersihkannya.


"Nyonya biar saya saja yang bersihkan. Kaki non zada terluka tadi nyonya. Karena terkena pecahan kaca"ucap bi tati


"Oh ya satu lagi jangan ada yang bantuin zada awas aja kalau ada yang bantuin dia. Biar dia bertanggung jawab sama apa yang telah dia perbuat"ucap mami nya yang tidak merespon ucapan bi tati


Setelah berkata seperti itu mami nya pun pergi dari dapur.


"Non udah duduk aja di sana biar bibi yang bersihkan. Lagian nyonya gak akan tau kok non."ucap bi tati


"Enggak bi. Udah biar aku aja yang bersihkan bi. Nanti kalau ketahuan mami bibi bisa kena marah juga."balas zada menolak banyan bi tati karena takut bi tati terkena masalah.


"Udah non sini duduk dulu. Bibi obati dulu kaki nya non." Ucap bi tati yang tidak mau terdekat lagi dengan zada. Karena bi tati tau zada memiliki sifat keras kepala.


"Enggak bi lagian ini luka kecil bi. Darahnya aja sudah gak keluar lagi bi." balas zada yang lagi-lagi menolak banyan bi tati.


Setelah berkata seperti itu zada langsung membersihkan pecahan itu. Dan bi tati yang tak tega melihatnya pun ikut membantu.


"Bi udah bibi siapkan makannya ke meja aja bi. Nanti kalau mami datang lagi mau sarapan bibi kena marah loh. Karena belum diapain makannya."ucap Zara


"Gak papa non ini juga bentar lagi selesai"ucap bi tati sambil mengutip pecahan kaca nya


Mendengar ucapan bibi zada pun hanya diam dan dengan cepat menyelesaikannya. Berharap supaya tak ada masalah lagi setelah ini. Ia lelah jika harus menghadapi berbagai masalah. Padahal itu bukan lah keinginan nya.


*****

__ADS_1


Rini (Mami zada dan lili) setelah dari dapur ia langsung menemui suami nya karena kesal dengan tingkah anak pertamanya. Ia berjalan menaiki tangga dengan mulut yang masih mengumpat zada.


Sesampai nya di kamar rini langsung mengadu kepada suami nya.


"Pi lihat tuh anak kamu sikapnya tuh buat aku pusing. Selalu aja buat masalah. Capek aku pi ajarin dia biar jangan bersikap seperti itu. Tapi tetap saja sikapnya gak pernah berubah" Ucap mami nya kemudian duduk di sofa sebelah suami nya


"Siapa sih mi yang kamu maksud. Lagian ini masih pagi loh mi masa kamu udah marah-marah gini" ucap papi nya yang merasa bingung siapa yang dimaksud istrinya


"Itu loh pi zada. Dia itu jatuhkan tempat makan kesayangan lili pi."ucap mami nya kesal


"Ya ampun kenapa bisa gitu mi."tanya suaminya


"Mungkin dia iri pi. Kemaren waktu kami pergi belanja kan lili nemu tuh tempat makan, Dia suka pi jadi ya udah di beli. Dan pas zada melihat tempat makan yang di pegang lili, dia juga mau pi. Tapi kebetulan tempat makannya tuh cuman satu pi. Jadi yang beli cuman lili. Padahal aku udah tawarin tempat makan yang lain, tapi dia gak mau pi"ucap rini yang menjelaskan pada suaminya dengan mengarang cerita.


"Ya ampun tuh anak sepertinya udah kelewatan batas mi. Harus di kerasin tuh mi kalau gak makin ngelunjak nanti nya. " ucap hardi yang jadi marah pada zada karena mendengar cerita dari istrinya.


"Iya pi makanya mami kasih tau papi. Biar papi aja yang nasehatin zada. Karena mami udah sering nasehati zada tapi sepertinya tak didengar nya pi" ucap mami nya


"Ya udah nanti papi nasehati zada nya. Ya udah yuk turun mi udah siang nih" ucap papi nya


"Mi peralatan makan ku yang biasa mana mi. Kok jadi ini" tanya lili yang memang belum mengetahui kalau tempat makannya pecah


"Emm tempat makan kamu jatuh sayang. Jadi pakai yang itu aja ya"ucap mami nya dengan lembut karna ada suaminya di situ. Dan mami nya pun tak ada menjelekkan zada


"Kok bisa mi. Aku mau tempat makan ku mi." ucap lili dengan nada marah


"Iya gak sengaja tadi di jatuhkan sayang. udah ya pakai yang itu aja nanti kita beli lagi" ucap mami nya


"Gak mau mi aku mau yang itu. Lagian gak ada lagi yang jual seperti itu mi."ucap lili


"Iya sayang mami tahu. Tapi kan yang model lain masih banyak"ucap mami nya dengan lembut


Lili yang mendengar ucapan mami nya terasa aneh ia pun mencurigai siapa yang memecahkan peralatan makannya.


"Siapa sih mi yang pecahin tempat makan aku."tanya lili dengan penasaran

__ADS_1


"Lili udah kamu makan dulu nanti kita bahas lagi" ucap papi nya dengan lembut karena takut anak nya menjadi marah


"Iya pi" ucap lili yang sudah tak berani membantah jika papi nya yang berbicara


Mereka pun menikmati sarapannya. Tanpa ada yang memikir kan zada. Mereka seperti hanya memiliki satu orang anak. Bahkan bibi yang sedang bersih-bersih pun merasa kasihan dengan anak pertama majikannya yang tak di perhatikan orang tuanya.


"Mi panggil kan zada ya. Papi tunggu di depan mi"ucap hardi setelah selesai makan


"Iya pi" balas rini


"Ini ada apa sih sebenarnya, gak biasanya manggil-manggil tu orang. Ada masalah apa ya" batin lili dalam hatinya yang binging menedengar ucapan papinya


"Mi sebetulnya ada apa sih kenapa pakai panggil zada segala"tanya lili penasaran


"Nanti kamu juga tahu sayang. Udah lihat aja dulu dan kamu jangan terbawa emosi melihatnya. Oma"ucap mami nya


"Itu mami kasih tau napa makin buat aku penasaran kalau gini" balas lili yang merasa kesal dengan balasan mami nya


"udah nanti juga tahu" balas mami nya lagi


"Bi bibiiik" ucap rini memanggil bi tati


"Iya nya ada apa nyonya panggil saya" tanya bi tati begitu sampai di ruang makan


"panggil kan zada dan suruh ke depan untuk temui papi nya "ucap mami nya yang menyuruh bi tati


tbc


...****************...


Wah bagaimana yaa kelanjutannya


Terus ikuti Cerita ini para raiders😊


Maaf jika ada kata yang tidak tepat🙏😊

__ADS_1


__ADS_2