"Suamiku Tidak Sesuai Ekspektasi Ku"

"Suamiku Tidak Sesuai Ekspektasi Ku"
Suami sakit


__ADS_3

Sifat perhitungan suami kepada ku ternyata masih saja mendarah daging, tetap saja dia pelit, tetap saja dia lebih peka terhadap orang lain daripada terhadap ku.


Kala ulang tahun pernikahan kami 14 tahun, aku merayu suami agar membelikan makanan Resto tetapi makan nya di rumah aja, maksudnya makanan dibungkus saja lalu dibawa pulang. Suami lantas menyetujui nya jadi kami memesan bebek goreng penyet 5 bungkus masing masing mendapatkan satu bungkus, suami, aku dan anak anak. Semua senang dan puas tak lupa juga kami membelikan minuman dingin yakni jus jeruk.


Semua pengeluaran dari suami. Total pengeluaran untuk sekali makan lumayan besar harusnya bisa untuk 7 Minggu kalau di beli lauk sebesar pengeluaran beli bebek goreng, Aku selalu dijatah oleh suami, tidak pegang uang banyak hanya sekedar untuk belanja cukup 4 hari harusnya, tetapi terkadang kalau langsung minta lagi pasti awal nya ribut ribut dulu, jadi aku mintanya sekali seminggu 100.000 itu harus dicukupkan, padahal ada kebutuhan tiba tiba untuk beli gas, 1 tabung ukuran 3 kg habis 1 Minggu, belum lagi air galon isi ulang 1 hari/ galon. Kebayang 100 rb untuk beli lauk dan sayur apa?


Setelah pengeluaran beli bebek goreng dan memberiku 100rb suami langsung sadar kalau uang nya sudah habis. karena ada sedikit rezeki yang didapat kan suami dari uang lembur, karena bulan kemarin banyak hari merahnya jadi suami mendapat uang lembur yang lumayan jumlahnya.


Suami bermaksud untuk membuat bangku di depan rumah untuk bangku santai yang terbuat dari semen, karena suami kurang paham membuatnya sendiri suami berinisiatif untuk memanggil tukang, dipanggil lah tukang 2 orang dengan syarat harus selesai dalam 1 hari, pekerjaan membuat bangku santai jadi di jalankan setelah deal dengan biaya upah yang disepakati kedua belah pihak.


Pembuatan bangku santai akhirnya selesai dikerjakan, tetapi tanpa sepengetahuan suami aku memergoki kalau suami kasih uang tambahan kepada tukang nya, padahal tadi pagi sebelum tukang datang aku terlebih dahulu minta ke suami kalau aku butuh uang, kebetulan kemarin ada pengeluaran untuk kebutuhan sekolah anak jadi uang belanja kupakai sedikit. Langsung dijawab ketus oleh suami " kan sudah kukasih, apalagi, kemarin sudah beli bebek goreng, mana ada lagi uang".


Saat itu Akupun hanya diam, sakit rasanya hati ini. terlebih sekarang suami kasih uang tip ke tukang padahal aku sudah tidak ada pegang uang lagi, aku bermaksud untuk meminjam duit anak anak karena mereka dikasih 50rb/bulan. Bukan tidak setuju atas pemberian uang tip yang diberikan suami terhadap tukang, kasih uang pas pun tidak jadi masalah seharusnya. Mendingan uang tip itu diberikan suami kepada saya, toh aku diberi uang bukan untuk pribadi ku sendiri, itu untuk makan 1 keluarga.


****


"Aku tidak enak badan, tenggorokan ku juga tidak enak, seperti susah menelan, dada ku sakit seperti banyak angin di tubuhku" suami berkeluh kesah tentang keadaan nya.


Lantas aku pegang dahinya, lumayan panas"Badan mu panas'" Aku berbicara kepada suami sambil menjamah dahinya yang terasa panas.


"Iya, aku memang seperti nya merasa demam" suami m membenarkan pernyataan ku.


" Pergilah berobat ke klinik", Aku menganjurkan kepada suami.


"Iyalah iya, sebelum tambah parah" ucap suami kepada ku sambil mempersiapkan berkas berkas yang diperlukan untuk klaim dari kartu jaminan kesehatan.


Suami lantas langsung pergi berobat tanpa kutemani, karena aku tidak bisa meninggalkan anak kami yang ke empat yang masih 7 bulan.

__ADS_1


Bremmm.tit....


Sepeda motor berhenti depan, segera anak-anak bergegas keluar untuk membukakan pintu pagar.


"Gimana hasilnya"


tanya ku penuh tanda tanya kepada suami atas pemeriksaan dokter terhadap kondisi nya.


"Katanya Asam lambung" jawab suami menjawab tanda tanya ku.


" Iya yah, oklah. makan obat ya" ku menyarankan sambil ku ambilkan sepiring nasi dan segelas air putih, maksudnya suami makan dulu sebelum minum obat.


****


Ku ganti baju suami karena basah akibat keringat yang bercucuran setelah minum obat penurun panas yang diberikan dokter tadi pagi.


Syukurlah lah obatnya ternyata manjur, dan aku tidak harus berlama lama mengurus suami yang sedang sakit karena akupun harus repot mengeloni anak.


***


Sore menjelang malam, demam suami naik bahkan lebih tinggi dari demam tadi pagi. Aku khawatir segera kuberikan obat penurun demam, kusuruh pakai jaket dan selimut, lama ditutup selimut, maksudnya supaya keringat suami bisa keluar dan demamnya bisa turun.


Ternyata demamnya tidak turun, bahkan suami juga mengalami batuk, setiap di mengeluarkan batuknya, sakit seluruh tubuhnya, sesak dan susah bernapas kata suami, menceritakan kondisinya berbicara dengan patah patah karena sesak.


Aku sangat khawatir dengan kondisinya. Kucoba khusuk dengan minyak angin yang lumayan hangat, maksudnya kalau membalurinya dengan minyak angin yang hangat mudah mudahan keringat nya bisa keluar. Ternyata demamnya juga tidak turun, bahkan kucoba berikan lagi obat penurun panas setelah 4 jam yang lalu kuberikan juga obat penurun panas.


Sampai pagi suami tidak bisa tidur, aku bolak balik datang ke kamar nya untuk memeriksanya, aku memang pindah kamar tidak bareng suami karena aku takut sakitnya suami nular ke anakku yang masih usia 7 bulan.

__ADS_1


Aku juga merasa kelelahan hampir tidak ada tidur, karena sebentar sebentar melihat kondisi suami dan baby ku juga terjaga untuk minta susu.


Setelah obat yang diberikan dokter habis, suami kembali berobat, obat kedua juga sudah habis dan tepat nya suami sudah demam selama 7 hari tak kunjung sembuh, suami dirujuk untuk rawat inap suami takut dan tidak mau rawat inap di kembali pulang ke rumah dan meminta pendapat ku.


Kami sepakat supaya suami di rawat di rumah, yang menginfus dan memberi obat adalah bidan tetangga.


Setelah diberi obat penurun panas, berangsur angsur demam suami turun, bidan memprediksi kalau suami sakit tipes dianjurkan untuk Suntik antibiotik selama 6 kali, setiap hari 1 suntikan, setelah habis suntikan antibiotik inipun kondisi suami belum pulih total, dia merasa tidak punya tenaga, badan serasa lemah dan tak berdaya.


" Aku masih lemas kali, belum bisa pergi kerja aku"Kata suami bercerita mengenai kondisinya kepadaku.


" Apa yang harus kita lakukan?" ucapku


" Ada tukang kusuk tipes di jalan lemau manis, kata orang bagus, antri disana berobatnya karena pasiennya banyak" suami bercerita kepada ku atas reperensi dari teman kerjanya.


Sebenarnya aku percaya ga percaya, karena pengalaman anak ke 3 pernah juga dibawa suami kusuk tipes model pengobatan nya sama memakai media tepung ketan dan telur.


"Kita kan udah pengalaman kusuk seperti itu, kenapa harus pergi ketempat seperti itu, bagus kita beli vitamin vitamin, makanannya diatur supaya kondisi mu bisa cepat pulih". kujelaskan pengalaman dulu.


"Aku tidak tahu harus mau berobat kemana lagi, yang merasakan sakit adalah aku, kalau seandainya tidak sembuh pun itu kuikhlaskan, karena yang cari duit kan aku bukan kamu, mungkin kau tidak ingin aku sembuh" bicara dengan penuh emosi dan menangis.


Padahal dibilang siapa yang paling lelah aku lah yang paling lelah, karena selain mengurus dia aku masih harus mengurus anak anak, antar jemput anak kesekolah dan mengurus baby boy anak ke empat kami.


Malah suami menuduh ku kalau aku tidak peduli dan tidak ingin dia sembuh.


"Bukan seperti itu maksudku, ya udah lah kita pergi besok ke tukang kusuk tipes itu, kalau kamu mengimani kamu sembuh setelah kusuk, ya udah lah, sekarang keyakinan mu sih." ucapku sambil minta maaf dan terus menyemangati suami.


Tiga hari kami disuruh datang, dan akhirnya tukang kusuk menyatakan tidak usah datang lagi, setiap datang harus bawa tepung ketan 1 bungkus, dan telur ayam kampung 6 butir, setelah kusukpun harus menyerahkan amplop berisi uang, tepung yang digelinding gelinding diatas badan suami sambil rebahan setelah beberapa menit selesai, hanya seperti itu metode penyembuhan nya.

__ADS_1


Aku hanya bisa berdoa kiranya suami bisa sembuh, pengobatan dan biaya yang kami keluarkan tidak sia sia. Setelah kusuk selesai kondisi suami masih saja lemas tak berdaya, apa yang bisa kami lakukan hanya berfokus pada makanan Sop sop yang katanya bisa meningkatkan trombosit, dan vitamin vitamin.


__ADS_2