
Banyak biaya yang kami keluarkan untuk pengobatan dan pemulihan sakit tipes suami, selama ini kami tidak punya simpanan atau tabungan uang.
Jadi kami mengorbankan cicilan uang rumah bulan ini terpaksa tidak kami bayar, darimana lagi kami mencari pinjaman, kalau untuk hal hal penting seperti biaya untuk pengobatan tidak masalah yang penting suami cepat pulih, uang bisa dicari, tetapi kalau tidak bisa lagi kondisi tubuh untuk mencari uang itu sangat fatal.
Hampir 1 bulan suami tidak masuk kerja, untung pimpinan perusahaannya bisa maklum, suami tidak sampai potong gaji atau mendapat surat SP.
Tadinya aku sudah merasa takut, jangan jangan suami malah dirumahkan karena sudah terlalu lama tidak masuk kerja.
Dengan memaksakan diri suami akhirnya bisa pergi kerja, kondisinya masih belum terlalu fit,
"Harus dipaksakan, tidak enak sama pak Rudi selaku bagian personalia perusahaan" ucap suami kepadaku.
"Iya lah, mudah mudahan pekerjaan di pabrik tidak terlalu repot artinya kamu bisa santai dan tidak kelelahan"balas ku kepada suami.
Memang kadang kadang pekerjaan di pabrik kalau mesin bermasalah bisa menyita tenaga, bisa juga santai kalau mesin lancar lancar saja.
Yang sering sakit dan terkena celaka adalah suami, syukur selama ini aku tidak pernah sakit yang parah, aku merasa itu adalah karma karena suami terlalu zolim sama aku, tetapi suami tidak pernah menyadari nya.
Aku pernah mengatakan kepada suami kalau dia tidak merokok lagi ya karena doa istri.
Dengan penuh emosi dia mengatakan"Itu bukan karena doa mu, itu memang karena aku berpikir, dan menyadari daripada untuk biaya rokok lebih bagus di makan" suami dengan penuh emosi mengklarifikasi nya kepadaku.
Lagi lagi Akupun hanya diam seribu bahasa, aku tidak lagi memperpanjang, hanya Tuhanlah yang tau. Dari klarifikasi nya pun seolah olah dia menyatakan bahwa doa ku tidak dikabulkan, Segitu susahnya suami untuk merendah diri dihadapan istrinya. Kesuksesan dan rezeki yang dia terima selama ini adalah atas usahanya tidak ada hubungan nya dengan doa istri.
*****
Pernah aku sakit setelah melahirkan anak kedua, itupun karena aku sering lupa waktu untuk menyulam kain Kristi, maksudnya mau membuat pajangan dinding rumah yang lebih besar, aku terkadang lupa waktu kalau sudah asik bisa sampai larut malam dan subuh, karena itu waktu yang tepat karena anak anak sudah tidur.
__ADS_1
Aku tidak bisa bergerak, bahkan untuk duduk pun susah, aku kewalahan untuk menyusui anak, karena anak kedua ku saat itu masih menyusui, aku juga yang repot karena sedih juga lihat anak anak jadi rewel, dengan kondisi yang susah bergerak terkadang kupaksakan untuk menyusui, padahal sakitnya minta ampun.
Saat itupun uang tidak ada, mau kusuk tetapi uang tidak ada. Kebetulan adik ipar frista datang dari kampung sehingga aku pinjam uang nya 50rb untuk biaya kusuk.
Suami juga memperingati ku, tidak ada lagi uang kalau mau kusuk lagi, aku juga tidak ada uang kalau lanjut terapi terapi.
Melalui ultimatum nya seperti tersirat, kalau aku sakit orang tuaku lah yang mengurus aku, kalau sakit ku semakin parah mungkin aku pun akan dikirim suami kembali ke orang tuaku.
Aku menangis dan selalu berdoa kiranya Tuhan segera memulihkan kesehatan ku, dan doa ku terkabul, sekali kusuk aku sudah bisa beraktifitas normal, tidak perlu kusuk lagi atau terapi.
Dari pengalaman itu aku takut sakit, seandainya aku lumpuh pasti aku sudah dikembalikan suami kerumah orang tuaku.
****
Ku ceritakan semua bagian mana yang sakit kepada tukang kusuk, setelah kusuk hampir 1 jam, aku kembali bisa duduk tetapi agak menyamping belum bisa duduk tegak lurus, sakit sekali kalau di luruskan, aku rebahan dulu, mungkin besok bisa lebih latihan latihan lagi sehingga bisa beraktifitas dengan normal.
Dalam keadaan sakit pun aku tetap yang beres beres rumah, masak dan lain lain, tetapi karena kondisiku kurang fit, rutinitas kulakukan dengan pelan pelan, pakaian kubiarkan menumpuk, nanti kalau aku sudah pulih aku bisa kembali mengerjakannya.
******
Dari pengalaman yang banyak duduk kemarin, aku tidak lagi mau banyak duduk, bahkan mengerjakan sulaman kain Kristi.
Dari pengalaman itu juga kuceritakan kepada suami jangan terlalu banyak duduk, karena memang suami banyak waktu bermain game, dan sekarang dia pun sering menderita sakit pinggang, kadang untuk berdiri normal dia sulit melakukan nya.
Tetapi suami selalu saja marah kalau kuingat kan jangan terlalu banyak duduk, akhirnya kalau suami berkeluh kesah mengenai sakitnya akupun diam saja tidak komen. Salah salah komen dia pasti akan marah marah akupun diam seribu bahasa.
****
__ADS_1
Masalah masalah yang terjadi di dalam rumah tangga, dan sifat sifat suami yang tidak sesuai dengan harapan kita tidak lantas membuat kita putus asa, dan berkeinginan untuk minta cerai, hanya bisa pasrah dan berdoa semoga diubahkan pikiran nya kiranya suami bisa menyadari bahwasanya rezekinya adalah istrinya, harusnya lebih royal kepada istri daripada kepada orang lain, perasaan istri malah dikesampingkan.
Sebagai istri hanya bisa melakukan apa yang bisa dilakukan hal hal yang positif tentunya, kiranya Tuhan membukakan pintu rezeki, segala apa yang dicita-citakan dan diharapkan dapat terkabul segera.
Roda hidup berputar, terkadang dibawah terkadang diatas, kalau saat ini kita berada di bawah mungkin saat waktunya tiba kita pasti akan di atas, hanya bisa bersifat optimis saja.
*****
kring...kring...kring
Bunyi dering suara telpon seluler ku, segera kuangkat, ada tertera angka angka yang berarti nomor telepon nya tidak tersimpan.
"Halo"jawabku penuh tanda tanya
"Hai Lily" jawabnya
"Ini siapa?" jawabku masih bimbang karena aku memang tidak mengenali suara yang menelepon ku.
"Ini aku Kori" jawab penelepon
"Kori siapa" aku menjawab dan masih diliputi tanda tanya dan coba mengingat Kori siapa.
" Teman kampus, aku dapat no telepon mu dari teman kita catrin" jawabnya menjawab tanda tanya ku.
" Oh Kori, iya iya aku ingat (sambil senyum senyum, Kori memang adalah teman kampusku)" jawabku setelah ingat ingat sekarang siapa Kori.
Kori mengajakku untuk menjalani bisnis jual ikan teri atau ikan asin, Kori tinggal di daerah pesisir pantai, dia akan memasok atau mengirim ikan teri atau ikan asin sama aku tanpa aku yang harus menjemput ikan asin dari kota asalnya.
__ADS_1
Aku berpikir tidak ada salahnya Mencoba, irit juga kalau langsung di kirim barangnya nya bisa hemat pengeluaran jadi harganya pun bisa bersaing, tidak terlalu mahal kalau seandainya dijual gumanku dalam hati. Teman ku Kori akan mengirimkan kan foto foto ikan teri atau ikan asin, terserah aku maunya yang mana.
Aku pun lantas mengiyakan dan mau berbisnis dengan temanku Kori.