
Dengan perlahan lahan sifat suami bisa berubah, kalau kita memaksakan misal menyuruh suami untuk berubah itu sangat tidak mungkin dan mustahil, adanya suami akan makin keras justru akan memicu pertengkaran.
Lebih baik kita memasrahkan hanya kepada Tuhan, karena hanya Tuhan lah yang mampu membolak-balik kan hati seseorang.
Sama seperti aku yang mengharapkan suami untuk tidak merokok lagi, Tuhan berikan kecelakaan kerja jatuh dari lift. Walaupun kecelakaan tidak kita harapkan ada rencana indah dibalik semua itu. Syukurnya suami tidak kenapa-kenapa.
"Aku ada ikut arisan 2 nomor, 1 nomor khusus untuk mu, 1 nomor khusus untuk ku ya jangan di ganggu gugat aku mau perbaikan/service Vespa ku, kalau nomormu ya terserah kamu mau pakai untuk apa beli emas juga boleh" suami berucap kepada ku. Hanya dengan cara itu dia bisa memberi, dengan uang cash mana ada.
"ok lah, betul ya 1 nomor untuk ku, jangan di ganggu gugat" aku langsung menjawab atas penjelasan suami.
Jangan diganggu gugat maksudnya khusus untuk beli emasku tidak untuk keperluan dapur.
Keinginan ku untuk mencari uang tambahan saat ini sangat sulit, mengingat anakku yang keempat masih menyusu kepada ku, susah untuk ditinggalkan, secara uang asuh dan uang beli susu formula dan juga ongkos transportasi anak kesekolah 3 orang sudah berapa, kalau gajiku kerja tak seberapa untuk apa, belum lagi lelahku, mental anak anak sudah ditinggal kerja. Akupun perlu mempertimbangkan semua itu.
Aku harus mencari pekerjaan via online, yang tidak menyita waktu ku harus meninggalkan anak, aku masih tahap awal dalam pembuatan novel via online, masih banyak belajar, belum dikenal publik jadi belum bisa diharapkan untuk menambah uang belanja.
Yang bisa dilakukan saat ini adalah memberdayakan uang belanja bulanan, harus lebih irit lagi supaya bisa sedikit menabung.
Tutt...Tutt...Tutt...
__ADS_1
Segera Kuangkat Hp ku yang sedari tadi berbunyi dan sudah 2 kali panggilan tak terjawab, suara nya di silent kan anak anak, karena yang paling nominan megang hp memang anak anak di pakai untuk bermain game, tiktok, YouTube atau sekedar melihat wa group dari sekolah yang menginformasikan tugas tugas sekolah. Aku hanya berkesempatan memakai HP saat malam atau tidur siang itupun kalau anak anak lagi tidur siang.
"Halo"jawabku terhadap no yang tak dikenal karena nomornya tidak tersave.
"Halo, kak ini aku Mory" jawabnya diujung telepon
Mory merupakan adik laki laki ku.
"Oh, Ada apa, sehat kau dek" tanya ku penuh tanda tanya, kok tiba tiba menelpon gumanku dalam hati.
"Kak, pinjamlah uang kakak untuk khusuk, aku lagi tabrakan ini, aku sudah 2 bulan tidak satu rumah dengan adik iparmu"jawab mory menjawab keingintahuan ku.
"Masalah apalagi?, aneh kalian kulihat, sedikit sedikit berantem, langsung mau main cerai cerai, kalian pikir perkawinan itu main main" dengan penuh emosi aku menjelaskan kepada Mory
" Aku juga tidak punya uang, aku sudah banyak masalah, malas aku mikirin masalah masalah mu" aku ketus kepada Mory.
"Kak tolonglah kubayar pun, kukirim no rekeningku ya" dia memohon penuh harap.
"Aku tidak janji, aku juga sedang tidak ada uang" Kututup telepon dengan cukup kesal.
__ADS_1
Aku memang tidak punya uang, ada sedikit uang tabungan dari hasil jualan online secara reseller, aku cerita ke suami mengenai masalah adikku Mory dan kukatakan kalau Mory mau pinjam uang, suami ada dan dengar ketika telepon masuk dari Mory.
Dengan cepat suami menjawab "mana ada uang, serius tidak ada uang aku" jawabnya dengan penuh keyakinan.
Aku tahu pasti suami tidak akan peduli tentang urusan keluarga ku, aku tidak mau senasib dengan ibu mertua, pernah adiknya juga minta uang, minta untuk berobat, ketika ibu mertua minta ke Ayah mertua sebesar 600rb, langsung ayah mertua bilang tidak ada, padahal setelah beberapa hari kemudian anak dari abangnya ayah mertua menikah, ayah mertua sanggup memberi 5juta, ibu mertua sangat sedih karena ayah mertua tidak peduli keluarga ibu mertua, ibu mertua sama seperti aku hanya sebagai ibu rumah tangga saja. Aku tidak mau merasakan hal seperti itu, sehingga menjadi dendam bagi ibu mertua yang menyebabkan ia jadi kepikiran terus.
Didepan suami kubilang aku tidak ada duit, besoknya aku transfer sebesar 300rb tanpa sepengetahuan suami, aku puas bisa membantu, aku tidak berharap itu bakalan di ganti.
Tanpa sepengetahuan suami dan itu memang tidak sengaja kulakukan, tadinya aku mau mengirim foto foto hasil jepretan dari hp suami ke HP ku karena moment hari ini adalah hari ulang tahun anak yang Ke 3.
Aku sudah memilih milih foto yang lumayan bagus, setelah siap untuk mengirim, ternyata fotonya tidak terkirim karena jaringan rusak. Tanpa sengaja maksudnya mau melihat lihat foto anak anak yang ada di galeri, aku melihat foto foto screenshot bukti transferan suami ke alumni SMP dan SMA masing masing dengan jumlah 200.000. Akupun terkejut ternyata suami ku ada memberi uang kepada orang lain tanpa sepengetahuan aku, yang sakit nya suami mengaku tidak ada uang kepadaku, dia lebih perhatian dan peduli terhadap alumni SMP dan SMA dari pada keluarga ku.
Apa yang bisa kuperbuat, aku tidak mengklarifikasi bukti transfer itu kepada suami, malas ujung ujungnya nanti malah berantem.
Prinsipnya aku juga tidak mau sakit karena kepikiran tingkah laku suami, aku hanya bisa berdoa dan berharap kiranya dibukakan rezekiku supaya aku jangan tergantung kepada suami, sakit banget tidak bisa memberi kepada keluarga kita, padahal suami bisa memberi kepada keluarga nya, sekalipun itu berutang.
Aku mencoba untuk berpikir lebih terbuka dan positif aja, mudah mudahan semua yang terjadi kepada ku bisa kujadikan motivasi untuk lebih maju dan bersemangat terus.
Aku percaya suami pasti akan sadar, dan terbuka pikiran nya bisa kiranya peduli dengan keluarga ku, tidak hitung hitungan dengan keluarga ku. Padahal bapak ku banyak membantu keadaan ekonomi kami, tetapi suami seolah olah lupa atas semua itu.
__ADS_1
Malah suami mencurigai ku ada memberi secara sembunyi sembunyi kepada keluarga ku. Padahal itu tidak pernah kulakukan, untuk ongkos ibu kalau datang ke kota sekalipun tidak pernah kuberi, memang aku tidak pernah pegang uang.
Setelah aku jualan online dan ada sedikit yang bisa ku simpan, aku bisa sedikit memberi dan aku merasa senang, sehingga aku tidak dendam dan sakit hati terus terhadap suami.