
" Aku positif hamil lho pak" ucapku kepada suami dengan nada datar
"Serius kamu" jawab suami dengan terkejut
" iya pak, serius aku, ini aku baru test" jawabku dengan serius.
"Selamat lah, sehat sehat lah ya, cari tahu lah gimana caranya supaya lahir laki laki" suami menjelaskan bahwa aku yang harus bertanggung jawab terhadap jenis kelamin anakku yang akan lahir.
Ya ampun, bathin ku dalam hati.
Yang konsultasi ke dokter kandungan dan juga ikut program supaya bayi yang diinginkan.sesuai keinginan kita, belum tentu 100% berhasil.
Aku yang orang awam, bukan basic pendidikan dokter kandungan, Apa yang harus kuperbuat agar anak yang ku kandung lahir laki laki.
Lagi lagi aku hanya diam dan pasrah, malas ribut ribut, pernah aku menanyakan nya "emang apa yang harus kulakukan?"
" Dari jenis makanan, kalau ingin anak lahir laki laki makanan yang di anjurkan misalnya daging." jawab suami menjelaskan kepada ku.
Aku pernah dengar mitos itu, suami istri harus banyak makan daging sebelum melakukan hubungan suami istri.
Dalam hatiku, tetapi aku sudah hamil, artinya sudah terlambat. "Lagian mana sanggup kita ekonomi nya kalau setiap hari makan daging" ucapku kepada suami sambil senyam-senyum.
Suami lantas marah bukan main, " Sudahlah, dasar kamu tidak tahu apa apa, Kalau tidak mau berusaha ya sudah",.
Akupun hanya diam saja, takut suami makin marah.
Aku hanya bisa diam dan sedih.
Setelah setahun keguguran ternyata Tuhan masih mempercayakan ku untuk hamil kembali, aku dan suami memang masih menginginkan anak laki laki kiranya lahir ditengah keluarga kami walaupun aku sudah mempunyai tiga orang putri. Kehadiran seorang anak laki-laki sangat diharapkan karena status suami sebagai anak pertama, kalau tidak ada anak laki-laki berarti penerus marganya tidak ada.
Selama masa kehamilan bulan pertama hingga bulan ketiga, aku bawaannya lemas, pusing, mual dan muntah.
Apa yang di makan terkadang langsung di muntah kan, tidak jarak perut ku sering kosong, karena semua isinya sudah terbuang.
Walaupun kondisi ku lemah, pekerjaan rumah tetap aku yang kerjakan, terlebih yang berat berat misalnya mencuci pakaian, karena kebetulan mesin cucinya tidak bisa berfungsi dengan baik.
__ADS_1
Bahkan suami juga memaksa untuk mengusuk badan nya, karena suami kerjanya ada shift malam sehingga sering masuk angin.
Kalau menolak pun suami tidak terima, malah mengira kalau aku pura pura lemas, suami seperti tidak peduli apa yang kurasakan.
Selama masa proses mengandung ini aku sangat tertekan bathin, was was dan selalu kepikiran bagaimana kalau anak yang kulahirkan nanti perempuan lagi, apa aku harus hamil lagi?, secara umurku suda kepala empat, umurku sekarang sudah 40 tahun, sudah sangat beresiko, apalagi di 1,2,3 tahun mendatang. Oh Tuhan berikan lah mukjizat mu. itu lah yang selalu ku panjatkan dalam doaku.
Aku hanya bisa pasrah dan berdoa kepadaNya.
Segala cara mitos kata orang, menurut ku doa doa telah kulakukan, sebelumnya setelah aku melahirkan anak ketiga putriku, karena yang lahir perempuan, maksudnya supaya tidak lahir lagi perempuan, segala baju baju perempuan yang sudah tidak terpakai putri ketigaku kuberikan kepada orang, maksudnya supaya tidak ada lagi yang pakai baju kecil perempuan.
Upaya kedua: Nama anak ketiga putri ku kami beri nama Leanne Marito artinya berikan saudara laki laki,
Upaya yang ketiga: Nama Facebook kuganti"Menanti Pemberian Tuhan", artinya berharap Tuhan beri anak laki laki.
Upaya ke empat: Tidak pelit memberikan sedekah atau ucapan syukur berupa uang kepada pihak Greja.
Hingga kehamilan bulan ketujuh aku tidak pernah USG, aku takut kecewa nanti terlalu dini kalau jenis kelamin anak yang ku kandung adalah perempuan.
Tetapi aku takut juga tidak USG, karena kan melalui USG kita tahu posisi bayi dalam kondisi baik, Melalui USG kita tahu kondisi bayi kita baik baik saja, dan semua orang pun menyarankan ku untuk tetap harus USG supaya tahu kondisi kesehatan bayi.
"Cowok ya" kata dokter langsung tanpa kutanya terlebih dahulu jenis kelamin nya
"Benarkah dok, tidak salah kah itu" jawabku senang dan agak ragu ragu
"Benarlah, ini sudah kelihatan telornya" bicara logat Medan. ucap dokter
"Syukur ya Tuhan"ucapku sambil berkaca kaca
"Memangnya kenapa?" tanya dokter penuh tanda tanya
"Anakku 3 dokter perempuan, dan ini anak keempat memang sangat diharapkan harus lahir laki laki" oh begitu jawab dokter.
"Yakin kan dokter laki laki, aku sampai takut mengajak suamiku untuk periksa dokter, takut nanti aku malah di tinggal di jalan" ucapku
"Iya yakin, nanti lahir prediksi tanggal 5/5 " ucap dokter kembali sambil menginformasikan prediksi kelahiran anak ku
__ADS_1
"lahirnya nanti proses operasi atau normal" dokter bertanya kepadaku
"Pengennya sih normal dokter, selain pemulihannya cepat, aku juga tidak sanggup beli obat obatan pasca melahirkan." jawabku kepada dokter yang memeriksa ku.
Lantas aku permisi dan mengucapkan terima kasih kepada dokter yang memeriksaku.
Aku girangnya bukan main, dan tidak sabar untuk cepat cepat sampai ke rumah untuk segera mengabarkan suami mengenai berita baik ini.
Sesampai di rumah suami tidak berani juga menanyaiku, takut dia pun tidak siap untuk kecewa.
Aku yang langsung beritahukan ke suami dengan tidak sabar, tidak berani untuk nge prank, nanti malah aturan sukacita malah perkelahian yang terjadi.
"Laki laki pak" jawabku dengan suasana hati yang penuh kegembiraan kepada suami
"Serius" tanya suami masih agak ragu ragu
"iya serius ini hasil USG nya" sambil memberikan kertas hasil USG kepada suami.
" Tadi pun aku menanyakan itu kepada dokternya, serius kah dokter, jawab dokter dia yakin banget kalau yang lahir anak laki laki" mencoba menceritakan semua yang terjadi ketika di ruang USG kepada suami.
"Syukurlah lah", ucap suami sambil memelukku
Tibalah tanggal yang ditetapkan untuk aku melahirkan kan, tetapi aku merasa belum ada tanda melahirkan kan, biasanya kalau mau melahirkan aku selalu memperhatikan air seniku apakah keruh atau jernih.kalau keruh berarti pecah ketuban, kali jernih berarti belum saatnya melahirkan.
Air seniku masih jernih,,
Hingga 2 Minggu berlalu setelah tanggal prediksi aku untuk melahirkan kan, aku jadi was was dan semakin tegang kapan ya... kapan ya.,..
Tetapi aku sudah mempersiapkan kan untuk pakaian bayi dan pakaian ganti aku di dalam sebuah tas, bila tanda tanda melahirkan sudah ada.Aku sudah langsung bisa berangkat ke klinik atau rumah sakit.
Tanggal 29/5 sejak sore hingga malam aku merasa mulas mulas semakin ke malam mulas semakin sering dan teratur hingga kadang sering merasa ingin BAB, tetapi susah keluar. Padahal suami sudah sempat pergi kerja karena kena shift malam berangkat kerja jam 23.00.
Pada pukul 2 dini hari, aku tidak tahan lagi, takut aku jadi melahirkan di rumah malah repot. aku langsung telpon suami suruh dia datang untuk menjemput aku dan mengantar ku ke klinik karena rasanya aku ingin melahirkan.
Dan akhirnya lahirlah anak ke empat kami seorang anak laki-laki, suami lantas buru buru mengabarkan berita baik itu kepada seluruh keluarga.
__ADS_1
Terima kasih Tuhan, kau menjawab doa doa kami. ini adalah suatu mukjizat luar biasa.